Minggu, 15-03-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Belajar Mendeteksi Penyalahgunaan AI, Siswa SMKN Jateng Semarang Ikuti Sosialisasi Polrestabes

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Belajar tidak harus selalu dilakukan di ruang kelas dan materi pelajaran tidak selalu datang dari guru. Pengalaman berbeda inilah yang dirasakan para siswa SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang saat mengikuti salah satu rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan sosialisasi dan pengimbasan terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) dari Polrestabes Kota Semarang pada Rabu (11/3) di Convention Hall Gedung Pembelajaran SMKN Jateng di Semarang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada generasi muda mengenai perkembangan teknologi digital sekaligus potensi penyalahgunaannya. Ratusan siswa mengikuti kegiatan dengan antusias karena tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mengenali dan mendeteksi penyalahgunaan AI di dunia maya.

Sosialisasi tersebut dipandu langsung oleh tim dari Polrestabes Kota Semarang yang terdiri dari AKP Bina Ciptyanto, S.H., Iptu Dyen Indah Aprilia, S.Tr.K., M.H., Ipda Dwi Nurcahyo Nugroho, S.H., M.H., Aiptu Hasan, Bripda Bagas Wijaya, Bripda Gelar Saka Dewantara, Bripda Jihan Amra Mutia Azzahra, Bripda Marselin Rasendriya Fauziah, Bripda Krisna Dwi Janata Putra Wibowo, Brigpol Ariesta Deliangga, S.H., dan Briptu Hadian Ariq Maulana, S.H. Kegiatan ini juga didampingi oleh Pembina OSIS MPK SMKN Jateng di Semarang, yaitu Iga Astikafitri, S.Pd.I., dan Nur Khamim, S.Pd.I.

Acara dibuka oleh Wakil Kepala SMKN Jateng di Semarang Bidang Kesiswaan, Liliek Handoko, S.Pd. Dalam sambutannya, Liliek menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif sekolah untuk membekali siswa dengan pemahaman literasi digital yang lebih baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun di sisi lain teknologi ini juga dapat disalahgunakan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan bekal kepada siswa agar mampu mengenali dan menghadapi konten yang memanfaatkan AI secara tidak bertanggung jawab.”

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari AKP Bina Ciptyanto. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan alur kegiatan yang akan dijalani para siswa selama sosialisasi berlangsung. Mulai dari pelaksanaan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa tentang AI, kemudian sesi pembelajaran interaktif, hingga posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka.

Para siswa juga diajak mengakses laman pembelajaran digital code.org untuk merasakan secara langsung bagaimana teknologi AI digunakan dalam berbagai aktivitas di dunia maya.

“Kami ingin siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana teknologi ini bekerja. Dari situ mereka bisa memahami manfaat AI sekaligus belajar mengenali potensi penyalahgunaannya.”

Materi lanjutan disampaikan oleh Iptu Dyen Indah Aprilia yang berbagi pengalaman terkait kasus-kasus penyalahgunaan AI yang kerap terjadi di kalangan remaja. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan ketika berinteraksi di dunia digital, terutama ketika berhubungan dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial.

“Jangan sampai kita tergoda oleh ajakan orang yang baru kita kenal untuk membagikan foto dan video yang pada akhirnya digunakan untuk hal-hal yang tidak baik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.”

Dalam sesi praktik, para siswa diperlihatkan contoh-contoh foto dan video yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI. Mereka juga diajarkan cara mengenali tanda-tanda manipulasi digital serta langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan konten yang diduga merupakan hasil penyalahgunaan teknologi tersebut.

Selain itu, pihak Polrestabes Kota Semarang juga membagikan nomor layanan yang dapat digunakan masyarakat untuk berkonsultasi maupun melaporkan dugaan penyalahgunaan AI di ruang digital.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Akfil Hasani, siswa kelas X TITL yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bagus dan membuat siswa menjadi fokus untuk belajar mendeteksi penyalahgunaan AI serta tidak mengantuk karena kami bisa langsung praktik.”

Seiring berjalannya kegiatan, antusiasme peserta semakin meningkat ketika mereka melihat secara langsung contoh kasus manipulasi konten digital. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara melindungi diri dari potensi kejahatan digital.

Kegiatan sosialisasi ini akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan tim dari Polrestabes Kota Semarang. Suasana semakin meriah ketika para siswa bersama-sama menggemakan yel-yel kebanggaan sekolah, “SMKN Jateng di Semarang – Sang Juara.”

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan