Grobogan, 25 November 2025 — Suasana berbeda terasa di halaman SD Negeri 2 Mangin, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 digelar pada Selasa pagi. Jika biasanya para guru berdiri di depan barisan sebagai pembina dan petugas upacara, kali ini justru peran itu dibalik sepenuhnya. Para siswa mengambil alih tugas sebagai pemimpin kegiatan, sementara guru dan tenaga kependidikan bertugas sebagai pelaksana upacara. Konsep tak biasa ini sontak menarik perhatian seluruh peserta didik dan orang tua yang turut hadir menyaksikan.
Di tengah lapangan sekolah, Frans Joe Mahdi Rabbani, siswa kelas 6, tampil percaya diri sebagai pembina upacara. Dengan suara tegas dan artikulasi yang matang, Frans membacakan amanat yang berisi penghargaan terhadap perjuangan guru dalam mendidik dan membimbing siswa. “Hari ini kami ingin menunjukkan rasa terima kasih kami kepada Bapak Ibu Guru yang setiap hari membimbing tanpa mengenal lelah. Kami berjanji akan semakin menghargai dan menjaga sikap hormat kepada guru dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Frans di hadapan seluruh peserta upacara.
Kejutan lain datang dari penampilan siswa kelas 6 yang memakai berbagai seragam guru, mulai dari seragam Keki hingga Korpri dan PGRI. Mereka berbaris layaknya para pendidik, mendampingi kelas 1 hingga kelas 5 serta berdiri sejajar dengan barisan dewan guru. Aksi itu bukan hanya menimbulkan senyum haru, tetapi juga menghadirkan gambaran simbolis tentang bagaimana siswa memandang guru sebagai sosok teladan yang patut dihormati dan ditiru.
Sementara itu, para guru dan tenaga kependidikan justru menjalankan tugas sebagai petugas upacara. Mereka mengenakan seragam hitam putih yang rapi dan kompak, mengambil peran sebagai pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembaca UUD 1945, pemimpin barisan, hingga dirigen lagu kebangsaan dan Mars Hari Guru. Kepala sekolah, Ibu Unsiati, turut bergabung sebagai salah satu petugas. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi siswa sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran bisa dilakukan melalui keteladanan dan kebersamaan. Pertukaran peran ini diharapkan membuat mereka lebih memahami beratnya tugas seorang guru,” jelasnya setelah kegiatan berlangsung.
Upacara berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Sesekali terdengar tepuk tangan spontan dari barisan siswa ketika melihat guru mereka menjalankan tugas-tugas yang biasanya dilakukan anak-anak. Momentum ini menciptakan suasana hangat dan memperkuat hubungan emosional antara siswa dan guru.
Menurut panitia, konsep ini dirancang untuk memberikan nuansa baru dalam peringatan Hari Guru Nasional serta menanamkan nilai penghargaan terhadap profesi guru sejak dini. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri siswa, terutama mereka yang mendapat kesempatan tampil sebagai pemimpin upacara. “Anak-anak terlihat sangat antusias mempersiapkan acara ini. Mereka ingin memberikan yang terbaik bagi guru mereka. Ini menjadi bukti bahwa penghargaan tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk hadiah, tetapi juga melalui sikap dan keterlibatan aktif,” ujar salah satu guru pembina kelas 6.
Dengan sentuhan kreatif dan makna yang mendalam, SD Negeri 2 Mangin berupaya menjadikan peringatan Hari Guru Nasional lebih dari sekadar seremonial tahunan. Sekolah berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk semakin menghormati peran guru, sekaligus memotivasi para pendidik untuk terus bersemangat mendidik generasi bangsa. Upacara ini tidak hanya menghadirkan momen haru, tetapi juga menguatkan pesan bahwa kerja sama dan saling menghargai adalah fondasi penting dalam dunia pendidikan.
Kontributor : Ahmad Kusaini Dari SD Negeri 2 Mangin Karangrayung Grobogan

Beri Komentar