Jumat, 13-03-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

MaDu Rayakan Hari Guru Nasional Lewat Aksi “Jika Aku Menjadi Guru” yang Penuh Warna

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Grobogan – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 2 Mangin (MaDu) pada Senin (25/11). Menyambut Hari Guru Nasional, sekolah ini menggelar kegiatan kreatif bertajuk “Jika Aku Menjadi Guru” yang menghadirkan ratusan “pendidik cilik” lengkap dengan seragam khas guru. Mulai dari keki, PDH, Korpri, hingga PGRI, seluruh siswa tampil seperti para pendidik profesional, menjadikan halaman sekolah seolah berubah menjadi pertemuan besar para guru.

Sejak pagi, siswa kelas 6 yang ditunjuk sebagai “guru sehari” berdiri di gerbang sekolah sambil menyapa adik-adik kelas dengan sapa, salam, dan senyum. Dengan postur percaya diri dan gesture yang meniru para guru mereka, anak-anak itu berusaha memainkan peran sebaik mungkin. Kehadiran mereka langsung mencuri perhatian seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini menjadi semakin menarik ketika para “guru cilik” mulai mengambil alih tugas harian para pendidik. Mereka memimpin dan bertugas dalam upacara pagi, mengarahkan pembiasaan salat dhuha, hingga masuk ke kelas-kelas 1 sampai 5 untuk mengajar berbagai materi sederhana. Beberapa siswa memimpin hafalan surat-surat pendek, sementara yang lain mendampingi kegiatan salat dzuhur berjamaah. Pada akhir kegiatan, mereka kembali membantu proses pemulangan siswa, memastikan semua tertib dan berjalan aman.

Menurut penggagas kegiatan, Nurkoniah, antusiasme siswa menjadi alasan utama kegiatan ini terasa begitu hidup. “Mereka benar-benar totalitas, dari pakaian hingga peran. Saya ingin mereka merasakan bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memberikan contoh. Hari ini mereka belajar itu semua,” ujarnya dengan bangga.

Kepala SD Negeri 2 Mangin, Unsiati, menilai kegiatan ini sebagai salah satu momen paling berkesan dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional. Ia menilai siswa mendapatkan pengalaman nyata mengenai profesi guru yang selama ini mereka lihat setiap hari. “Anak-anak tampil luar biasa. Ini pengalaman berkesan yang memberi mereka kesempatan merasakan langsung tugas seorang guru. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan,” ucapnya.

Selain memberikan pengalaman berbeda bagi siswa kelas atas, kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi adik-adik kelas yang diajar. Frans Joe Mahdi Rabbani, siswa kelas 6 yang bertugas sebagai guru, mengaku merasakan pengalaman unik. “Kerasa banget jadi guru beneran, apalagi pakai seragam guru. Seru dan bikin percaya diri,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas 3, Muhammad Ridho Wisnu Pratama, mengungkapkan kekagumannya. “Belajar dengan kakak kelas itu menyenangkan. Kakaknya seperti guru sungguhan,” ucapnya sambil tersenyum.

Melalui kegiatan “Jika Aku Menjadi Guru”, MaDu berhasil menanamkan makna Hari Guru Nasional dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan penuh nilai pendidikan. Anak-anak tidak hanya belajar menghargai peran guru, tetapi juga mempraktikkan secara langsung kemampuan memimpin, membimbing, dan menjadi teladan bagi sesama. Sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang terus dipertahankan untuk menumbuhkan kepedulian, rasa hormat, dan inspirasi bagi generasi muda dalam memaknai peran seorang pendidik.

Kontributor : Ahmad Kusaini Dari SD Negeri 2 Mangin Karangrayung Grobogan

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan