Senin, 16-03-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Perkuat Daya Saing Lulusan, Direktorat SMK Sosialisasikan Program Bantuan Pengembangan LSP P1 SMK 2026

Diterbitkan : - Kategori : Berita

JAKARTA-Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya memperkuat kualitas lulusan SMK agar semakin kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi Program Bantuan Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu SMK (LSP P1 SMK) yang digelar secara daring pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Direktorat SMK.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada sekolah mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK sekaligus mendorong terbentuknya lebih banyak lembaga sertifikasi profesi di lingkungan sekolah. Dengan adanya LSP di SMK, kompetensi siswa dapat diuji secara profesional dan diakui oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan memiliki nilai tambah ketika memasuki pasar kerja.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Ari Wibowo Kurniawan, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara menegaskan bahwa penguatan ekosistem sertifikasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, sertifikasi kompetensi yang kredibel akan memberikan jaminan kualitas kepada dunia industri.

“LSP SMK harus membangun kemitraan yang kuat dengan dunia industri, bukan sekadar menandatangani MoU formalitas. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan harus benar-benar dipercaya dan diakui oleh industri agar memiliki nilai bagi lulusan,” ujar Ari dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan LSP serta penguatan portofolio siswa agar proses sertifikasi semakin transparan dan mudah diakses. Ari menambahkan bahwa bantuan pemerintah yang diberikan melalui program ini bersifat stimulan, sehingga sekolah dapat memanfaatkan sumber pendanaan lain seperti dana BOS untuk melengkapi kebutuhan pengembangan LSP.

“Bantuan ini sifatnya pemicu. Sekolah tetap dapat mengembangkan LSP secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan yang sah, selama tidak terjadi double counting,” katanya.

Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Tim Penyelarasan Direktorat SMK, Novi Zulkarnain, menjelaskan urgensi keberadaan LSP bagi lulusan SMK. Ia menyebutkan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bukti formal yang menunjukkan bahwa seseorang benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar industri.

“Sertifikasi kompetensi adalah bukti bahwa siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang telah diuji sesuai standar profesional. Ini yang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini,” jelas Novi.

Ia juga memaparkan alur pembentukan LSP di SMK, mulai dari persiapan dokumen organisasi, pengembangan skema sertifikasi, hingga proses pengajuan lisensi kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Novi mengingatkan bahwa sekolah perlu menyiapkan sekitar 47 dokumen persyaratan untuk memperoleh lisensi awal LSP.

“Sekolah sebaiknya mempelajari ceklis dokumen dari BNSP sejak awal agar proses pengajuan berjalan lancar. Persiapan yang matang akan mempercepat terbentuknya LSP yang kredibel di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Pipin Dwi Nugraheni dari Tim Direktorat SMK menjelaskan secara rinci mengenai profil bantuan, kriteria penerima, serta masa pendaftaran program pengembangan LSP SMK tahun 2026. Program ini menargetkan sekitar 300 SMK di seluruh Indonesia dengan total dukungan anggaran mencapai Rp15 miliar.

Menurut Pipin, bantuan ini terbagi dalam tiga kategori utama yaitu inisiasi bagi SMK yang belum memiliki LSP, reaktivasi bagi sekolah yang lisensi LSP-nya telah kedaluwarsa, serta ekspansi bagi SMK yang ingin menambah ruang lingkup atau skema sertifikasi baru.

“Prioritas program ini diberikan kepada SMK di daerah yang minim industri, wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah Indonesia bagian timur. Tujuannya agar akses sertifikasi kompetensi bisa merata di seluruh Indonesia,” jelas Pipin.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini jumlah LSP SMK di Indonesia masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada. Dari sekitar 14 ribu SMK di seluruh Indonesia, baru sekitar 851 LSP SMK yang aktif.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan LSP di SMK masih sangat diperlukan agar lebih banyak siswa yang mendapatkan pengakuan kompetensi secara resmi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Robi Cahyadi dari Tim Teknis Aplikasi Direktorat SMK menjelaskan tata cara pendaftaran bantuan melalui aplikasi Takola. Ia menekankan pentingnya ketelitian sekolah dalam mengunggah dokumen agar proses seleksi berjalan lancar.

“Pastikan setiap dokumen yang diunggah sesuai dengan instrumen yang diminta dalam sistem. Jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian, proses verifikasi bisa terhambat,” ujar Robi.

Robi juga mengingatkan agar sekolah secara aktif memantau email maupun pesan komunikasi lainnya selama proses seleksi berlangsung. Hal ini penting karena berbagai informasi lanjutan biasanya disampaikan melalui jalur tersebut.

Masa pendaftaran program bantuan pengembangan LSP SMK dibuka mulai 16 Maret hingga 19 April 2026 melalui aplikasi Takola yang dapat diakses melalui laman takola.endikdasmen.go.id atau takola.ditpsmk.net.

Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh Devi Istianing Rum sebagai pembawa acara dari Direktorat SMK, sementara sesi diskusi dan pemaparan materi dimoderatori oleh Dini Pratiwi Windia yang merupakan Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda.

Acara ini juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan pendidikan vokasi, termasuk Sartana selaku Kepala Subdirektorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, para kepala dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota, kepala SMK, pengelola LSP, guru, serta tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ini, Direktorat SMK berharap semakin banyak sekolah yang mampu membangun lembaga sertifikasi profesi secara mandiri dan profesional. Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui industri dan mampu meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Penulis : Laely Rohmatin Apriliani, Waka Kurikulum SMKN Jateng di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan