Senin, 16-03-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Rapat Dinas Perdana SMKN Jateng Semarang, Kepala Sekolah Tekankan Growth Mindset dan Kebahagiaan Guru dalam Bekerja

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Rapat dinas perdana di lingkungan SMKN Jateng di Semarang digelar pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Convention Hall sekolah tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ardan Sirodjuddin, dan diikuti oleh seluruh guru serta karyawan sebagai momentum awal memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Rapat dinas ini menjadi ajang penyamaan persepsi sekaligus penguatan visi bagi seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMKN Jateng di Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas diri bagi seluruh guru dan karyawan agar mampu menghadapi berbagai perubahan di dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, Ardan Sirodjuddin menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan harus terus bertumbuh dan mengembangkan kompetensinya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

“Guru dan karyawan harus terus berkembang. Dunia pendidikan terus berubah, sehingga kita dituntut untuk inovatif agar mampu menghadapi tantangan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Ardan dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan bahwa kapabilitas diri merupakan modal penting bagi setiap individu untuk menjadi profesional sekaligus pemimpin di bidangnya masing-masing. Menurutnya, peningkatan kapasitas tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menyangkut pola pikir yang dimiliki oleh setiap tenaga pendidik.

Lebih lanjut, Ardan menjelaskan bahwa salah satu kunci utama dalam membangun kapabilitas diri adalah memiliki growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Dengan pola pikir tersebut, seseorang percaya bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui latihan, usaha, dan kemauan untuk belajar.

“Growth mindset membuat seseorang yakin bahwa kemampuan tidak bersifat tetap. Kemampuan bisa berkembang melalui latihan yang konsisten, kemauan belajar dari orang lain, serta motivasi yang kuat untuk terus memperbaiki diri,” jelasnya.

Menurutnya, guru yang memiliki pola pikir berkembang akan lebih terbuka terhadap perubahan, tidak mudah menyerah, serta memiliki semangat untuk terus belajar demi meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.

Selain menyoroti pentingnya pola pikir, Ardan juga menekankan bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh kebahagiaan dalam menjalankan pekerjaannya. Ia menilai bahwa guru yang bahagia akan mampu bekerja dengan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.

“Kunci agar berhasil adalah guru harus bahagia dalam bekerja. Ketika seseorang bekerja dengan rasa syukur dan semangat untuk berkembang, maka pekerjaan tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi panggilan jiwa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh guru untuk berani keluar dari zona nyaman serta tidak takut menghadapi tantangan baru. Menurutnya, keberanian untuk mencoba hal baru merupakan salah satu faktor penting dalam membangun profesionalisme guru.

“Jangan takut keluar dari zona nyaman. Setiap usaha dan kerja keras pasti akan memberikan hasil. Yang penting kita terus berproses dan tidak berhenti belajar,” ujarnya.

Ardan juga memaparkan konsep kebahagiaan dalam bekerja yang dapat menjadi motivasi bagi para guru dan karyawan. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga konsep kebahagiaan yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan pekerjaan sebagai pendidik.

Konsep pertama adalah rockstar, yaitu kebahagiaan yang muncul ketika seseorang memperoleh hal-hal yang diinginkan. Konsep kedua adalah flow, yakni kondisi ketika seseorang tenggelam dan menikmati aktivitas yang sedang dijalani. Sementara konsep ketiga adalah higher purpose, yaitu kebahagiaan yang muncul ketika seseorang melakukan sesuatu yang memiliki makna dan memberi manfaat bagi orang lain.

Menurut Ardan, konsep kebahagiaan yang paling bermakna bagi seorang guru adalah ketika pekerjaan yang dilakukan mampu memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat.

“Kebahagiaan terbaik adalah ketika pekerjaan kita memberi makna dan manfaat bagi orang lain. Ketika guru mampu memberikan dampak positif bagi siswa, di situlah letak kebahagiaan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Melalui rapat dinas perdana ini, pihak sekolah berharap seluruh guru dan karyawan dapat memiliki semangat yang sama dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas. Penguatan kapabilitas diri, penerapan growth mindset, serta kebahagiaan dalam bekerja diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMKN Jateng di Semarang.

Ardan menegaskan bahwa guru merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik.

“Intinya, kapabilitas guru dibangun dari pola pikir yang terus berkembang, keberanian keluar dari zona nyaman, serta kemampuan menemukan makna dan kebahagiaan dalam profesi sebagai pendidik,” pungkasnya.

Rapat dinas perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya berbagai program pengembangan sumber daya manusia di lingkungan SMKN Jateng di Semarang sepanjang tahun 2026, dengan harapan mampu melahirkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis : Maulana Muhammad Fathul Alim, S.Pd, Guru Informatika SMKN Jawa Tengah di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan