Semarang —SMKN Jateng di Semarang menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) program boarding dan semi-boarding tahun ajaran baru di Convention Hall sekolah tersebut, Senin (16/3). Kegiatan ini diikuti oleh bapak dan ibu guru, karyawan, serta pamong yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan proses seleksi calon peserta didik baru.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus memberikan pemahaman teknis kepada seluruh panitia terkait mekanisme pelaksanaan SPMB tahun ini. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi forum untuk membangun kesiapan bersama agar proses seleksi dapat berjalan lancar, transparan, dan profesional.
Sejak awal kegiatan, para peserta rapat tampak antusias mengikuti setiap paparan materi yang disampaikan oleh para narasumber. Berbagai penjelasan teknis mengenai alur seleksi, penggunaan sistem digital, hingga peran masing-masing panitia dipaparkan secara rinci guna memastikan seluruh unsur sekolah memahami tanggung jawab yang akan dijalankan.
Salah satu materi penting dalam rapat tersebut disampaikan oleh Liliek yang memberikan sosialisasi mengenai sejumlah perubahan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pembaruan sistem dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efektivitas dalam proses seleksi calon peserta didik.
“Pada SPMB tahun ini terdapat beberapa perubahan penting dibandingkan tahun lalu. Salah satunya adalah integrasi sistem dengan DT-SEN, kemudian adanya fitur live score saat pelaksanaan CBT sehingga hasil dapat dipantau secara langsung, serta tidak lagi dilaksanakannya proses visitasi,” jelasnya di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan sekaligus mempercepat proses penilaian dalam seleksi. Dengan adanya fitur live score, hasil tes peserta dapat diketahui secara real time sehingga meningkatkan keterbukaan informasi dalam pelaksanaan seleksi.
Ia menambahkan bahwa transformasi sistem ini juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung tata kelola pendidikan yang lebih modern dan akuntabel.
“Perubahan ini diharapkan membuat proses seleksi menjadi lebih objektif, efisien, serta mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung transparansi penerimaan peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai faktor utama dalam mendukung keberhasilan berbagai program sekolah, termasuk pelaksanaan SPMB.
Ia menyampaikan bahwa kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga pendidik menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat.
Dalam pemaparannya, Ardan juga mengaitkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dengan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar hingga kebutuhan aktualisasi diri memiliki pengaruh besar terhadap motivasi kerja dan profesionalisme seseorang.
“Peningkatan kapabilitas GTK menjadi kunci dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Jika kebutuhan dasar hingga kebutuhan pengembangan diri dapat terpenuhi, maka guru dan tenaga kependidikan akan mampu bekerja secara optimal dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur sekolah untuk terus membangun budaya kerja yang kolaboratif dan profesional demi mendukung visi SMKN Jateng sebagai sekolah vokasi yang unggul. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya dilihat dari kelancaran proses seleksi, tetapi juga dari kualitas layanan yang diberikan kepada para calon peserta didik dan orang tua.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh panitia dan unsur sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pelaksanaan SPMB boarding dan semi-boarding tahun ini. Kesiapan yang matang diyakini akan menjadi kunci utama dalam memastikan proses seleksi berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas.
Dengan dukungan sistem yang semakin terintegrasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, SMKN Jateng di Semarang optimistis pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung lebih transparan dan profesional. Sekolah juga berharap proses seleksi ini mampu menjaring calon peserta didik terbaik yang siap berkembang dalam lingkungan pendidikan vokasi yang berkarakter dan berprestasi.
Penulis : Liliek Handoko, Waka Kesiswaan SMKN Jateng di Semarang

Beri Komentar