Semarang-Semangat guru untuk terus berinovasi kembali terlihat dalam Pelatihan “Membuat Lagu Sendiri” yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Guru secara daring pada Minggu, 11 Mei 2025. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 dan berlangsung hingga selesai, diikuti oleh puluhan guru dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Pelatihan ini menjadi ruang kreatif bagi para pendidik untuk belajar membuat lagu, meskipun mayoritas peserta tidak memiliki latar belakang pendidikan musik.
Sebagai narasumber utama hadir pendiri komunitas Pusat Pelatihan Guru, Ardan Sirodjuddin, yang dikenal aktif mengembangkan pelatihan guru berbasis teknologi dan kreativitas. Dalam sesi pelatihannya, Ardan membawakan materi tentang cara membuat lagu tanpa dasar musik formal, serta memperkenalkan berbagai aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu guru menciptakan lagu sebagai media pembelajaran.
“Guru bisa menciptakan lagu sendiri meskipun tidak paham not balok atau teori musik. Kuncinya adalah kreativitas, pemahaman rima, dan penguasaan tema yang ingin disampaikan. Kini banyak aplikasi AI yang bisa membantu menyusun musik berdasarkan lirik yang kita buat,” jelas Ardan saat menyampaikan paparannya secara virtual.
Respons peserta terhadap pelatihan ini sangat antusias. Salah satu peserta, Neneng Nur Hasanah, S.Kom dari SMK Hidayah, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. “Saya sangat senang dan merasakan manfaat luar biasa setelah mengikuti pelatihan ini. Saya jadi bisa berkreasi membuat lirik dan musik sesuai rima, genre, dan tema menggunakan beberapa aplikasi AI,” ujarnya. Ia berharap keterampilan yang diperoleh bisa digunakan untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik serta dibagikan kepada rekan-rekan guru dan peserta didik di sekolahnya.
Sementara itu, Awal Nurro’ining, S.Pd dari SMK Negeri 3 Jepara, menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya membekalinya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga mendorongnya untuk lebih aktif dalam mengekspresikan hobi bermusik yang selama ini terpendam. “Saya jadi tahu bagaimana membuat syair lagu, jenis-jenis musik, dan menyusunnya menjadi lagu yang utuh. Semoga ini bisa membantu saya membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan bisa dibagikan kepada rekan sejawat,” katanya.
Apresiasi juga datang dari peserta lainnya, An Nisa Fitri Tiarasari dari SMK 17 Temanggung. Ia menyebut bahwa pelatihan ini sangat membuka wawasan dan memberikan pengalaman baru. “Alhamdulillah tidak sia-sia bergabung dengan grup pembelajaran ini. Terima kasih Pak Ardan atas ilmu yang diberikan. Saya jadi bisa lebih mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Khilyatul Khoiriyah dari SMA Negeri 3 Demak yang mengaku baru mendaftar di hari pelaksanaan, namun sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya mendapatkan tambahan wawasan untuk membuat media pembelajaran berbasis lagu dengan bantuan AI. Ini sangat berguna untuk menarik minat siswa dalam memahami konsep fisika,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pusat Pelatihan Guru menunjukkan bahwa teknologi dan kreativitas bisa bersinergi dalam dunia pendidikan. Lagu, yang selama ini dianggap sebagai produk seni, kini bisa menjadi jembatan yang menyenangkan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Ardan Sirodjuddin berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara berkala agar semakin banyak guru yang berani berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.
“Setiap guru punya potensi untuk jadi kreator pembelajaran. Kami ingin terus mendorong semangat itu dengan pelatihan-pelatihan sederhana tapi aplikatif,” tutup Ardan.

Alhamdulillah dr ilmu yg diberikan pak Ardan. Saya akan mengeksplor lebih lanjut untuk mengembangkan di materi pembelajaran saya.
Beri Komentar