SEMARANG – Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Hidup Ini Cuma Singgah dalam sebuah kegiatan launching yang digelar di lingkungan SMK Negeri 10 Semarang, Jumat, 30 Januari 2026. Peluncuran buku tersebut menjadi momen penting bagi Ardan Sirodjuddin yang dikenal aktif menulis dan konsisten menyuarakan nilai-nilai pendidikan melalui karya literasi. Buku Hidup Ini Cuma Singgah merupakan karya ke-10 yang berhasil ia susun selama perjalanan kariernya sebagai pendidik dan pemimpin sekolah.
Dalam sambutannya, Ardan mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya buku tersebut meskipun masih dalam bentuk elektronik atau e-book. Ia berharap karya terbarunya dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.
“Alhamdulillah, buku ke-10 ini akhirnya berhasil disusun. Semoga buku ini bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan dan menjadi penguat batin bagi para pendidik yang setiap hari berjuang dalam senyap,” ujar Ardan dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan buku tersebut direncanakan akan dicetak dalam bentuk fisik agar dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. “Saat ini masih versi e-book. Insyaallah ke depan akan dicetak dalam bentuk buku kertas agar lebih mudah diakses oleh para guru,” tambahnya.
Buku Hidup Ini Cuma Singgah merupakan antologi reflektif yang berisi 24 esai dengan muatan pemikiran mendalam tentang kehidupan manusia di tengah dinamika zaman modern. Melalui tulisan-tulisannya, Ardan mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dari rutinitas, lalu merenungkan kembali makna hidup, tujuan bekerja, serta nilai-nilai kemanusiaan yang kerap terabaikan.
Isi buku ini menggabungkan refleksi personal, pengalaman sehari-hari di dunia pendidikan, pemikiran filosofis, serta nilai-nilai spiritual lintas tradisi. Benang merah yang diangkat adalah kesadaran bahwa hidup bersifat sementara, sehingga setiap manusia dituntut untuk menjalani perannya dengan integritas, kejujuran, dan kebaikan tanpa pamrih.
Menurut Ardan, kemenangan sejati dalam hidup tidak selalu diukur dari pencapaian jabatan, materi, maupun popularitas, melainkan dari bagaimana seseorang menjalani proses hidup dengan penuh kesadaran dan meninggalkan jejak kebaikan, meski tidak selalu terlihat.
“Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus perenungan saya sebagai pendidik. Dunia boleh berubah cepat, teknologi boleh melesat, tetapi nilai kemanusiaan harus tetap dijaga. Kita boleh lelah, tapi jangan kehilangan nurani,” ungkapnya.
Peluncuran buku tersebut juga menjadi ruang dialog reflektif bagi para guru yang hadir. Banyak peserta mengaku merasa dekat dengan tema-tema yang diangkat karena relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, mulai dari tekanan administratif, perubahan kurikulum, hingga tuntutan moral sebagai pendidik.
Melalui buku Hidup Ini Cuma Singgah, Ardan Sirodjuddin berharap para pendidik tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga tangguh secara spiritual dan emosional. Ia menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar ilmu, melainkan penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
“Semoga buku ini menjadi pengingat bahwa hidup bukan sekadar tentang hasil, tetapi tentang bagaimana kita menjalaninya dengan jujur, sadar, dan penuh kebaikan,” tutup Ardan.
Dengan peluncuran buku ini, SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi dan refleksi nilai kehidupan yang humanis dan bermakna.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar