SEMARANG – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) melaksanakan kegiatan pendampingan implementasi hasil pelatihan dan evaluasi dampak pelatihan bagi guru SMKN Jateng di Semarang, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tindak lanjut Program Upskilling dan Reskilling Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Vokasi yang telah berlangsung pada Oktober 2025 hingga Juli 2026 dan dilaksanakan melalui pendampingan pada September sampai Oktober 2026.
Kegiatan pendampingan tersebut bertujuan mengetahui sejauh mana Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun alumni pelatihan benar-benar dilaksanakan di satuan kerja masing-masing. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru setelah mengikuti program pengembangan kompetensi di BBPPMPV BMTI.
Tim BBPPMPV BMTI yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ipan Ilmansyan Hidayat, S.E., M.Pd., dan Nana Rukmana. Kedatangan tim diterima secara hangat oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., yang didampingi Plt. Kepala Tata Usaha, guru peserta diklat, mahasiswa Lantip 8 Universitas Negeri Semarang (UNNES), serta sembilan siswa dari kompetensi keahlian Teknik Pemesinan dan Teknik Konstruksi dan Perumahan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang AVA SMKN Jateng di Semarang tersebut juga menghadirkan tiga alumni pelatihan sebagai sasaran utama evaluasi. Ketiganya adalah Riska Eko Cahyono dari jurusan Teknik Pemesinan, alumni pelatihan Ducting; Adam Firnanda dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan, alumni diklat Perhitungan RAB menggunakan aplikasi Microsoft Project; serta Fathurohman dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan yang juga merupakan alumni diklat Perhitungan RAB menggunakan aplikasi Microsoft Project.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada BBPPMPV BMTI yang telah memberikan kesempatan kepada guru-guru SMKN Jateng di Semarang untuk meningkatkan kompetensi melalui program pelatihan.
“Terima kasih kepada BBPPMPV BMTI yang telah memberikan kesempatan kepada guru-guru SMKN Jateng di Semarang untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi guru untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di sekolah,” ujar Ardan.
Ardan menyampaikan bahwa pada tahun 2026 sebanyak enam guru SMKN Jateng di Semarang telah mendapatkan kesempatan mengikuti diklat di BBPPMPV BMTI. Menurutnya, kesempatan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik.
“Pada tahun 2026 sudah ada enam guru yang mengikuti diklat di BMTI. Sekolah tentu siap mendukung rencana tindak lanjut yang disusun dan dilaksanakan oleh para alumni peserta diklat,” katanya.
Dukungan sekolah terhadap RTL menjadi bagian penting agar hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu guru. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat didiseminasikan kepada rekan sejawat dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun pengelolaan praktik di sekolah.
Ipan Ilmansyan Hidayat, S.E., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penerimaan SMKN Jateng di Semarang terhadap tim BBPPMPV BMTI. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan monitoring, melainkan bagian dari evaluasi untuk melihat keberlanjutan hasil pelatihan setelah peserta kembali ke satuan kerja.
“Terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang yang telah menerima kami dengan baik. Kedatangan kami untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan Rencana Tindak Lanjut yang telah disusun oleh peserta serta mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru di satuan kerjanya masing-masing,” jelas Ipan.
Ia menambahkan, evaluasi dampak pelatihan dilakukan melalui pengisian instrumen serta analisis dokumen atau data yang tersedia di satuan pendidikan. Proses tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai keterlaksanaan RTL sekaligus perubahan yang terjadi setelah guru mengikuti pelatihan.
Sasaran Evaluasi Dampak Pelatihan meliputi guru tamatan pelatihan, guru teman sejawat minimal dua orang, kepala sekolah, serta siswa minimal tiga orang. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran dari perspektif yang berbeda mengenai dampak pelatihan terhadap pelaksanaan tugas guru.
“Evaluasi dilakukan melalui pengisian instrumen dan analisis dokumen atau data yang ada. Sasaran evaluasi mencakup guru tamatan pelatihan, minimal dua guru teman sejawat, kepala sekolah, serta minimal tiga siswa,” kata Ipan.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, masing-masing guru tamatan diklat mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan RTL yang telah disusun dan dilaksanakan. Presentasi menjadi bagian penting untuk melihat keterkaitan antara materi yang diperoleh selama pelatihan dengan praktik nyata di sekolah.
Salah satu alumni pelatihan, Riska Eko Cahyono dari jurusan Teknik Pemesinan, mempresentasikan RTL yang disusun setelah mengikuti pelatihan Ducting. Riska mengambil fokus pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) selama kegiatan praktik serta pelaksanaan program diseminasi hasil pelatihan.
“Rencana tindak lanjut yang kami susun adalah menyusun SOP penggunaan APD selama kegiatan praktik dan melaksanakan program diseminasi pelatihan,” ujar Riska saat memaparkan RTL-nya.
Menurut Riska, RTL tersebut memiliki beberapa tujuan, antara lain menanamkan budaya disiplin dan tanggung jawab kepada warga sekolah serta memastikan kegiatan praktik dilaksanakan sesuai SOP. Selain itu, RTL diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru mengenai sistem ducting sehingga pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Dari pelaksanaan RTL tersebut, Riska menyampaikan bahwa telah tersusun SOP penggunaan APD selama kegiatan praktik. Program diseminasi hasil pelatihan juga telah dilaksanakan sebagai upaya berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada guru lainnya.
“Tujuan RTL ini adalah menanamkan budaya disiplin, tanggung jawab, dan bekerja sesuai SOP, sekaligus meningkatkan kompetensi guru mengenai ducting system. Hasilnya, SOP penggunaan APD selama kegiatan praktik telah tersusun dan diseminasi pelatihan telah terlaksana,” jelas Riska.
Sementara itu, Adam Firnanda dan Fathurohman, keduanya dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan, mempresentasikan tindak lanjut setelah mengikuti diklat Perhitungan RAB menggunakan aplikasi Microsoft Project. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari upaya memastikan kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan dan pembelajaran di satuan pendidikan.
Pelaksanaan pendampingan BBPPMPV BMTI di SMKN Jateng di Semarang menunjukkan pentingnya kesinambungan antara pelatihan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut. Program Upskilling dan Reskilling PTK Vokasi tidak hanya diarahkan agar guru memperoleh pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan, tetapi juga mendorong adanya perubahan praktik setelah kembali ke sekolah.
Bagi satuan pendidikan vokasi, proses tersebut memiliki arti penting karena kompetensi guru perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta karakteristik pembelajaran berbasis praktik. Hasil pelatihan yang diterapkan melalui RTL dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan relevansi kompetensi yang diberikan kepada siswa.
Kehadiran guru teman sejawat dan siswa dalam proses evaluasi juga memberikan ruang bagi sekolah untuk melihat dampak pelatihan secara lebih luas. Pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh guru dapat dinilai bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari penerapannya dalam pembelajaran, kegiatan praktik, budaya kerja, dan interaksi dengan peserta didik.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, pendampingan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya berbagi praktik baik di lingkungan sekolah. Guru yang telah mengikuti diklat diharapkan tidak hanya membawa manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu mendiseminasikan pengetahuan kepada rekan sejawat dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ardan menegaskan bahwa sekolah akan terus memberikan dukungan terhadap proses tersebut. “Sekolah siap mendukung rencana tindak lanjut dari alumni peserta diklat agar hasil pembelajaran selama mengikuti program di BMTI dapat memberikan dampak yang lebih luas di sekolah,” ujarnya.
Melalui pendampingan implementasi hasil pelatihan dan Evaluasi Dampak Pelatihan, BBPPMPV BMTI bersama SMKN Jateng di Semarang terus mendorong agar pengembangan kompetensi guru menghasilkan perubahan nyata. Pelatihan tidak berhenti ketika peserta kembali dari tempat diklat, tetapi berlanjut melalui penerapan RTL, diseminasi pengetahuan, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara BBPPMPV BMTI dan satuan pendidikan vokasi dalam memastikan Program Upskilling dan Reskilling PTK Vokasi memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru dapat terus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan budaya kerja, dan pengalaman belajar yang semakin relevan bagi siswa SMKN Jateng di Semarang.

Beri Komentar