Jumat, 02-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Devien Brilian Majied Raih Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang 2026

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Prestasi

SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMKN Jateng di Semarang dalam bidang seni Islam. Devien Brilian Majied, murid kelas XI TKP, berhasil meraih Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra pada Lomba MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan sekolah dalam mengembangkan potensi murid, khususnya pada bidang seni kaligrafi dan seni Islami.

Pencapaian Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026 tersebut diraih melalui kompetisi yang dilaksanakan secara daring. Dalam perlombaan ini, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan karya kaligrafi yang memiliki nilai estetika, tetapi juga harus mengikuti ketentuan dan tahapan pengerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui dokumentasi.

Proses pengerjaan karya kaligrafi berlangsung selama tiga hari. Karena lomba diselenggarakan secara daring, setiap tahapan pengerjaan dilakukan dengan perekaman sebagai bukti proses pembuatan karya. Dokumentasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lomba karena menunjukkan bahwa karya yang dikumpulkan dikerjakan oleh peserta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Bagi Devien, proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Ia harus menjaga konsentrasi dan ketelitian selama menyelesaikan karya, sekaligus memastikan setiap tahapan pengerjaan dapat terdokumentasikan dengan baik. Kaligrafi menuntut ketekunan, kesabaran, penguasaan teknik, serta kemampuan mengolah unsur tulisan Arab menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai keindahan.

Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra Menjadi Bukti Pembinaan Seni Islam

Pembimbing Devien, Nur Khamim dan Iga Astikafitri, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil positif dari proses pembinaan murid di bidang seni Islam. Prestasi yang diraih Devien juga memperlihatkan bahwa potensi murid dalam bidang seni keagamaan dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“Prestasi ini merupakan hal baik yang dicapai dalam pembinaan murid dalam bidang seni Islam. Tiap tahun seni kaligrafi memang menjadi salah satu andalan dalam meraih prestasi. Prestasi ini juga akan menjadi acuan dalam melakukan pembinaan berikutnya,” ujar Nur Khamim dan Iga Astikafitri.

Menurut pembimbing, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Devien, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pembinaan prestasi di SMKN Jateng di Semarang. Kaligrafi selama ini menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan bakat dan minat murid.

Pengalaman mengikuti Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang 2026 juga menjadi bahan evaluasi bagi pembimbing untuk melihat berbagai aspek yang masih dapat dikembangkan. Mulai dari penguasaan teknik, ketelitian, kreativitas, manajemen waktu, hingga kesiapan mental dalam mengikuti kompetisi secara daring menjadi bagian dari proses pembinaan berikutnya.

Dengan demikian, prestasi Juara 3 yang diraih Devien tidak dipandang sebagai hasil akhir. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan agar murid dapat terus mengembangkan kemampuan dan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika mengikuti kompetisi pada kesempatan berikutnya.

Penghargaan Juara 3 MAPSI SMK Kota Semarang Diserahkan dalam Upacara

Penghargaan atas prestasi Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026 diberikan kepada Devien setelah pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd.

Momentum pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan apresiasi kepada murid yang telah membawa nama baik sekolah melalui prestasi. Penghargaan di hadapan warga sekolah sekaligus menjadi motivasi bagi murid lain untuk berani mengembangkan potensi dan mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan bakat masing-masing.

Devien Brilian Majied mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian tersebut. Bagi dirinya, prestasi yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk membawa nama baik sekolah.

“Saya senang atas prestasi ini dan bisa membawa nama baik SMKN Jateng di Semarang,” ungkap Devien Brilian Majied.

Capaian tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi Devien. Proses mengikuti lomba secara daring dengan waktu pengerjaan selama tiga hari memberikan pengalaman tentang pentingnya kedisiplinan, ketelitian, konsistensi, dan kemampuan menyelesaikan karya sesuai batas waktu.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih oleh muridnya. Ia juga mendorong agar capaian tersebut tidak berhenti pada satu prestasi, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat kemampuan dan potensi peserta didik.

Ardan mengajak seluruh murid untuk terus memperkuat kapabilitas sehingga mampu menjadi generasi yang berprestasi. “Mari kita perkuat kapabilitas murid untuk menjadi Sang Juara,” ujar Ardan Sirodjuddin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar prestasi yang diraih Devien dapat menginspirasi murid lainnya. Sekolah memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, termasuk bidang akademik, keterampilan, olahraga, seni, maupun seni keagamaan.

MAPSI dan Pengembangan Potensi Seni Islami Siswa

Lomba MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026 menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. MAPSI merupakan singkatan dari Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami, yang menjadi ajang kompetisi bagi siswa untuk mengembangkan potensi pengetahuan keagamaan sekaligus kreativitas seni Islami.

Penyelenggaraan MAPSI memiliki sejumlah tujuan, antara lain mengembangkan potensi siswa dalam pengetahuan agama Islam dan seni Islami, menumbuhkan karakter peserta didik yang cerdas dan berakhlak mulia, serta membangun sikap sportivitas dalam berkompetisi. Ajang tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antarsiswa dari berbagai sekolah.

Dalam pelaksanaannya, kompetisi MAPSI dapat diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten atau kota, hingga tingkat provinsi sesuai dengan jenjang dan ketentuan penyelenggara. Berbagai cabang yang diperlombakan mencakup bidang keagamaan dan seni Islami, seperti Cerdas Cermat Islam (CCI), tahfidz, tartil Al-Qur’an, pidato atau khitobah, cerita Islami, kaligrafi, hingga adzan.

Cabang kaligrafi menjadi salah satu bidang yang memadukan kemampuan keagamaan dengan keterampilan seni. Peserta dituntut memiliki kemampuan menulis huruf Arab secara artistik sekaligus memahami ketepatan bentuk, komposisi, kerapian, dan estetika karya. Karena itu, proses pembinaan membutuhkan latihan yang konsisten dan pendampingan yang berkelanjutan.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, keberhasilan Devien Brilian Majied meraih Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026 menjadi tambahan catatan positif dalam pengembangan prestasi murid. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan dan pembinaan di sekolah dapat memberikan ruang bagi murid untuk berkembang melalui berbagai bidang sesuai potensi yang dimiliki.

Prestasi Devien diharapkan menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan masing-masing. Bagi sekolah, penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembinaan secara terarah, mengevaluasi proses yang telah berjalan, serta membuka peluang lebih luas bagi murid untuk mengukir prestasi.

Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan, SMKN Jateng di Semarang berkomitmen memberikan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan kapabilitasnya. Prestasi Juara 3 Lomba Seni Kaligrafi Al-Qur’an Putra MAPSI SMK Kota Semarang Tahun 2026 yang diraih Devien Brilian Majied menjadi salah satu bukti bahwa ketekunan, pembinaan, dan kesempatan untuk berkompetisi dapat menghasilkan capaian positif sekaligus membawa nama baik sekolah.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan