SEMARANG – Pelaksanaan gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid kelas XII SMKN Jawa Tengah di Semarang berlangsung lancar selama empat hari, pada 5–8 Oktober. Kegiatan ini berjalan di tengah pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang sedang dijalani para murid. Meski harus membagi waktu antara kegiatan PKL dan persiapan akademik, murid kelas XII tetap menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi gladi TKA.
Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan gladi TKA berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan perangkat dan sistem berbasis komputer hingga pengaturan waktu yang sesuai dengan jadwal setiap sesi. Kelancaran tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenali alur pelaksanaan TKA sekaligus mempersiapkan diri menghadapi asesmen yang sesungguhnya pada akhir Oktober mendatang.
Gladi TKA menjadi salah satu tahapan penting bagi murid kelas XII untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya berlatih mengerjakan soal, tetapi juga membiasakan diri menggunakan sistem Computerized Adaptive Test (CAT), mengenali karakteristik soal, serta memahami pengelolaan waktu selama ujian berlangsung.
Kelancaran gladi TKA selama empat hari di SMKN Jateng di Semarang terlihat dari kesiapan sistem, pelaksanaan setiap sesi, serta ketepatan pengaturan waktu. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar murid dapat mengikuti simulasi sesuai dengan mekanisme yang akan diterapkan pada pelaksanaan TKA mendatang.
Melalui gladi ini, murid kelas XII mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan sistem ujian berbasis komputer. Mereka dapat memahami tahapan pengerjaan soal, menyesuaikan diri dengan tampilan dan mekanisme sistem CAT, serta mempelajari bentuk dan substansi materi yang diujikan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu murid mengurangi kebingungan teknis dan meningkatkan kesiapan ketika mengikuti ujian sesungguhnya.
Selain aspek teknis, gladi TKA juga menjadi kesempatan bagi murid untuk melatih konsentrasi, ketelitian, dan kedisiplinan dalam mengerjakan soal sesuai batas waktu yang tersedia. Alokasi waktu selama gladi disesuaikan dengan durasi pengerjaan pada pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Dengan demikian, murid dapat mengukur kemampuan mengelola waktu sekaligus membangun kebiasaan mengerjakan soal secara terarah.
Meskipun kegiatan yang diikuti masih berupa gladi, murid tetap berusaha mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh. Keseriusan ini menjadi bagian dari proses persiapan agar mereka tidak hanya memahami mekanisme ujian, tetapi juga mulai mengenali kemampuan akademik serta aspek materi yang masih perlu ditingkatkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN Jateng di Semarang, Laely Rohmatin Apriliani, menyampaikan bahwa pelaksanaan PKL tidak mengurangi perhatian dan antusiasme murid kelas XII dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA. Menurutnya, para murid tetap menunjukkan semangat belajar, baik melalui kegiatan mandiri maupun pendampingan yang difasilitasi oleh sekolah.
“Meskipun murid kelas XII tengah melaksanakan PKL, atensi dan antusiasme anak-anak mengikuti gladi TKA tetap tinggi. Mereka belajar sangat giat, baik secara mandiri maupun terbimbing oleh guru melalui kegiatan pendampingan TKA di sela-sela waktu gladi ataupun program pendampingan setiap hari Sabtu,” ujar Laely Rohmatin Apriliani.
Upaya pendampingan tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah untuk membantu murid mempersiapkan diri secara lebih terarah. Sekolah memberikan ruang bagi murid untuk tetap belajar di tengah kegiatan PKL, dengan menyesuaikan pola pendampingan terhadap waktu dan kondisi yang tersedia. Guru turut berperan dalam memberikan bimbingan, memperkuat pemahaman materi, serta membantu murid mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu dipelajari lebih mendalam.
Tidak hanya melalui pendampingan langsung, sekolah juga menyediakan modul pembelajaran yang disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran. Modul tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar mandiri oleh murid di asrama setelah menyelesaikan kegiatan PKL. Dengan adanya bahan belajar ini, murid diharapkan tetap memiliki panduan untuk mengulang materi, memperdalam pemahaman, dan berlatih mengerjakan soal secara berkelanjutan.
Penyediaan modul dan pelaksanaan pendampingan secara berkala menunjukkan bahwa persiapan TKA tidak hanya bergantung pada kegiatan gladi. Proses belajar yang konsisten, dukungan guru, serta kedisiplinan murid dalam memanfaatkan waktu belajar menjadi unsur penting untuk membangun kesiapan akademik. Sekolah berupaya memastikan bahwa kesibukan PKL tetap dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kemampuan murid.
Pelaksanaan gladi TKA pada 5–8 Oktober menjadi tahap persiapan sebelum murid kelas XII mengikuti TKA yang dijadwalkan pada 26–29 Oktober untuk gelombang pertama. Dengan rentang waktu tersebut, murid masih memiliki kesempatan untuk mengevaluasi pengalaman selama gladi, memperbaiki strategi pengerjaan soal, dan memantapkan pemahaman terhadap materi yang akan diujikan.
Kesamaan alokasi waktu antara gladi dan pelaksanaan TKA mendatang juga memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai kondisi ujian. Murid dapat berlatih mengatur tempo pengerjaan, menentukan prioritas dalam menjawab soal, dan menjaga konsentrasi hingga sesi berakhir. Pemahaman terhadap sistem ujian sejak tahap gladi diharapkan dapat membantu murid mengikuti pelaksanaan TKA dengan lebih siap.
Laely menegaskan bahwa berbagai upaya pendampingan yang dilakukan sekolah diarahkan untuk meningkatkan kesiapan murid dalam menghadapi TKA. Sekolah berharap dukungan pembelajaran yang diberikan dapat membantu murid mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Upaya pendampingan TKA dilakukan supaya murid kelas XII lebih siap lagi menghadapi TKA, dengan harapan dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” jelas Laely.
Harapan tersebut menjadi dorongan bagi sekolah dan murid untuk terus mengoptimalkan persiapan menjelang pelaksanaan TKA. Bagi murid, gladi bukan sekadar latihan teknis, melainkan kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, mengukur kesiapan, serta memperkuat kebiasaan belajar secara mandiri dan terarah.
Dengan berjalannya gladi TKA selama empat hari secara lancar, SMKN Jateng di Semarang terus mendorong murid kelas XII agar memanfaatkan waktu persiapan yang tersedia secara optimal. Dukungan guru, modul pembelajaran, pendampingan rutin, dan kesungguhan murid diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadapi TKA pada 26–29 Oktober mendatang.
Di tengah tanggung jawab menjalani PKL, semangat murid untuk tetap belajar menjadi bagian penting dari proses persiapan tersebut. Sekolah berharap seluruh rangkaian upaya ini dapat mendukung kesiapan akademik murid sehingga mereka mampu mengikuti TKA dengan percaya diri dan memperoleh hasil yang optimal.

Beri Komentar