Senin, 05-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Gladi TKA Tahun 2026, 117 Murid SMKN Jateng di Semarang Ikuti Ujian Daring dengan Antusias

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Sebanyak 117 murid kelas XII SMKN Jateng di Semarang mengikuti Gladi TKA Tahun 2026 pada 5–8 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pada gelombang pertama tersebut dilaksanakan secara mandiri dengan moda full online sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026.

Pelaksanaan Gladi TKA Tahun 2026 di SMKN Jateng di Semarang digelar dalam dua sesi setiap harinya. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, sekolah memanfaatkan tiga laboratorium komputer pada setiap sesi. Pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti gladi secara tertib, terukur, dan sesuai dengan ketentuan teknis penyelenggaraan.

Pada hari pertama, Senin, 5 Oktober 2026, materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia Wajib, Literasi, serta Survei Karakter. Peserta mendapatkan alokasi waktu selama 75 menit untuk mengerjakan setiap sesi. Melalui gladi ini, murid tidak hanya dipersiapkan dari sisi akademik, tetapi juga dibiasakan dengan mekanisme, sistem, dan suasana pelaksanaan TKA berbasis komputer.

Gladi TKA Tahun 2026 Menjadi Persiapan Strategis Murid Kelas XII

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN Jateng di Semarang, Laely Rohmatin Apriliani, mengatakan seluruh murid kelas XII yang terdaftar sebagai peserta TKA Tahun 2026 memiliki alasan kuat untuk mempersiapkan diri secara optimal. Menurutnya, hasil TKA memiliki nilai strategis karena dapat menjadi salah satu aset bagi murid dalam merencanakan masa depan pendidikan dan karier.

“Semua murid kelas XII terdaftar sebagai peserta TKA Tahun 2026 karena hasil TKA menjadi aset strategis untuk masuk perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, serta mendukung peluang mendapatkan beasiswa,” ujar Laely.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA Tahun 2026 juga memiliki relevansi yang kuat bagi peserta didik SMK. Sistem yang diterapkan dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kompetensi dan bidang keahlian yang dimiliki siswa vokasi.

“Bagi siswa SMK, TKA 2026 telah dirancang agar adil dan kontekstual. Kemendikdasmen menyediakan 50 mata pelajaran pilihan baru, sehingga totalnya menjadi 69 mata pelajaran, khusus untuk mengakomodasi keragaman jurusan,” jelasnya.

Laely menambahkan, penyesuaian juga dilakukan pada mata pelajaran Matematika wajib bagi siswa SMK. Materi tersebut dibedakan berdasarkan tiga rumpun keahlian, yakni Sains, Ekonomi, serta Sosial Humaniora. Dengan demikian, kompetensi yang diukur diharapkan memiliki keterkaitan dengan pilihan masa depan peserta didik.

“Relevansinya sangat penting karena masa depan siswa SMK tidak hanya melanjutkan studi, tetapi juga dapat langsung bekerja maupun berwirausaha. Karena itu, murid SMKN Jateng perlu mengikuti dan mempersiapkan TKA dengan sungguh-sungguh,” tegas Laely.

TKA dan AN Tahun 2026 Terintegrasi untuk Efisiensi Siswa

Pelaksanaan TKA dan AN Tahun 2026 di SMKN Jateng di Semarang berpedoman pada sejumlah regulasi pemerintah. Di antaranya Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional, serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional.

Selain itu, pelaksanaan juga mengacu pada Keputusan Kepala BKPDM Nomor 017/F/AN/2026 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional bagi penyelenggara tingkat pusat, penyelenggara tingkat daerah, dan pelaksana tingkat satuan pendidikan.

Pada pelaksanaannya, TKA dan AN Tahun 2026 dirancang secara terintegrasi dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan beban peserta didik. Penggabungan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ke dalam kerangka TKA membuat siswa tidak perlu menghadapi dua gelombang ujian secara terpisah.

Pola tersebut memberikan pengalaman asesmen yang lebih efisien bagi peserta didik. Jadwal juga disusun lebih berpihak kepada siswa dengan pengaturan satu mata pelajaran wajib per hari yang diintegrasikan dengan komponen AN, khususnya literasi dan numerasi.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, pelaksanaan Gladi TKA Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan teknis dan akademik sebelum pelaksanaan asesmen sesungguhnya. Murid dibiasakan menggunakan perangkat komputer, mengikuti alur ujian secara daring, mengatur waktu pengerjaan, sekaligus memahami karakteristik soal yang akan dihadapi.

Tetap Optimistis Meski Berlangsung Bersamaan dengan PKL

Antusiasme mengikuti Gladi TKA Tahun 2026 juga terlihat dari 117 murid SMKN Jateng di Semarang. Mereka tetap mengikuti rangkaian persiapan dengan penuh optimisme meskipun pelaksanaan TKA berlangsung di tengah kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Kesibukan menjalani PKL tidak menyurutkan komitmen para murid untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA. Berbagai strategi dilakukan sekolah dan murid, mulai dari pembelajaran daring hingga pembelajaran luring. Kegiatan persiapan tersebut dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap mempertimbangkan jadwal dan tanggung jawab siswa selama menjalani PKL.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik. Mereka harus mampu membagi waktu antara kegiatan pembelajaran di sekolah, persiapan TKA, serta pengalaman praktik langsung di dunia kerja. Namun, situasi tersebut justru menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengelola waktu.

Para murid SMKN Jateng di Semarang menunjukkan komitmen untuk mempersiapkan TKA secara sungguh-sungguh. Mereka berharap hasil asesmen yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk mencapai cita-cita, baik melalui jalur perguruan tinggi, dunia kerja, maupun kewirausahaan.

Dipantau Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II

Pelaksanaan Gladi TKA di SMKN Jateng di Semarang juga mendapatkan pemantauan dari Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Andang Fitriadi, SE, M.Si. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai ketentuan serta kesiapan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan asesmen berbasis komputer.

Dalam kesempatan tersebut, Andang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia TKA SMKN Jateng di Semarang yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik.

“Terima kasih kepada segenap panitia TKA SMKN Jateng di Semarang yang telah bekerja keras mempersiapkan gladi TKA,” ujar Andang.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi seluruh panitia dan warga sekolah untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan hingga seluruh rangkaian TKA dan AN Tahun 2026 selesai.

Melalui Gladi TKA Tahun 2026, SMKN Jateng di Semarang tidak hanya mempersiapkan murid menghadapi asesmen akademik, tetapi juga membangun kesiapan mereka dalam menghadapi tahapan pendidikan dan karier berikutnya. Dengan dukungan sekolah, guru, orang tua, serta semangat para murid, pelaksanaan TKA diharapkan dapat berlangsung lancar dan memberikan hasil terbaik.

Sebanyak 117 murid yang mengikuti gladi diharapkan mampu menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapan sebelum menghadapi pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Semangat untuk belajar, berlatih, mengatur waktu, dan percaya diri menjadi modal penting agar murid SMKN Jateng di Semarang mampu meraih hasil dengan predikat terbaik sekaligus melangkah menuju masa depan sesuai pilihan dan kompetensinya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan