SEMARANG — Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi perpustakaan sekolah terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan yang dilaksanakan di SMK Ibu Kartini Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik dalam mengembangkan aplikasi manajemen perpustakaan berbasis web. Pelatihan diikuti oleh tim IT maupun pustakawan dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Semarang yang memiliki kebutuhan untuk memperkuat sistem administrasi perpustakaan agar lebih tertata, sistematis, terdokumentasi, dan kredibel.
Melalui Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep pengelolaan perpustakaan secara digital, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan dan penerapan aplikasi. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk membantu sekolah mengelola berbagai kebutuhan perpustakaan, mulai dari data buku, data anggota, transaksi peminjaman dan pengembalian, hingga administrasi lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala SMK Ibu Kartini Semarang, Muhdlor, M.Pd., sebagai pemateri. Dari SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, kegiatan tersebut diikuti oleh Maulana Muhammad Fathul Alim, S.Pd., sebagai perwakilan sekolah.
Kebutuhan terhadap sistem administrasi perpustakaan yang rapi menjadi salah satu alasan utama pelaksanaan kegiatan. Pengelolaan perpustakaan tidak lagi cukup dilakukan secara manual, terutama ketika sekolah harus menyediakan data dan dokumen administrasi secara cepat, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi tersebut semakin penting dalam menghadapi berbagai proses penilaian sekolah yang membutuhkan kesiapan administrasi, termasuk aspek pengelolaan perpustakaan. Karena itu, Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan diarahkan untuk memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh sekolah sesuai kebutuhannya.
Dengan sistem berbasis web, data perpustakaan dapat dikelola secara lebih terstruktur. Data buku, anggota, maupun transaksi peminjaman dan pengembalian dapat terdokumentasi dalam satu sistem sehingga memudahkan pustakawan dalam melakukan pengelolaan dan penelusuran data.
Aplikasi tersebut juga diharapkan dapat membantu sekolah membangun budaya administrasi yang lebih tertib. Data yang sebelumnya berpotensi tersebar dalam berbagai catatan dapat dihimpun dalam sistem yang terintegrasi sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan bimbingan secara bertahap, mulai dari membuat struktur database, mengintegrasikan data, membangun fungsi aplikasi, hingga memahami cara menggunakan aplikasi dengan benar.
Salah satu hal menarik dalam Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan adalah pemanfaatan ekosistem Google sebagai teknologi pendukung pengembangan aplikasi. Pendekatan tersebut memungkinkan sekolah mengembangkan aplikasi dengan memanfaatkan perangkat yang relatif mudah diakses dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
Google Spreadsheet digunakan sebagai basis data atau database untuk menyimpan dan mengelola informasi perpustakaan. Sementara itu, Google Apps Script dimanfaatkan sebagai server sekaligus backend aplikasi yang mengatur proses dan fungsi sistem.
Adapun bagian frontend atau antarmuka pengguna dikembangkan menggunakan HTML lokal. Melalui kombinasi tersebut, peserta diperkenalkan pada proses membangun sebuah aplikasi secara bertahap tanpa harus bergantung pada sistem yang kompleks.
Model pengembangan ini memberikan kesempatan kepada tim IT maupun pustakawan sekolah untuk memahami alur kerja aplikasi secara lebih menyeluruh. Peserta tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memperoleh pengetahuan dasar mengenai bagaimana sebuah sistem informasi perpustakaan dapat dibangun dan dikembangkan.
Muhdlor, M.Pd., selaku pemateri sekaligus Kepala SMK Ibu Kartini Semarang, memberikan pendampingan kepada peserta selama proses pelatihan. Materi diarahkan agar peserta dapat memahami hubungan antara kebutuhan administrasi perpustakaan dengan fitur yang dibangun dalam aplikasi.
Aplikasi manajemen perpustakaan yang dikembangkan dalam kegiatan ini memiliki sistem multi-level user. Fitur tersebut memungkinkan aplikasi digunakan oleh beberapa kelompok pengguna dengan hak akses yang berbeda sesuai dengan tugas dan kebutuhannya.
Pustakawan menjadi salah satu pengguna utama yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola data buku, data anggota, serta transaksi perpustakaan. Dengan adanya sistem tersebut, pekerjaan administrasi dapat dilakukan melalui satu platform yang lebih terorganisasi.
Sementara itu, anggota perpustakaan, baik siswa maupun guru, dapat melakukan login dan memanfaatkan fitur yang disediakan sesuai dengan hak akses masing-masing. Penerapan hak akses tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan sistem karena setiap pengguna memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda.
Selain pengelolaan data buku serta transaksi peminjaman dan pengembalian, aplikasi juga dirancang untuk mendukung kebutuhan administrasi pada akhir tahun ajaran. Salah satu fitur yang dikembangkan adalah pencetakan kartu bebas perpustakaan bagi siswa maupun anggota yang telah menyelesaikan kewajibannya.
Fitur tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mempercepat proses administrasi sekaligus menyediakan dokumentasi yang lebih tertib. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat sumber belajar, tetapi juga memiliki sistem administrasi yang mampu mendukung tata kelola sekolah secara keseluruhan.
Keikutsertaan SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang dalam Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan layanan pendidikan.
Perwakilan SMKN Jateng di Semarang, Maulana Muhammad Fathul Alim, S.Pd., mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat dikembangkan lebih lanjut di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada SMK Ibu Kartini Semarang atas inisiatif berbagi pengetahuan dan aplikasi dalam bidang pengelolaan perpustakaan digital.
“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada SMK Ibu Kartini atas inisiatif luar biasa berbagi aplikasi perpustakaan digital. Ini adalah bagian dari strategi SMKN Jateng di Semarang untuk meningkatkan digitalisasi pengelolaan perpustakaan sekolah,” ujar Ardan.
Menurutnya, kolaborasi dan berbagi praktik baik antarsekolah menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam pekerjaan administratif, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada warga sekolah.
Digitalisasi pengelolaan perpustakaan menjadi salah satu kebutuhan yang semakin relevan seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan administrasi sekolah. Sistem yang terstruktur dapat membantu sekolah menyediakan informasi secara lebih cepat, sekaligus menjaga dokumentasi agar tetap tertata.
Pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan di SMK Ibu Kartini Semarang menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari kebutuhan nyata di lingkungan sekolah. Pengembangan aplikasi tidak semata-mata bertujuan menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menyelesaikan persoalan administrasi yang selama ini dihadapi oleh pengelola perpustakaan.
Melalui aplikasi yang dikembangkan, sekolah memiliki peluang untuk mengelola data buku, anggota, transaksi peminjaman dan pengembalian, hingga administrasi bebas perpustakaan dalam sistem yang lebih terintegrasi.
Bagi pustakawan, sistem tersebut dapat membantu mengurangi pekerjaan administrasi yang berulang dan memudahkan pencarian data. Bagi siswa dan guru sebagai anggota perpustakaan, sistem digital juga dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih praktis dan terarah.
Lebih jauh, keberadaan aplikasi manajemen perpustakaan dapat menjadi bagian dari kesiapan sekolah dalam menghadapi proses penilaian. Dokumentasi yang rapi, data yang mudah ditelusuri, serta sistem administrasi yang kredibel menjadi modal penting dalam menunjukkan kualitas tata kelola sekolah.
Pelatihan yang berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, tersebut sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarsekolah di Semarang. Berbagi pengetahuan, teknologi, dan praktik baik menjadi langkah strategis untuk menciptakan layanan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan adanya Pelatihan Pembuatan Website Manajemen Perpustakaan, sekolah diharapkan mampu mengembangkan sistem pengelolaan perpustakaan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga berkelanjutan. Digitalisasi perpustakaan pada akhirnya bukan sekadar perubahan dari pencatatan manual menuju aplikasi, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola sekolah yang lebih modern, transparan, tertib, dan siap menghadapi kebutuhan pendidikan di era digital.

Beri Komentar