Jakarta – Program Kelas Industri BUMA School Periode 2025–2026 resmi memasuki tahap akhir melalui kegiatan Penutupan dan Apresiasi Program BUMA School yang diselenggarakan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di PT BUMA International Group (BIG), South Quarter Tower C Lantai 6, Jakarta Selatan, tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus merefleksikan pelaksanaan program yang telah mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan sekolah mitra, pengelola program, serta jajaran manajemen BUMA dan mitra pendukung. Rangkaian kegiatan meliputi workshop, penutupan, dan apresiasi Program BUMA School Periode 2025–2026.
Program Kelas Industri BUMA School Periode 2025–2026 merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara dunia industri dan satuan pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, karakter, serta kesiapan memasuki dunia kerja. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan antara sekolah dengan industri.
Dalam sambutannya, Albert Julian, Manager People Development sekaligus penanggung jawab BUMA School, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan sekolah yang telah hadir serta berbagai pihak yang mendukung terlaksananya program.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perwakilan sekolah yang hadir dalam acara ini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras sehingga rangkaian kegiatan BUMA School dapat berjalan dengan baik,” ujar Albert.
Menurutnya, perjalanan BUMA School selama periode 2025–2026 merupakan sesuatu yang membanggakan. Program yang telah dijalankan dinilai mampu memberikan manfaat, baik bagi perusahaan maupun bagi sekolah yang menjadi mitra.
“Perjalanan BUMA School ini sangat membanggakan dan kami berharap dapat terus memberikan manfaat bagi perusahaan dan sekolah. Program BUMA School juga sejalan dengan program 8+i,” katanya.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana dunia industri dapat mengambil peran dalam penguatan pendidikan vokasi. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang bersama, peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja sesungguhnya.
Sementara itu, Karen Ichsan dari PT Biru (Bisa Ruang Nuswantara) menegaskan bahwa BUMA School memiliki peran penting dalam menjembatani sekolah dengan industri. Menurutnya, keterhubungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri.
“BUMA School menjadi jembatan antara sekolah dengan industri. Melalui program seperti OJT, Bintalsik, dan TOT, kita berusaha mempersiapkan generasi muda agar memiliki bekal yang lebih baik,” ungkap Karen.
Ia menambahkan bahwa membekali generasi muda merupakan sebuah investasi jangka panjang. Pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan industri diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesiapan mental, karakter, dan kemampuan beradaptasi.
“Ketika kita membekali generasi muda, sesungguhnya kita sedang melakukan investasi untuk masa depan. Kita berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan ikut berkontribusi dalam membangun Indonesia,” lanjutnya.
Pelaksanaan kegiatan OJT atau On the Job Training, Bintalsik, serta TOT menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lingkungan, budaya, dan tuntutan dunia kerja. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik ketika nantinya melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia industri.
Direktur Utama BUMA, Nanang Rizal Akhyar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan BUMA School. Ia menilai program tersebut telah memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan sekaligus memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan perusahaan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung BUMA School. Program ini memberikan dampak bagi dunia pendidikan dan juga menjadi sesuatu yang berkelanjutan bagi perusahaan,” ujar Nanang.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan BUMA School akan terus mendapatkan evaluasi. Evaluasi tersebut diperlukan agar program yang dijalankan dapat semakin relevan dengan kebutuhan sekolah, peserta didik, maupun perkembangan dunia industri.
“Program ini akan terus kami evaluasi sehingga ke depan dapat menjadi semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tambahnya.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara BUMA dan sekolah tidak berhenti pada berakhirnya satu periode program. Sebaliknya, evaluasi dan pengembangan program menjadi bagian penting untuk memastikan kolaborasi sekolah dan industri dapat terus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu sekolah yang turut merasakan manfaat dari Program Kelas Industri BUMA School Periode 2025–2026 adalah SMKN Jateng di Semarang. Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT BUMA serta PT BIRU atas kerja sama yang telah diberikan melalui program kelas industri.
“SMKN Jateng di Semarang mengucapkan terima kasih kepada PT BUMA dan PT BIRU atas kerja sama dalam pelaksanaan kelas industri. Kami sangat terbantu dengan adanya Program BUMA School,” ujar Ardan.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia industri memberikan kesempatan kepada sekolah untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas dalam mengembangkan pembelajaran vokasi. Program tersebut juga membantu sekolah dalam mendekatkan proses pendidikan dengan kebutuhan kompetensi yang diperlukan di dunia kerja.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, keterlibatan dalam BUMA School menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat pendidikan vokasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar secara kontekstual melalui pengalaman yang diberikan oleh dunia industri.
Penutupan Program Kelas Industri BUMA School Periode 2025–2026 bukan sekadar penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali capaian, pengalaman, dan manfaat yang telah diperoleh selama program berlangsung.
Melalui kegiatan workshop, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya hubungan strategis antara sekolah dan industri. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai program inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan perwakilan pihak yang terlibat. Suasana kebersamaan tersebut menjadi penutup kegiatan sekaligus simbol kuatnya sinergi antara PT BUMA, PT BIRU, dan sekolah mitra.
Berakhirnya Program Kelas Industri BUMA School Periode 2025–2026 diharapkan bukan menjadi akhir dari kolaborasi, melainkan menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih kuat pada masa mendatang. Sinergi berkelanjutan antara dunia industri dan sekolah menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Beri Komentar