SEMARANG — SMKN Jateng di Semarang terus mematangkan persiapan pelaksanaan LongMarch 2026 melalui Rapat Koordinasi Kegiatan LongMarch 2026. Rapat yang berlangsung pada 21 September 2026 di Ruang Ava Pemesinan tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan koordinasi berbagai unsur sekolah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara aman, tertib, dan lancar.
Rapat Koordinasi Kegiatan LongMarch 2026 dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN Jateng di Semarang, Liliek Handoko. Kegiatan ini diikuti oleh wakil kepala sekolah, unsur manajemen, kepala program keahlian (kaprog), wali kelas X, perwakilan tim kesehatan, perwakilan pamong, koordinator guru normada, serta panitia LongMarch 2026.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas kesiapan teknis dan berbagai kebutuhan yang harus dipastikan sebelum kegiatan LongMarch dilaksanakan. Koordinasi lintas unsur sekolah dinilai penting karena kegiatan melibatkan peserta didik dalam jumlah besar dan membutuhkan kesiapan dari berbagai bidang, mulai dari kepanitiaan, kesehatan, pendampingan, transportasi, hingga mitigasi terhadap kondisi yang mungkin terjadi selama kegiatan.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan LongMarch 2026 dijadwalkan pada 8–9 November 2026 dan bertempat di Kolat Bantir, Sumowono. Jadwal tersebut mengalami perubahan dari rencana sebelumnya yang menetapkan pelaksanaan pada 15–16 Oktober 2026.
Perubahan jadwal dilakukan karena Kolat Bantir akan digunakan oleh TNI pada bulan Oktober. Kondisi tersebut membuat sekolah-sekolah tidak dapat menggunakan lokasi tersebut pada periode yang sebelumnya direncanakan. Oleh karena itu, panitia dan manajemen sekolah melakukan penyesuaian jadwal agar kegiatan tetap dapat dilaksanakan di lokasi yang telah dipersiapkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN Jateng di Semarang, Liliek Handoko, menegaskan bahwa koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
“Rapat ini merupakan sinergi untuk menguatkan kolaborasi agar pelaksanaan LongMarch berjalan dengan lancar,” ujar Liliek Handoko dalam rapat koordinasi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan pada saat pelaksanaan, tetapi juga oleh kesiapan dan komunikasi yang dibangun sejak tahap perencanaan. Karena itu, setiap unsur yang terlibat perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu berkoordinasi dengan unsur lainnya.
Dalam Rapat Koordinasi Kegiatan LongMarch 2026 tersebut, peserta rapat juga menyampaikan sejumlah masukan yang berkaitan dengan kesiapan teknis. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kepastian jumlah panitia yang akan terlibat dalam kegiatan. Data tersebut diperlukan untuk memastikan pembagian tugas, pendampingan peserta, serta kebutuhan operasional dapat dipersiapkan secara proporsional.
Aspek kesehatan juga menjadi pembahasan penting. Tim koordinasi memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga kesehatan tambahan selama pelaksanaan LongMarch. Kehadiran tenaga kesehatan yang memadai dinilai diperlukan untuk mengantisipasi peserta yang mengalami kelelahan, cedera, maupun kondisi kesehatan lainnya selama mengikuti kegiatan.
Selain itu, rapat membahas langkah mitigasi apabila terjadi hujan selama pelaksanaan LongMarch. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam kegiatan luar ruang. Panitia perlu menyiapkan skenario dan langkah antisipasi sehingga keselamatan peserta dan seluruh pihak yang terlibat tetap menjadi prioritas.
Penanganan terhadap peserta yang mengalami sakit juga menjadi bagian dari pembahasan. Mekanisme pendampingan dan penanganan peserta perlu dipastikan sejak awal agar ketika terjadi kondisi yang tidak diharapkan, panitia dan tim kesehatan dapat mengambil langkah secara cepat dan terkoordinasi.
Kebutuhan transportasi turut menjadi perhatian dalam rapat. Pengaturan transportasi harus dipersiapkan secara matang, baik berkaitan dengan mobilitas peserta maupun kebutuhan panitia dan tim pendukung. Perencanaan tersebut diharapkan dapat menghindari kendala transportasi yang berpotensi menghambat jalannya kegiatan.
Berbagai masukan yang muncul dalam rapat kemudian menjadi bahan untuk memperkuat persiapan LongMarch 2026. Setiap persoalan yang dibahas diarahkan untuk mendapatkan solusi dan pembagian tanggung jawab yang jelas sehingga pada saat pelaksanaan seluruh unsur dapat bekerja secara terkoordinasi.
Rapat berlangsung secara efisien dengan fokus pada sejumlah hal yang dianggap penting untuk segera dipersiapkan. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi masing-masing unsur untuk menyampaikan kebutuhan dan potensi kendala yang mungkin muncul selama kegiatan.
Koordinasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan seluruh pihak. Dengan adanya komunikasi sejak jauh hari, panitia dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan, melakukan penyesuaian, serta menyiapkan alternatif apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan.
LongMarch 2026 sendiri menjadi salah satu kegiatan yang membutuhkan kesiapan bersama karena melibatkan peserta didik, guru, pamong, tim kesehatan, panitia, dan unsur pendukung lainnya. Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
Setelah rapat koordinasi ini, panitia akan melanjutkan persiapan sesuai dengan hasil pembahasan. Sejumlah kebutuhan teknis akan kembali dipastikan menjelang hari pelaksanaan, termasuk jumlah personel, tenaga kesehatan, transportasi, serta skenario menghadapi kondisi cuaca dan peserta yang membutuhkan penanganan khusus.
Untuk memastikan kesiapan akhir, sekolah juga akan kembali menggelar rapat koordinasi menjelang pelaksanaan LongMarch 2026. Rapat lanjutan tersebut akan menjadi forum koordinasi akhir untuk mengecek seluruh kesiapan sebelum peserta diberangkatkan ke lokasi kegiatan.
Dengan jadwal pelaksanaan yang telah disesuaikan menjadi 8–9 November 2026 di Kolat Bantir, Sumowono, SMKN Jateng di Semarang memiliki waktu untuk mematangkan berbagai persiapan. Hasil Rapat Koordinasi Kegiatan LongMarch 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh panitia dan unsur pendukung untuk bekerja secara sinergis, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Beri Komentar