Jumat, 25-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Sholat Jumat di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng Bahas Cara Mendekatkan Hati kepada Allah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Sholat Jumat, 25 September 2026, di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng di Semarang berlangsung dengan khidmat. Bertindak sebagai khatib sekaligus imam, Ferry Nor Toha menyampaikan khutbah bertema pentingnya menjaga kedekatan hati dengan Allah SWT melalui introspeksi diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak amal saleh, berzikir, dan menjaga shalat berjamaah.

Dalam khutbah pertama, Ferry Nor Toha mengawali tausiah dengan mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ia mengingatkan bahwa kehidupan seorang muslim tidak hanya berkaitan dengan aktivitas lahiriah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi hati.

“Ketika seorang muslim merasakan bahwa hatinya mulai jauh dari Allah, maka langkah pertama yang perlu segera dilakukan adalah melakukan introspeksi terhadap diri sendiri,” ujar Ferry Nor Toha dalam khutbahnya pada Sholat Jumat, 25 September 2026.

Menurut Ferry, hati memiliki posisi penting dalam kehidupan seorang muslim. Berbagai bentuk ibadah, baik yang bersifat spiritual maupun sosial, membutuhkan keikhlasan agar amal tersebut memiliki nilai di sisi Allah SWT. Karena itu, ketika hati mulai terasa jauh dari Allah, seseorang perlu segera mengevaluasi dirinya dan melihat kembali sejauh mana ia telah menjalankan perintah Allah serta mengingat-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Sholat Jumat Ajak Jamaah Melakukan Introspeksi Diri

Ferry mengutip firman Allah SWT dalam Surat Thaha ayat 124 yang memberikan peringatan kepada manusia yang berpaling dari peringatan-Nya. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang berpaling dari Allah akan menghadapi kehidupan yang sempit.

Dalam khutbahnya, Ferry menjelaskan bahwa kehidupan yang sempit tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi materi. Jauhnya hati dari Allah juga dapat membuat seseorang kehilangan ketenangan batin. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum melakukan introspeksi dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

“Sudahkah kita melaksanakan perintah Allah dengan baik? Apakah selama ini kita telah lalai dari mengingat Allah sehingga hati kita menjadi sempit dan tidak tenang?” tuturnya.

Ferry juga menyampaikan penjelasan Imam At-Thabari dalam Jamiul Bayan mengenai makna berpaling dari Allah, yakni menjalani kehidupan dengan menyimpang dan tidak tunduk kepada perintah-Nya. Dari penjelasan tersebut, jamaah diajak memahami bahwa ketenangan hidup memiliki hubungan erat dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Meninggalkan Maksiat untuk Menjaga Kebersihan Hati

Langkah berikutnya yang disampaikan dalam khutbah adalah meninggalkan maksiat. Ferry menjelaskan bahwa dosa dan maksiat dapat menjadi salah satu sebab hati semakin jauh dari Allah. Ia menggambarkan hati manusia seperti kertas putih yang dapat ternoda ketika seseorang melakukan kemaksiatan.

Apabila kemaksiatan terus dilakukan tanpa disertai taubat, noda tersebut akan semakin banyak dan pada akhirnya dapat menutupi hati. Dalam konteks tersebut, Ferry mengutip Surat Al-Muthaffifin ayat 14 yang menjelaskan tentang perbuatan manusia yang menutupi hati.

Ferry juga mengutip penjelasan Syekh Nawawi Banten dalam Tafsir Marah Labid mengenai hubungan dosa dengan kondisi hati. Menurut penjelasan yang disampaikan dalam khutbah, setiap dosa yang dilakukan seorang hamba dapat meninggalkan titik hitam di dalam hati. Jika dosa terus dilakukan, titik-titik tersebut semakin banyak hingga menutupi hati.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak menganggap ringan perbuatan dosa. Sebaliknya, setiap kesalahan perlu diikuti dengan kesadaran untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Memperbanyak Amal Saleh dan Zikir

Selain melakukan introspeksi dan meninggalkan maksiat, Ferry mengajak jamaah memperbanyak amal saleh. Ia menegaskan bahwa amal saleh tidak hanya berupa ibadah yang bersifat spiritual, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.

Amal saleh juga dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial. Berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, membantu sesama, serta memperbaiki hubungan dengan kerabat dan tetangga merupakan bagian dari perbuatan baik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semakin banyak amal saleh yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, insyaallah hati akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan,” kata Ferry.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Zikir, menurutnya, bukan sekadar mengucapkan kalimat-kalimat zikir dengan lisan, tetapi juga menghadirkan hati, memahami maknanya, dan mengharapkan rida Allah SWT.

Ferry mengutip Surat Ar-Ra’d ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati orang-orang beriman menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari khutbah karena ketenangan hati menjadi salah satu tema utama yang ditekankan kepada jamaah.

Menjaga Shalat Berjamaah

Pada bagian berikutnya, Ferry mengajak jamaah untuk memperbanyak dan menjaga shalat berjamaah. Menurutnya, shalat berjamaah tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persaudaraan sesama Muslim.

Ia menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan shalat berjamaah dibandingkan shalat sendirian. Melalui shalat berjamaah, seseorang tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama.

Bagi lingkungan sekolah, pesan tersebut juga memiliki nilai penting dalam membangun kebiasaan positif. Aktivitas keagamaan yang dilakukan secara bersama-sama dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Mendekatkan Hati kepada Allah

Mengakhiri khutbah pertama, Ferry kembali merangkum langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika hati mulai terasa jauh dari Allah SWT. Jamaah diajak segera melakukan introspeksi diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak amal saleh, memperbanyak zikir, dan menjaga shalat berjamaah.

“Jangan biarkan keadaan itu berlarut-larut. Mari kita segera melakukan introspeksi diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak amal saleh, memperbanyak zikir, dan menjaga shalat berjamaah,” pesan Ferry kepada jamaah.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi ikhtiar untuk membersihkan hati dari dosa, menghadirkan ketenangan dalam kehidupan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui Sholat Jumat, 25 September 2026, di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng di Semarang, jamaah tidak hanya diajak melaksanakan kewajiban ibadah, tetapi juga melakukan perenungan terhadap kehidupan sehari-hari. Pesan khutbah menjadi pengingat bahwa kedekatan kepada Allah perlu diwujudkan melalui ketaatan, kebersihan hati, amal saleh, zikir, serta hubungan baik dengan sesama.

Khutbah kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya, serta mengisi kehidupan dengan ketakwaan.

Ferry berharap jamaah termasuk golongan hamba Allah yang memiliki hati bersih, tenang, dan senantiasa dekat dengan-Nya. Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Sholat Jumat, 25 September 2026 di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng di Semarang.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan