Semarang — Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan melalui kolaborasi antarlembaga. Pada Rabu, 25 Januari 2025, Sekolah Rakyat Kota Semarang melakukan kunjungan belajar ke SMKN Jateng di Semarang guna menggali praktik baik dalam pengelolaan sekolah berasrama. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung terkait sistem keasramaan serta mekanisme penerimaan murid baru yang telah terbukti berjalan efektif.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN Jateng di Semarang ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat Kota Semarang. Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah tuan rumah yang kemudian memaparkan berbagai aspek pengelolaan pendidikan berbasis asrama, mulai dari pembinaan karakter, penguatan disiplin, hingga integrasi pembelajaran teori dan praktik.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak meninjau langsung fasilitas asrama, ruang belajar, serta sarana praktik yang menunjang kompetensi siswa. Selain itu, diskusi mendalam juga dilakukan terkait sistem seleksi penerimaan peserta didik baru yang dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan SMKN Jateng dalam mencetak lulusan berkualitas.
Kepala Sekolah Rakyat Kota Semarang, Ridho Irwanto, menyampaikan apresiasinya terhadap sistem yang diterapkan di SMKN Jateng. Ia menilai bahwa pengelolaan sekolah berasrama di institusi tersebut telah berjalan sangat baik dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“SMK Jateng merupakan sekolah berasrama yang sangat bagus dalam pengelolaannya. Selain itu, manajemen seleksi yang baik juga sangat menentukan kualitas input siswa yang didapat,” ujar Ridho Irwanto dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.
Menurut Ridho, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan referensi penting dalam pengembangan Sekolah Rakyat Kota Semarang ke depan, khususnya dalam merancang sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Sementara itu, perwakilan SMKN Jateng di Semarang, Agista Rizki Dermara, turut mengungkapkan pandangannya terkait praktik baik yang diterapkan oleh SMKN Jateng. Ia menilai bahwa sistem pengelolaan yang terintegrasi antara pembelajaran dan kehidupan asrama menjadi nilai tambah yang patut dicontoh.
“Praktik baik SMKN Jateng di Semarang dalam pengelolaan sekolah berasrama, pembelajaran teori dan praktik, serta sistem penerimaan murid baru bisa dicontoh dan diterapkan di Sekolah Rakyat. Program ini sangat bagus untuk masyarakat prasejahtera agar bisa meraih pendidikan berkualitas dan mengubah nasib menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Agis.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang diterapkan SMKN Jateng mampu menjawab tantangan pendidikan saat ini, khususnya dalam menciptakan lulusan yang siap kerja sekaligus memiliki karakter kuat.
Pihak SMKN Jateng di Semarang sendiri menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari komitmen berbagi praktik baik kepada institusi pendidikan lain. Mereka berharap pengalaman yang dibagikan dapat memberikan manfaat nyata dan menginspirasi pengembangan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara SMKN Jateng di Semarang dan Sekolah Rakyat Kota Semarang dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Dengan mengedepankan praktik baik yang telah teruji, Sekolah Rakyat Kota Semarang optimistis dapat mengembangkan model pendidikan yang tidak hanya memberikan akses, tetapi juga kualitas, sehingga mampu mencetak generasi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Beri Komentar