Semarang – Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Semarang kembali menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Semarang. Seleksi yang berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 ini menjadi tahapan lanjutan bagi para peserta yang sebelumnya telah melewati tes kesehatan, Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Kegiatan seleksi tersebut diikuti oleh sejumlah pelajar terbaik dari berbagai sekolah, termasuk siswa-siswi kelas 10 dari SMKN Jawa Tengah di Semarang. Para peserta tampak antusias dan menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tahapan seleksi yang semakin ketat demi meraih kesempatan bergabung dalam tim Paskibraka Kota Semarang.
Wakil Kepala Kesiswaan SMKN Jateng, Mas Liliek, menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan proses penting untuk menjaring siswa-siswi terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam seleksi ini membutuhkan kesiapan menyeluruh dari para peserta.
“Seleksi ini merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya, yaitu tes kesehatan, TIU, dan TWK. Kami berharap siswa yang mengikuti seleksi ini dapat menampilkan performa terbaiknya sehingga memiliki peluang besar untuk masuk dalam tim Paskibraka, bahkan hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Mas Liliek.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tahun sebelumnya menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa. Pada tahun 2025, SMKN Jateng berhasil mengirimkan satu perwakilan ke tim Paskibraka Kota Semarang melalui proses seleksi yang ketat, yaitu Johand Hattaya Rizki.
“Tahun lalu, Johand Hattaya Rizki berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Kota Semarang. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi adik-adik kelasnya. Kami berharap tahun ini akan lebih banyak siswa yang mampu lolos dan mengharumkan nama sekolah,” lanjutnya.
Dalam seleksi yang digelar Sabtu tersebut, tercatat sepuluh siswa kelas 10 SMKN Jateng turut ambil bagian. Mereka adalah Herdiyana Rafly Karuniawan dari kelas X-TKP, Adnan Firmansyah dan Rafi Alhanam Ramadan dari kelas X-TEI, Firdaus Nur Aulia dan Arsyavin Najafi Al Faqih dari kelas X-TITL, Muhammad Baskara Risky Nufan dan Azkanio Hutama Putra dari kelas X-TP, serta Wisnu Haryo Samudro, Agus Rizqi Nukhian, dan Aksa Yudi Prasetiyo dari kelas X-TKR.
Para peserta tidak berjuang sendiri. Mereka didampingi oleh dua siswa senior, yaitu Johand Hattaya Rizki dari kelas XI TKR yang merupakan anggota Paskibraka Kota Semarang tahun 2025, serta M Luthfi Nur Aristia dari kelas XI TKR. Kehadiran para pendamping ini memberikan motivasi sekaligus arahan teknis bagi peserta selama proses seleksi berlangsung.
Johand Hattaya Rizki mengaku bangga dapat kembali terlibat dalam proses seleksi, kali ini sebagai pendamping. Ia berharap pengalamannya dapat membantu adik-adik kelasnya untuk lebih siap menghadapi setiap tahapan.
“Saya berharap teman-teman bisa lebih percaya diri dan maksimal dalam setiap tes. Pengalaman saya tahun lalu bisa menjadi gambaran bahwa prosesnya memang tidak mudah, tapi sangat mungkin untuk dilalui dengan usaha dan disiplin,” ungkap Johand.
Selain pendamping, kegiatan ini juga berada di bawah pembinaan langsung Bapak Rifai selaku pamong SMKN Jateng di Semarang. Ia menekankan pentingnya sikap disiplin, kerja keras, serta semangat nasionalisme dalam mengikuti seleksi Paskibraka.
Menurutnya, seleksi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan fisik dan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas dan cinta tanah air.
“Paskibraka adalah simbol kehormatan. Mereka yang terpilih bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama daerah. Karena itu, kami terus membina siswa agar tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental dan sikap,” jelas Rifai.
Seleksi Paskibraka Kota Semarang tahun ini diharapkan mampu menjaring calon-calon terbaik yang nantinya akan bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan persaingan yang semakin ketat, para peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di setiap tahapan.
Semangat dan optimisme terpancar dari para siswa SMKN Jateng yang mengikuti seleksi. Mereka tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga harapan sekolah untuk kembali mencetak prestasi di tingkat kota, bahkan hingga provinsi dan nasional.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan dari sekolah dan para pembina, peluang untuk melanjutkan tradisi prestasi tetap terbuka lebar. Tahun ini, harapan besar kembali disematkan agar lebih banyak siswa SMKN Jateng yang mampu lolos dan mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan.

Beri Komentar