SEMARANG — SMKN Jateng di Semarang terus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Mekahydro Jaya Teknik (MJT). Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis SMKN Jateng di Semarang dalam memperkuat link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, khususnya pada bidang mekanikal, hidro, teknik, konstruksi, dan engineering.
Penandatanganan MoU dihadiri Direktur PT Mekahydro Jaya Teknik, Muhamad Yusuf, yang didampingi Imam dan Wijaya. Jajaran PT Mekahydro Jaya Teknik tersebut diterima Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ketua Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), guru produktif, serta Tim Humas SMKN Jateng di Semarang.
Kerja sama SMKN Jateng di Semarang dengan PT Mekahydro Jaya Teknik tidak hanya diarahkan pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kemitraan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kompetensi peserta didik dan guru. Keterlibatan industri diharapkan memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai lingkungan kerja profesional sekaligus membantu sekolah memastikan pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
PT Mekahydro Jaya Teknik merupakan perusahaan kontraktor pekerja khusus atau Specialty Trade Contractor yang bergerak pada bidang mekanikal, hidro, teknik, konstruksi, dan engineering. Perusahaan tersebut berfokus sebagai mitra pelaksana konstruksi yang memberikan solusi di bidang mekanikal hidro, pengadaan, hingga instalasi teknis dengan memperhatikan standar dan regulasi teknis yang berlaku.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, kerja sama dengan perusahaan di bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan penguatan pendidikan vokasi. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori dan praktik di lingkungan sekolah, tetapi juga berkesempatan mengenal standar kerja, teknologi, peralatan, keselamatan kerja, serta budaya profesional yang diterapkan di industri.
Direktur PT Mekahydro Jaya Teknik, Muhamad Yusuf, mengatakan kerja sama dengan SMKN Jateng di Semarang merupakan pengalaman pertama bagi perusahaannya dalam menjalin kolaborasi dengan sekolah.
“Kerja sama dengan SMKN Jateng di Semarang ini merupakan kali pertama perusahaan kami bekerja sama dengan sekolah. Kami senang bisa melakukan MoU untuk peningkatan kerja sama,” ujar Muhamad Yusuf.
Menurut Yusuf, kolaborasi antara perusahaan dan sekolah dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih erat sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya manusia. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik, memahami budaya kerja, menerapkan keselamatan kerja, serta mampu memenuhi tuntutan profesionalisme.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan PT Mekahydro Jaya Teknik sejalan dengan visi sekolah untuk terus memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri.
“Kerja sama ini sejalan dengan visi sekolah untuk memperkuat link and match dengan industri. Kami berharap kolaborasi dengan PT Mekahydro Jaya Teknik dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja bagi peserta didik,” kata Ardan Sirodjuddin.
Ardan menambahkan, kemitraan sekolah dengan perusahaan perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Bagi sekolah, keterlibatan industri dapat menjadi sumber penguatan kompetensi dan wawasan kerja bagi siswa maupun guru. Sementara bagi industri, kerja sama dengan SMK dapat menjadi bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
Salah satu peluang konkret yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut adalah Teaching Factory (TEFA). Ketua Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMKN Jateng di Semarang, Agista Rizki Dermara, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan PT Mekahydro Jaya Teknik dalam perakitan panel pompa air berbasis PLC SCADA Schneider.
Menurut Agista, kolaborasi TEFA tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik guru maupun siswa. Peserta didik yang telah memperoleh dasar kelistrikan dan penggunaan alat perkakas tangan di sekolah dapat mengembangkan kemampuannya melalui pengerjaan proyek riil industri dengan menggunakan komponen yang berasal dari industri mitra.
“Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN Jateng di Semarang menyambut dengan senang hati dan siap kolaborasi bekerja sama dengan PT Mekahidro Jaya Teknik dalam perakitan panel pompa air berbasis PLC SCADA Schneider,” ujar Agista.
Ia menjelaskan, kerja sama TEFA tersebut dapat dilanjutkan melalui tahapan perakitan, pengujian, hingga pemasangan panel di lokasi proyek. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan proses kerja sebenarnya di dunia industri.
“Adanya kerjasama dalam bentuk Teaching Factory ini akan meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan teknik bagi guru dan siswa,” kata Agista.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pekerjaan di dunia industri. Kerja sama antara institusi pendidikan dan perusahaan juga diarahkan agar dapat berkembang secara berkelanjutan mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Selain Teaching Factory, kerja sama SMKN Jateng di Semarang dengan PT Mekahydro Jaya Teknik berpeluang dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya Praktik Kerja Lapangan (PKL). Melalui PKL, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri dan mengenal pekerjaan yang berkaitan dengan konstruksi mekanikal dan hidro.
Pengalaman tersebut juga dapat memperkenalkan siswa pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), budaya kerja, kedisiplinan, komunikasi profesional, serta manajemen pekerjaan di lapangan. Dengan pengalaman langsung tersebut, pembelajaran yang diperoleh siswa di sekolah dapat diperkaya dengan situasi nyata yang dihadapi tenaga kerja di industri.
Program lain yang dapat dikembangkan adalah guru tamu atau expert sharing. Praktisi dari PT Mekahydro Jaya Teknik dapat hadir di lingkungan sekolah untuk berbagi pengalaman mengenai teknologi, peralatan, prosedur kerja, perkembangan bidang kontraktor mekanikal, hingga kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kehadiran praktisi industri di ruang pembelajaran diharapkan memberikan gambaran yang lebih konkret kepada siswa mengenai profesi yang akan mereka jalani setelah lulus. Wawasan tersebut sekaligus menjadi pelengkap pembelajaran yang diberikan guru di sekolah.
Kerja sama SMKN Jateng di Semarang dan PT Mekahydro Jaya Teknik juga dapat diarahkan pada penyelarasan kurikulum berbasis industri. Sekolah bersama tim engineering perusahaan dapat membahas kompetensi yang dibutuhkan industri serta relevansinya dengan pembelajaran di sekolah.
Penyelarasan tersebut dapat mencakup materi pembelajaran, prosedur kerja, penggunaan peralatan, standar keselamatan, budaya kerja, hingga kompetensi teknis yang diperlukan perusahaan. Langkah ini diharapkan membuat pembelajaran di SMKN Jateng di Semarang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Kemitraan juga berpotensi dikembangkan pada bidang penyerapan lulusan. PT Mekahydro Jaya Teknik dapat menjadi salah satu mitra industri yang membuka peluang bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Lulusan SMKN Jateng di Semarang berpeluang mengisi posisi sesuai kebutuhan perusahaan, seperti teknisi, drafter, junior engineer, maupun staf operasional proyek. Hubungan dengan industri dalam proses rekrutmen menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan dunia kerja.
Penandatanganan MoU SMKN Jateng di Semarang dengan PT Mekahydro Jaya Teknik menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin terhubung dengan industri. Dengan bidang usaha PT Mekahydro Jaya Teknik yang mencakup mekanikal, hidro, konstruksi, instalasi, dan engineering, kerja sama tersebut memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama bagi peserta didik dari rumpun teknik.
Ke depan, implementasi kerja sama diharapkan diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari Teaching Factory, PKL, guru tamu, penyelarasan kurikulum, peningkatan wawasan industri, hingga peluang rekrutmen lulusan. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi sekolah, industri, guru, dan terutama peserta didik sebagai calon tenaga kerja terampil.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, kemitraan dengan PT Mekahydro Jaya Teknik menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, konsep link and match diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang memberikan pengalaman dan peluang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai bidang keahliannya.

Beri Komentar