Dalam rangka mempersiapkan tahun pelajaran baru 2025/2026, SMK Negeri 10 Semarang akan menggelar pelatihan intensif bagi guru internal dan eksternal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis pendekatan deep learning. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya sekadar menghafal materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam, menghubungkannya dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Pelatihan akan berlangsung selama dua hari ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, dan Wakil Kepala Bidang Pengembangan SDM, Hikma Nurul Izza. Keduanya membawakan materi teori dan praktik penyusunan administrasi pembelajaran dengan format terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hasil akhir dari pelatihan ini adalah Modul Ajar lengkap dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman dalam proses belajar-mengajar di sekolah.
Pentingnya Pendekatan Deep Learning dalam Dunia Pendidikan
Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi agar dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Salah satu metode yang kini semakin populer adalah pendekatan deep learning. Berbeda dengan metode tradisional yang sering kali hanya menekankan pada hafalan, deep learning mengajak siswa untuk benar-benar memahami materi secara mendalam.
“Pendekatan deep learning sangat penting karena membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif,” ujar Ardan Sirodjuddin saat diwawancarai. “Ini bukan hanya soal nilai ujian, tetapi bagaimana siswa bisa menerapkan ilmu yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.”
Menurut Ardan, salah satu tantangan utama dalam implementasi deep learning adalah bagaimana guru dapat merancang pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para guru tentang cara menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Materi Pelatihan: Teori dan Praktik
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup teori dasar tentang deep learning , prinsip-prinsip penyusunan perencanaan pembelajaran, serta praktik langsung dalam menyusun Modul Ajar dan LKPD. Materi disampaikan secara interaktif oleh kedua narasumber, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang pendidikan.
Hikma Nurul Izza menjelaskan bahwa format terbaru dari Kemendikdasmen menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning ). “Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi lebih berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan jawaban sendiri,” kata Hikma. “Untuk itu, Modul Ajar dan LKPD harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan aktif.”
Peserta pelatihan diajak untuk menyusun Modul Ajar yang mencakup empat elemen utama: tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, penilaian, dan refleksi. Selain itu, mereka juga dilatih untuk membuat LKPD yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran. “LKPD bukan sekadar lembar kerja biasa, tetapi alat bantu yang memfasilitasi siswa untuk melakukan eksplorasi dan pemecahan masalah,” tambah Hikma.
Hasil Akhir: Modul Ajar dan LKPD
Salah satu output utama dari pelatihan ini adalah Modul Ajar lengkap dengan LKPD. Setiap peserta berhasil menyusun modul yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, dengan memperhatikan prinsip-prinsip deep learning . Modul ini nantinya akan digunakan sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar, sementara LKPD akan membantu siswa dalam melakukan eksplorasi dan pemecahan masalah.
Ardan Sirodjuddin menegaskan bahwa keberhasilan implementasi deep learning sangat bergantung pada kualitas Modul Ajar dan LKPD yang disusun. “Modul Ajar dan LKPD adalah alat utama yang akan digunakan guru dalam mengajar. Jika keduanya dirancang dengan baik, maka pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas
Pelatihan ini merupakan langkah awal SMKN 10 Semarang dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara holistik. Dengan menerapkan pendekatan deep learning , sekolah berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi guru-guru di SMKN 10 Semarang, tetapi juga bagi guru-guru dari sekolah lain yang ikut berpartisipasi,” kata Hikma Nurul Izza. “Semoga kita semua bisa terus belajar dan berinovasi demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.”
Melalui pelatihan ini, SMKN 10 Semarang membuktikan komitmennya untuk terus bergerak maju menuju pendidikan yang lebih modern, relevan, dan bermakna. Seperti yang disampaikan Ardan Sirodjuddin, “Pendidikan adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. Mari kita bersama-sama berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.”
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SMKN 10 Semarang siap menyongsong tahun pelajaran baru dengan penuh optimisme.