Kamis, 16-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Temu MGMP Bahasa Jepang Perkuat Kompetensi Guru dan Berbagi Pengalaman dari Jepang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

UNGARAN — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan rutin yang diikuti para guru SMA dan SMK se-Jawa Tengah pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WIB ini dipusatkan di SMAN 1 Ungaran dan dihadiri puluhan guru Bahasa Jepang dari berbagai daerah.

Kegiatan MGMP ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Ungaran, Eny Sofiana, S.S., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum profesional tersebut. Ia menilai kegiatan MGMP menjadi wadah penting bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kompetensi pembelajaran.

“Kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan, sebab di beberapa kabupaten/kota tidak memiliki komunitas, seperti di Ungaran sendiri hanya ada beberapa guru sehingga komunikasi dan sharing sesama guru mapel Bahasa Jepang sangat kurang,” kata Eny dalam sambutannya. Ia juga menambahkan bahwa forum MGMP diyakini mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa. “Kegiatan MGMP ini pasti memberikan manfaat yang sangat baik untuk guru dan siswa,” lanjutnya.

Kegiatan MGMP Bahasa Jepang Jawa Tengah kali ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan pertemuan sebelumnya. Hal ini karena pelaksanaannya masih berada dalam bulan Syawal, sehingga rangkaian acara diawali dengan kegiatan halal bihalal sebagai bentuk mempererat silaturahmi antaranggota. Suasana kekeluargaan tampak kental ketika para peserta saling bermaafan dan berbincang santai sebelum memasuki agenda inti.

Setelah halal bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus MGMP periode 2021–2025. Dalam sesi ini, pengurus memaparkan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan, capaian yang diraih, serta tantangan yang dihadapi selama masa kepengurusan. Forum kemudian berlanjut pada agenda serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru sebagai bentuk regenerasi organisasi.

Usai sesi tersebut, kegiatan memasuki waktu istirahat, salat, dan makan (isoma) sebelum dilanjutkan dengan agenda yang menjadi sorotan utama, yakni sesi pengimbasan program NC-JT (Japanese Language Program for Teachers of the Japanese Language). Program ini merupakan inisiatif dari The Japan Foundation yang memberikan kesempatan kepada guru Bahasa Jepang untuk mengikuti pelatihan intensif selama tujuh minggu di Urawa, Jepang.

Dalam sesi pengimbasan ini, guru yang telah lolos seleksi program NC-JT berbagi pengalaman selama mengikuti pelatihan di Jepang, mulai dari metode pembelajaran, pendekatan budaya, hingga praktik komunikasi langsung dengan penutur asli. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi ini karena mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Salah satu peserta, Putri Nur Utami, guru Bahasa Jepang SMKN Jateng di Semarang, mengaku kegiatan MGMP memberikan manfaat besar bagi pengembangan profesionalnya. Ia menilai forum ini menjadi ruang belajar yang efektif sekaligus sumber motivasi bagi para guru.

“Kegiatan MGMP sangat bermanfaat bagi guru dan pastinya akan berdampak bagi murid. Dengan mengikuti kegiatan MGMP saya mendapatkan banyak informasi terkait inovasi pembelajaran dan juga program-program yang dapat meningkatkan kemampuan Bahasa saya,” ungkap Putri.

Putri juga menambahkan bahwa dirinya semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi, baik dalam bidang pembelajaran maupun kemampuan berbahasa Jepang. Menurutnya, MGMP Bahasa Jepang Jawa Tengah selama ini cukup aktif dan memiliki program kerja yang beragam serta relevan dengan kebutuhan guru.

Ia menyebut beberapa program unggulan seperti Sensei Beraksi Sensei Berbagi yang menjadi wadah berbagi praktik baik melalui webinar. Program tersebut tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga memberikan sertifikat bagi peserta. Selain itu, terdapat pula program peningkatan kemampuan bahasa seperti Nihongo Brush Up, rodoku-kai, dan oshaberi kai yang dirancang untuk melatih keterampilan berbahasa secara berkelanjutan.

Kegiatan MGMP Bahasa Jepang Jawa Tengah ini menunjukkan peran penting komunitas guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui forum seperti ini, para guru tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membangun jejaring profesional yang saling mendukung. Dengan adanya kolaborasi dan semangat berbagi, diharapkan pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah-sekolah Jawa Tengah semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan global di masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan