Kamis, 02-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Khatib Ajak Jamaah Syukuri Nikmat dan Teladani Rasulullah dalam Sholat Jumat di Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang kembali melaksanakan ibadah Sholat Jumat secara rutin pada Jumat, 30 Agustus 2025. Ratusan jamaah yang terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar memadati masjid sekolah yang terletak di kawasan Tembalang, Semarang tersebut. Pada kesempatan itu, Muhammad Yunan Setyawan bertindak sebagai khatib sekaligus imam dengan menyampaikan khutbah bertema “Memaknai Maulid Nabi dengan Meneladani Jejak Rasul.”

Dalam khutbahnya, Yunan menekankan pentingnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama nikmat iman, Islam, dan kesehatan. Ia mengingatkan jamaah bahwa kesempatan untuk hadir di masjid, melaksanakan ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. “Mari kita syukuri setiap nikmat Allah, mulai dari kesehatan hingga kesempatan beribadah di rumah-Nya. Tidak semua orang diberi anugerah seperti ini,” ujarnya di hadapan jamaah.

Khutbah Jumat kali ini juga bertepatan dengan masuknya bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yunan mengajak jamaah untuk merenungi makna kelahiran Rasulullah yang membawa rahmat, kasih sayang, dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Menurutnya, kelahiran Nabi merupakan karunia besar yang wajib disyukuri oleh setiap Muslim. “Kita semua patut bersyukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah cahaya bagi dunia yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju jalan Allah,” tutur Yunan.

Lebih jauh, khatib menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna bagi seluruh umat Islam. Ia menukil Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 dan Al-Qalam ayat 4 yang menyebutkan tentang kesempurnaan akhlak Rasulullah. “Nabi diutus untuk membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa, dan mengajarkan Kitab serta hikmah. Beliau adalah teladan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari ibadah hingga hubungan sosial,” jelasnya.

Dalam khutbahnya, Yunan juga mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang diridai Allah SWT sebagaimana tertuang dalam surat Ali Imran ayat 19. Ia menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW menyeru umat manusia untuk berjalan di jalan yang lurus, jalan yang telah ditempuh para nabi, rasul, dan orang-orang saleh. “Islam adalah agama kebenaran. Maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali berpegang teguh pada ajaran Islam yang diwariskan Rasulullah,” katanya dengan lantang.

Mengakhiri khutbah, Yunan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa cinta kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui ibadah, akhlak mulia, dan hubungan sosial yang baik. Salah satu bentuk cinta itu adalah dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. “Jika kita benar-benar mencintai Nabi, maka ikutilah jejak beliau. Perbanyaklah shalawat sebagai tanda cinta dan bukti pengakuan kita sebagai umatnya,” pungkasnya.

Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang berjalan dengan khidmat. Para jamaah tampak mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian. Usai khutbah dan doa penutup, imam sekaligus khatib memimpin Sholat Jumat dengan tertib hingga selesai.

Kegiatan Sholat Jumat yang rutin dilaksanakan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter spiritual siswa sekaligus mempererat ikatan silaturahmi antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar. Kepala SMKN 10 Semarang, yang turut hadir dalam pelaksanaan Sholat Jumat, menyampaikan apresiasinya terhadap peran masjid dalam pembinaan iman dan akhlak siswa. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sarana bagi siswa untuk belajar langsung bagaimana memaknai ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dengan rutinitas seperti ini, Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran nilai-nilai keislaman yang menumbuhkan rasa syukur, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, dan mendorong siswa untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan