Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Forum Dialog Kepemimpinan Jawa Tengah 2026, Dorong Inovasi, Kolaborasi, dan Integritas ASN untuk Percepatan Pembangunan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah (BPSDMD) menggelar Program Eksekutif Daerah (PED) bertajuk Forum Dialog Kepemimpinan Jawa Tengah: “Mengembangkan Inovasi, Memperkuat Kolaborasi, Meneguhkan Integritas” pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan partisipasi daring dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun kabupaten/kota.

Forum ini menjadi ruang dialog strategis antara pimpinan daerah dan ASN untuk memperkuat kepemimpinan birokrasi yang visioner, inovatif, kolaboratif, serta berintegritas dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Peserta yang hadir secara luring adalah pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sementara peserta daring melibatkan seluruh ASN dari berbagai instansi, termasuk ASN dari SMKN Jateng di Semarang.

Dalam paparannya, Gubernur Jawa Tengah menegaskan pentingnya tiga pilar utama dalam tata kelola pemerintahan, yakni inovasi, kolaborasi, dan integritas. Tema tersebut menjadi landasan dalam mendorong transformasi birokrasi yang adaptif terhadap tantangan zaman. “Kolaborasi ibarat anyaman ketupat, semakin kuat anyamannya, semakin aman isinya. Pemprov Jateng bukan superman, melainkan superteam,” tegasnya.

Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen, melampaui angka nasional 5,1 persen. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,58 persen pada 2024 menjadi 9,39 persen pada 2025. Selain itu, realisasi investasi mencapai Rp88,50 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp68,67 triliun, serta mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 418.138 orang. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 4,78 persen menjadi 4,32 persen.

Di bidang inovasi, Jawa Tengah menunjukkan konsistensi sebagai provinsi sangat inovatif sejak 2019 hingga 2025 dengan indeks inovasi daerah mencapai 82,63 pada tahun 2025. Sebanyak 184 inovasi daerah dilaporkan sepanjang tahun tersebut, dengan total kumulatif 858 inovasi sejak 2022. Dari jumlah itu, 17 inovasi berhasil meraih penghargaan nasional, sementara 2.480 inovasi masyarakat telah difasilitasi sejak 2010.

Sejumlah inovasi unggulan turut disoroti, di antaranya program Speling yang mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, Mageri Segoro untuk mitigasi lingkungan pesisir, Kecamatan Berdaya yang fokus pada pemberdayaan kelompok rentan, Kemitraan Sekolah untuk memperluas akses pendidikan melalui kolaborasi swasta, serta Pesantren Obah yang meningkatkan kapasitas santri.

Dalam konteks kolaborasi, pemerintah mengedepankan pendekatan hexa helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media massa, dan masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas ASN. Nilai-nilai seperti netralitas politik, amanah dalam jabatan, transparansi, akuntabilitas, serta keteladanan dalam pelayanan publik menjadi fondasi utama. ASN juga didorong untuk berorientasi pada pemecahan masalah, penciptaan nilai, keberlanjutan inovasi, dan penegakan etika birokrasi.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk menyelaraskan visi birokrasi, khususnya di sektor pendidikan. “Forum Dialog Kepemimpinan Jawa Tengah ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum strategis untuk menyelaraskan visi birokrasi pendidikan dengan arah pembangunan daerah. Sebagai kepala sekolah, saya merasa terpanggil untuk menjadi agen perubahan: memimpin dengan inovasi, bekerja dengan kolaborasi, dan mengabdi dengan integritas. Dari plan to action—kami siap berkontribusi untuk Jawa Tengah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu ASN SMKN Jateng di Semarang, Umiyati Khasanah, menyoroti komitmen pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dalam pembangunan berbasis kolaborasi. Ia menilai fokus pada penguatan ekonomi kreatif, transformasi pendidikan, dan penanganan isu sosial telah memberikan dampak nyata di masyarakat. “Menurut pendapat saya, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya pada pembangunan berbasis kolaborasi, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi kreatif, transformasi pendidikan, dan penanganan isu sosial,” katanya.

Ia mencontohkan pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal seperti industri batik di Bayat, Klaten, yang melibatkan masyarakat setempat dengan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Di sektor pendidikan, program sekolah boarding dan semi-boarding seperti SMKN Jateng di Semarang dinilai mampu mencetak generasi unggul sekaligus membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. “Digitalisasi pembelajaran juga menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi pendidikan di era modern,” tambahnya.

Di bidang sosial, lanjut Umiyati, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan dan stunting. Program perlindungan sosial juga diperkuat guna menjamin kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan visi dalam implementasi kebijakan, meningkatnya semangat inovasi di perangkat daerah, serta terbangunnya sinergi yang kokoh antarinstansi. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu meneguhkan kepemimpinan ASN yang berintegritas, profesional, dan akuntabel dalam mewujudkan Jawa Tengah yang semakin maju.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan