Sejak duduk di bangku SMP, Susilo Budi Utomo sudah memikirkan masa depannya dengan serius. Ia menyadari bahwa masa depan yang cerah tidak datang begitu saja, melainkan harus diperjuangkan dengan pilihan yang tepat. Saat itu, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Muhammadiyah 2 Cepu, khususnya di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia terinspirasi oleh cerita para alumni yang sukses, postingan media sosial sekolah yang penuh dengan kegiatan inovatif, dan citra positif yang terbangun di masyarakat.
“Saya percaya, tempat belajar yang baik bukan hanya soal gedung dan alat, tapi tentang guru yang membimbing dan semangat yang dibangun,” tutur Susilo, mengingat keyakinannya saat pertama kali mendaftar. Bagi Susilo, SMK Muhammadiyah 2 Cepu bukan sekadar tempat belajar, melainkan arena untuk menempa karakter, keterampilan, dan mental juara.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah, ia langsung disambut suasana hangat dan penuh semangat. Laboratorium listrik dengan peralatan lengkap, guru-guru yang ramah sekaligus tegas, serta lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi membuatnya semakin yakin bahwa ia telah memilih tempat yang tepat.
Memasuki masa kelas X, Susilo memulai perjalanan belajarnya dengan materi teori dan praktik dasar elektronika. Ia mempelajari berbagai komponen listrik, fungsi-fungsi alat ukur, serta dasar-dasar merakit rangkaian. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika ia berhasil membuat rangkaian kontrol sederhana tipe Direct On Line (DOL) untuk pertama kalinya. Meski sederhana, keberhasilan itu memberinya rasa percaya diri dan motivasi untuk terus berkembang.
Selain fokus pada pelajaran, Susilo juga aktif mengikuti ekstrakurikuler. Ia percaya bahwa kegiatan di luar jam pelajaran adalah sarana penting untuk mengasah soft skill, memperluas pergaulan, dan membentuk kepribadian yang tangguh.
Memasuki kelas XI, kompetensi Susilo mulai berkembang pesat. Ia mulai mempelajari sistem kontrol berbasis PLC (Programmable Logic Controller), teknologi yang banyak digunakan di industri modern. Semangat belajarnya tidak terbatas di ruang kelas. Ia bahkan membawa PLC ke rumah untuk belajar secara mandiri, mencoba berbagai program, dan memahami logika kontrol yang kompleks.
Tahun 2021 menjadi titik penting. Susilo memberanikan diri mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Meskipun belum berhasil meraih juara, ia tidak patah semangat. “Kegagalan bukan akhir, tapi awal dari pembelajaran yang sesungguhnya,” ujarnya. Kegagalan itu justru menjadi bahan bakar untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.
Kelas XII menjadi puncak perjalanan Susilo di SMK. Ia mempelajari sistem Star-Delta, salah satu metode starting motor listrik yang umum digunakan di industri. Penguasaan materi ini memberinya pemahaman yang lebih luas dan relevan dengan dunia kerja. Di tahun yang sama, ia mengikuti lomba Schneider tingkat nasional dengan proyek Internet of Things (IoT) untuk mengukur kualitas air.
Prestasi gemilang pun diraih. Susilo berhasil menjadi Juara 1 LKS tingkat kabupaten tahun 2022, dan berhak melaju ke tingkat provinsi. Di tingkat Jawa Tengah, ia masuk dalam 10 besar dengan kategori KNX system control. Bagi Susilo, capaian ini adalah hasil kerja keras, dukungan guru, serta pengorbanan waktu yang tidak sedikit. Ia harus membagi waktu antara sekolah, latihan lomba, dan membantu keluarga di rumah.
Sebelum lulus, rezeki baik menghampirinya. PT. Agfa Selaras Pratama memberikan tawaran kerja setelah melihat kemampuan dan dedikasinya. Proses seleksi pun dilakukan di bengkel listrik SMK Muhammadiyah 2 Cepu, tempat ia mengasah keterampilan selama tiga tahun. Setelah lulus, ia mulai bekerja di Bekasi, fokus pada perawatan dan perbaikan mesin kompresor udara.
Di dunia industri, Susilo memanfaatkan sepenuhnya ilmu yang diperoleh di sekolah. Ia menangani berbagai peralatan seperti soft starter, inverter, hingga motor dinamo berdaya 4kw–355kw. “Ilmu yang saya pelajari di sekolah bukan hanya teori, tapi bekal nyata untuk menghadapi dunia kerja,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Kini, Susilo menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Cepu mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia industri. Keberhasilannya adalah buah dari kombinasi antara pembelajaran berkualitas, bimbingan guru yang tulus, fasilitas memadai, dan kemauan belajar yang tinggi.
Dalam penutup kisahnya, Susilo mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan pihak sekolah. Ia juga memberikan pesan inspiratif kepada adik-adik kelasnya: tetaplah semangat belajar, aktif berkegiatan, dan percayalah pada proses. “Terima kasih SMK Muhammadiyah 2 Cepu, karena di sinilah saya menemukan arah, ilmu, dan masa depan,” pungkasnya.
Perjalanan Susilo adalah pengingat bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Butuh proses panjang, tekad kuat, dan dukungan lingkungan yang tepat. SMK Muhammadiyah 2 Cepu telah menjadi tempat yang bukan hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk pribadi tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman.
Penulis : Joko Mulyono, S.Pd, Guru SMK Muhammadiyah 2 Cepu
