Selasa, 05-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Yuk Belajar dengan BARBEQU (Bermain sambil Belajar di Quizizz)

Diterbitkan :

Bayangkan sebuah kelas Bahasa Inggris di mana siswa hanya duduk diam, tatapan kosong, dan tidak ada satupun yang mengangkat tangan saat guru bertanya. Ruangan terasa sunyi, bukan karena suasana khidmat pembelajaran, tetapi karena kurangnya keterlibatan. Itulah realita yang kerap terjadi di banyak ruang kelas. Ketika siswa tidak memberikan respons atau bahkan tampak tidak peduli, guru pun sering kali diliputi perasaan kecewa dan frustrasi. Namun, daripada larut dalam kegelisahan, bagaimana jika suasana tersebut kita ubah menjadi kegiatan yang seru dan penuh antusiasme? Jawabannya: ajak mereka BARBEQU, alias Belajar Asyik dan Rame Bermain dengan Quizizz.

Situasi ini bukanlah hal asing, terutama dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Banyak siswa yang secara spontan akan berkata, “Saya tidak bisa Bahasa Inggris,” atau, “Bahasa Inggris itu sulit, saya tidak paham maksudnya.” Kalimat-kalimat ini terdengar hampir di setiap sekolah. Pemahaman terhadap Bahasa Inggris dianggap momok oleh sebagian besar siswa, bukan semata karena konten pelajarannya yang sulit, melainkan karena metode penyampaian yang belum mampu menjembatani kebutuhan belajar mereka. Akibatnya, mereka memilih untuk pasif, menjadi penonton dalam proses pembelajaran yang seharusnya melibatkan mereka secara aktif.

Sebagai guru, kita tentu tidak bisa diam saja. Sudahkah kita merenung, mengapa siswa kita enggan terlibat? Sudahkah kita mengidentifikasi penyebab utama ketidakaktifan mereka? Dalam refleksi sederhana, mungkin kita akan menyadari bahwa kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan dan gaya belajar siswa menjadi akar permasalahannya. Ketika guru mampu memahami persoalan tersebut, maka solusi pun bisa ditemukan dan diimplementasikan dengan tepat sasaran. Hal inilah yang menjadi pijakan utama dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.

Pengalaman penulis dalam menghadapi tantangan ini membawa pada satu titik kesadaran bahwa pembelajaran Bahasa Inggris perlu dibungkus dengan pendekatan yang segar, menarik, dan sesuai dengan dunia siswa masa kini. Salah satu materi yang sempat menjadi fokus adalah Teks Prosedur. Materi ini sebenarnya sangat kontekstual dan aplikatif, sehingga bisa dikemas secara kreatif agar tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga menyenangkan. Maka, dimulailah langkah pertama dengan memilih tema-tema yang dekat dengan kehidupan siswa: “Cara membuat makanan favorit”, “Langkah membuat akun media sosial”, atau “Cara menggunakan aplikasi editing foto”.

Setelah tema ditentukan, pertanyaan berikutnya muncul: media apa yang dapat mengubah proses belajar menjadi lebih aktif, interaktif, dan kompetitif? Maka pilihan pun jatuh pada Quizizz, sebuah aplikasi pembelajaran berbasis permainan daring yang dapat diakses secara gratis. Quizizz memungkinkan guru membuat kuis dengan berbagai jenis soal, mulai dari pilihan ganda hingga menjodohkan, dan menyajikannya dalam bentuk permainan yang penuh warna, musik, dan semangat kompetisi.

Guru pun mulai menyusun strategi. Pertama, materi teks prosedur disampaikan melalui presentasi agar siswa mendapatkan pemahaman dasar. Kedua, guru menyusun pertanyaan yang menguji pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Ketiga, guru membuat akun Quizizz dan mulai membuat kuis interaktif menggunakan fitur Create Quiz. Soal-soal dirancang bervariasi, disesuaikan dengan kemampuan siswa, serta dilengkapi dengan pengaturan waktu dan kunci jawaban. Setelah kuis siap, link permainan dibagikan melalui grup WhatsApp kelas.

Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan BARBEQU itu sendiri. Di dalam kelas, guru menampilkan permainan Quizizz melalui proyektor. Siswa diminta membuka tautan join.quizizz.com, memasukkan kode permainan, mengetik nama mereka, lalu menekan tombol JOIN. Saat semua siswa telah masuk ke permainan, guru memulai sesi. Keajaiban pun dimulai. Siswa yang semula pasif mulai menunjukkan antusiasme, wajah mereka tampak fokus namun gembira. Setiap jawaban yang benar diiringi animasi lucu dan musik ceria, sementara posisi mereka dalam papan peringkat terus berubah sesuai kecepatan dan ketepatan menjawab.

Situasi yang semula sunyi berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Siswa tertawa, bersorak, dan lebih penting lagi: mereka memahami materi dengan cara yang menyenangkan. Quizizz menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat dan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif. Tidak hanya sekadar menjawab soal, mereka juga belajar untuk lebih percaya diri dan terbiasa mengambil keputusan secara cepat.

Refleksi dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Siswa tidak hanya menguasai materi teks prosedur dengan lebih baik, tetapi juga menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Dampak ini dirasakan pula oleh guru. Melalui proses ini, guru terdorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran. Pengalaman BARBEQU memperlihatkan bahwa perubahan kecil dalam metode mengajar dapat menghasilkan dampak besar terhadap hasil belajar dan suasana kelas.

Dari sisi teknis, tentu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar pelaksanaan BARBEQU berjalan lancar. Guru perlu menyiapkan RPP yang mengintegrasikan penggunaan media digital, memastikan sarana prasarana seperti laptop, LCD, koneksi internet, dan smartphone tersedia. Selain itu, guru juga harus meluangkan waktu untuk mengeksplorasi lebih jauh fitur-fitur Quizizz agar kuis yang dibuat semakin menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Tips praktis dari penulis untuk guru yang ingin mencoba pendekatan ini adalah: mulailah dari hal kecil. Tidak perlu membuat kuis yang rumit atau terlalu panjang. Fokuslah pada kualitas soal, relevansi materi, dan kemudahan akses bagi siswa. Jadikan Quizizz sebagai teman mengajar, bukan sekadar alat bantu. Dan yang terpenting, tetaplah mendampingi siswa dengan semangat dan kasih sayang. Karena pada akhirnya, yang akan membekas dalam benak mereka bukan hanya permainan yang seru, tetapi perhatian dan usaha guru dalam membuat mereka merasa berharga.

Mengubah kelas Bahasa Inggris yang sunyi menjadi penuh tawa dan semangat belajar bukanlah hal yang mustahil. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba hal baru dan kemauan untuk terus belajar. Dengan BARBEQU, penulis telah membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi pengalaman yang ditunggu-tunggu siswa. Bukan lagi pelajaran yang menakutkan, melainkan ruang untuk bermain, bereksplorasi, dan berkembang. Inilah semangat pendidikan yang sejati: menyalakan api keingintahuan, bukan memadamkannya. Dan selama kita terus mencari cara untuk membuat pembelajaran menjadi hidup, maka kita telah berada di jalur yang benar dalam mendidik generasi masa depan.

Penulis : Mulyati, Guru SMA Negeri 1 Wedung Kab. Demak Provinsi Jawa Tengah