Rabu, 26-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Hari Pertama EduMind Wellbeing & AI Camp Bekali Siswa SMKN Jateng dengan Kesadaran Diri, Kecerdasan, dan Literasi AI

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG, 26 Agustus 2026 — Sebanyak 25 siswa SMKN Jateng di Semarang mengikuti hari pertama kegiatan EduMind Wellbeing & AI Camp yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar dan pengembangan diri bagi siswa melalui perpaduan materi tentang kesejahteraan diri, pemahaman potensi personal, refleksi diri, pengembangan karier, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak.

Hari pertama EduMind Wellbeing & AI Camp menghadirkan sejumlah materi yang dekat dengan kehidupan remaja. Peserta mendapatkan pembekalan melalui sesi Student Wellbeing Talk: Emotional Awareness, Self-Esteem, Cyberbullying, Multiple Intelligence Mapping, serta Self-Reflection: Career Path – Personal Growth Insight. Rangkaian materi tersebut mengajak siswa tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mengenali dirinya sendiri dan membangun kesiapan menghadapi masa depan.

Sebanyak 25 siswa SMKN Jateng di Semarang menjadi peserta dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif, refleksi, komunikasi, dan pemahaman terhadap potensi diri. Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak sekadar berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengalaman dan pandangan mereka sebagai generasi muda.

Materi Student Wellbeing Talk menjadi salah satu bagian penting pada hari pertama. Melalui topik emotional awareness, siswa diajak memahami emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mengenali dan meresponsnya secara tepat. Pemahaman terhadap emosi dinilai penting bagi remaja karena dapat membantu mereka membangun hubungan yang sehat, mengambil keputusan secara lebih sadar, dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sosial.

Selain kesadaran emosional, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai self-esteem atau penghargaan terhadap diri sendiri. Remaja berada pada fase perkembangan yang membutuhkan penguatan kepercayaan diri dan penerimaan terhadap diri. Melalui materi tersebut, siswa diarahkan untuk melihat potensi dirinya secara lebih positif tanpa harus membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain.

Isu cyberbullying juga menjadi bagian dari pembahasan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat interaksi antarremaja tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, kemampuan memahami dampak perilaku di dunia maya menjadi bagian penting dari wellbeing siswa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Multiple Intelligence Mapping. Sesi ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali kecenderungan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Setiap siswa memiliki karakteristik, minat, dan kekuatan yang berbeda. Pemahaman terhadap potensi tersebut diharapkan dapat membantu siswa menentukan arah pengembangan diri secara lebih tepat.

Materi berikutnya, Self-Reflection: Career Path – Personal Growth Insight, mengajak peserta melihat hubungan antara pengenalan diri dengan rencana masa depan. Siswa didorong untuk mulai merefleksikan siapa dirinya, apa yang menjadi kekuatannya, bidang apa yang diminati, serta bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan karier.

Bagi siswa SMKN Jateng di Semarang yang menempuh pendidikan vokasi, refleksi mengenai karier menjadi semakin relevan. Pendidikan kejuruan tidak hanya mempersiapkan siswa untuk menguasai keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan mengenali diri dan menentukan arah pengembangan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu peserta, Bagas Aji Santoso, siswa kelas XI Teknik Pemesinan (TP), mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti kegiatan hari pertama EduMind Wellbeing & AI Camp. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas pertemanan.

Kesan saya pada kegiatan hari ini adalah saya merasa saya senang di sini karena mendapat banyak teman-teman, dan juga mendapat materi-materi yang belum saya dapat dan saya rasa ini seru dan menarik untuk diikuti,” ujar Bagas.

Pengalaman Bagas menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan diri dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar sekaligus membangun interaksi sosial. Bertemu dengan peserta lain, mengikuti aktivitas bersama, dan mendapatkan materi baru menjadi pengalaman yang memperkaya proses pembelajaran di luar kelas.

Sementara itu, Lanang Pamungkas, siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR), memberikan pandangan lain mengenai kegiatan tersebut. Ia menilai EduMind Wellbeing & AI Camp memberikan pengalaman yang menarik karena sejak awal peserta diajak mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan nasionalisme.

Saya merasa senang karena di awal kegiatan diawali dengan kegiatan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana kegiatan ini menjadikan wadah aspirasi anak Indonesia sehingga membangun jiwa nasionalisme yang tinggi,” kata Lanang.

Menurut Lanang, pembahasan mengenai AI juga menjadi hal yang relevan bagi kehidupan remaja saat ini. Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang semakin dekat dengan teknologi digital sehingga kemampuan menggunakan AI secara tepat menjadi keterampilan yang perlu dikembangkan.

Penggunaan AI di masa remaja Gen Z sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. AI dapat membantu mencari informasi, memahami pelajaran, dan mengembangkan kreativitas. Namun, remaja tidak boleh terlalu bergantung pada AI karena dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian,” ujarnya.

Lanang menilai AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pengembangan kreativitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia. Pandangan tersebut menunjukkan pentingnya literasi AI yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kesadaran mengenai batasan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Jadi, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti usaha dan pemikiran sendiri,” tegas Lanang.

Ia juga menyampaikan bahwa pada hari pertama dirinya mendapatkan sejumlah pengalaman dan materi baru. Selain materi mengenai Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, peserta juga memperoleh pembekalan yang berkaitan dengan pemanfaatan AI.

Hari ini saya dapat dua materi yaitu tentang Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Penggunaan AI Camp,” ungkapnya.

Kegiatan EduMind Wellbeing & AI Camp hari pertama pada akhirnya mempertemukan dua kebutuhan penting dalam perkembangan siswa masa kini. Di satu sisi, siswa membutuhkan kemampuan memahami diri, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, dan menentukan arah masa depan. Di sisi lain, mereka juga perlu memiliki kecakapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Melalui Student Wellbeing Talk, peserta mendapatkan ruang untuk membicarakan persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja. Melalui Multiple Intelligence Mapping, siswa diajak mengenali potensi dirinya. Sementara melalui Self-Reflection: Career Path – Personal Growth Insight, peserta diarahkan untuk menghubungkan pemahaman terhadap diri dengan rencana pengembangan personal dan karier.

Rangkaian tersebut menjadi fondasi penting agar pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Teknologi diharapkan menjadi sarana yang membantu siswa belajar dan berkarya, sementara keputusan, kreativitas, refleksi, dan tanggung jawab tetap berada pada diri siswa.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, keikutsertaan 25 siswa dalam EduMind Wellbeing & AI Camp menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman belajar peserta didik. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas dan praktik kejuruan, tetapi juga melalui kegiatan yang membantu siswa memahami dirinya, membangun hubungan sosial yang sehat, dan mempersiapkan masa depan.

Hari pertama EduMind Wellbeing & AI Camp pun menjadi awal dari perjalanan pembelajaran yang menggabungkan wellbeing, personal growth, career insight, dan literasi AI. Antusiasme peserta seperti yang ditunjukkan Bagas dan Lanang menjadi gambaran bahwa siswa membutuhkan ruang belajar yang relevan dengan kehidupan mereka sekaligus memberikan perspektif baru mengenai masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin mampu mengenali kekuatan dirinya, menjaga kesehatan dan kesejahteraan psikososial, menghadapi tantangan interaksi digital, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan bekal tersebut, generasi muda tidak hanya dipersiapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis, mandiri, adaptif, dan memiliki arah pengembangan diri yang jelas.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan