SEMARANG — Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan EduMind Wellbeing & AI Camp yang mempertemukan unsur sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat ekosistem sekolah yang mendukung kesejahteraan serta kesehatan mental peserta didik.
Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan berlangsung hingga Jumat, 28 Agustus 2026 di Oak Tree Hotel & Conventions Semarang. Kegiatan diikuti oleh sejumlah SMA dan SMK di Kota Semarang dengan melibatkan Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling (BK), unsur kesiswaan, serta tenaga kependidikan.
EduMind Wellbeing & AI Camp mengangkat isu yang semakin penting dalam dunia pendidikan, yakni bagaimana sekolah dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat sekaligus memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak. Fokus utama kegiatan diarahkan pada upaya pencegahan perundungan atau bullying serta penguatan kesehatan mental siswa.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya membangun perspektif yang lebih luas mengenai pendidikan, kesejahteraan peserta didik, dan pemanfaatan teknologi. Dalam pembukaan, sambutan disampaikan oleh Manager Economic Law & Governance Development Telkom Indonesia, Aline Zivana, S.Si., MBA, Ketua Yayasan Maleo Talenta Cendekia, Mutiara Hikma M., BBA., MBA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., serta Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, SE, M.Si.
Dalam sambutannya, Aline Zivana menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia teknologi agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan kecakapan teknologi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik.
“Pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence, harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat nyata bagi pendidikan. Teknologi harus membantu sekolah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan mendukung perkembangan siswa,” ujar Aline dalam sambutannya.
Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, sekolah membutuhkan pemahaman yang memadai agar teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab, termasuk dalam mendukung aspek kesejahteraan dan perlindungan peserta didik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Maleo Talenta Cendekia Mutiara Hikma M. menyampaikan bahwa persoalan kesejahteraan siswa tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan sekolah. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga ruang bagi siswa untuk tumbuh, berinteraksi, membangun karakter, dan mengembangkan potensi dirinya.
“Kami ingin membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memastikan anak-anak merasa aman, dihargai, didengar, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan,” kata Mutiara.
Ia menambahkan, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa perlu memiliki pemahaman yang sama bahwa perundungan bukan persoalan sederhana yang dapat diabaikan.
“Pencegahan bullying tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh ekosistem pendidikan agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi setiap anak,” ujarnya.
Dari Pemerintah Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan menyampaikan dukungan terhadap berbagai inisiatif yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek akademik, karakter, kesehatan mental, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
“Anak-anak kita sedang tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, mereka tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki ketahanan diri, kemampuan bersosialisasi, serta lingkungan yang mendukung kesehatan mental mereka,” tutur Ahsan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah peserta dan mendorong lahirnya praktik baik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan Kota Semarang.
Sementara itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus berbagai persoalan sosial yang dihadapi peserta didik.
Menurut Yuli, transformasi pendidikan berbasis teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai kemanusiaan. Pemanfaatan AI tidak boleh membuat sekolah kehilangan perhatian terhadap kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis peserta didik.
“Teknologi adalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memperkuat proses pendidikan dan memberikan manfaat bagi peserta didik. AI harus digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berpusat pada kebutuhan manusia,” kata Yuli.
EduMind Wellbeing & AI Camp dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para pemangku kepentingan sekolah. Kehadiran Kepala Sekolah, Guru BK, unsur kesiswaan, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merancang berbagai strategi pencegahan bullying, penguatan kesehatan mental, serta pemanfaatan AI di lingkungan sekolah.
Keterlibatan berbagai unsur sekolah juga menjadi penting karena persoalan perundungan dan kesehatan mental siswa sering kali membutuhkan respons yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Guru BK memiliki peran dalam pendampingan siswa, unsur kesiswaan berperan dalam pembinaan dan pengelolaan kehidupan peserta didik, sementara kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kebijakan dan budaya sekolah.
Di sisi lain, perkembangan AI memberikan ruang baru bagi sekolah untuk mengembangkan pendekatan yang lebih kreatif dalam proses pendidikan. Namun, penggunaan AI juga membutuhkan literasi, etika, perlindungan data, serta pendampingan agar teknologi tidak digunakan secara keliru.
Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan dan strategi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap keamanan, kesehatan mental, dan kesejahteraan peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, di Oak Tree Hotel & Conventions Semarang tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan tentang wellbeing dan kecerdasan buatan dalam satu ruang pembelajaran. Pendekatan tersebut menjadi relevan karena tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan sosial dan teknologi dengan tetap memiliki karakter, ketahanan diri, dan rasa aman.
EduMind Wellbeing & AI Camp sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, yayasan, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berkembang menjadi praktik nyata di sekolah.
Pada akhirnya, sekolah yang aman dan sehat bukan hanya ditandai dengan tidak adanya perundungan, tetapi juga oleh terciptanya budaya saling menghargai, terbukanya ruang komunikasi, hadirnya dukungan bagi siswa yang membutuhkan, serta kemampuan seluruh warga sekolah untuk memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, EduMind Wellbeing & AI Camp diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu memadukan kemajuan teknologi dengan kepedulian terhadap manusia. Sebab, di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence, tujuan utama pendidikan tetap sama: memastikan setiap peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bermartabat, dan memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal.

Beri Komentar