SEMARANG — Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 10 Semarang melakukan study banding ke SMKN Jateng di Semarang, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang tersebut menjadi momentum bagi kedua organisasi siswa untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dalam pengembangan program kesiswaan.
Sebanyak 31 siswa dari SMKN 10 Semarang hadir dalam kegiatan tersebut. Rombongan diterima langsung oleh jajaran pengurus OSIS dan pihak sekolah SMKN Jateng di Semarang. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif dengan mengusung semangat belajar bersama. Tidak hanya membahas program kerja masing-masing sekolah, kegiatan juga diarahkan untuk membangun komunikasi antarpengurus OSIS agar dapat saling memberikan inspirasi dalam menjalankan organisasi di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sharing mengenai kinerja dan program kerja OSIS dari masing-masing sekolah. Dalam sesi tersebut, pengurus OSIS SMKN 10 Semarang dan SMKN Jateng di Semarang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan berbagai program yang telah maupun sedang dilaksanakan. Sharing tersebut menjadi ruang untuk melihat kelebihan, tantangan, serta strategi yang digunakan masing-masing organisasi dalam mengelola kegiatan siswa.
Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi per seksi bidang atau sekbid. Para pengurus dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan bidang yang memiliki kesamaan tugas. Melalui pola diskusi tersebut, peserta dapat berdialog lebih dekat dan mendalam mengenai pengalaman masing-masing sekbid, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas, hingga upaya mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam menjalankan organisasi.
Diskusi kelompok kecil menjadi salah satu bagian penting dalam study banding tersebut. Para siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif bertukar pengalaman dan memberikan masukan. Interaksi antarpengurus diharapkan dapat memperluas wawasan mereka mengenai tata kelola organisasi sekaligus mendorong munculnya gagasan baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Kegiatan semakin cair ketika para peserta mengikuti fun games. Aktivitas tersebut dirancang untuk membangun keakraban, kekompakan, serta komunikasi di antara pengurus OSIS kedua sekolah. Setelah sebelumnya serius berdiskusi mengenai organisasi dan program kerja, peserta memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Momentum penting lainnya adalah penandatanganan mitra kolaborasi OSIS antara SMKN Jateng di Semarang dan SMKN 10 Semarang. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen kedua sekolah untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi pengurus OSIS. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan study banding, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi siswa kedua sekolah.
Ketua OSIS SMKN Jateng di Semarang, Muhammad Alkha dari kelas XII TEI, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi pengurus OSIS untuk memperkaya pengalaman sekaligus memperluas relasi dengan organisasi siswa dari sekolah lain.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena kita bisa saling berbagi pengalaman, baik mengenai program kerja maupun cara menjalankan organisasi. Dari sini kita bisa belajar hal-hal baru yang mungkin bisa diterapkan untuk membuat kegiatan OSIS menjadi lebih baik,” ujar Muhammad Alkha.
Hal senada disampaikan Ketua OSIS SMKN 10 Semarang, Satria Aditama. Ia menilai study banding menjadi kesempatan berharga bagi pengurus OSIS untuk melihat secara langsung praktik organisasi di sekolah lain. Selain mendapatkan wawasan baru, para siswa juga dapat membangun komunikasi dan hubungan kerja sama yang diharapkan dapat terus berkembang.
“Kami mendapatkan banyak pengalaman dan masukan dari pertemuan ini. Tidak hanya tentang program kerja, tetapi juga bagaimana setiap sekbid menjalankan tugasnya. Kami berharap komunikasi dan kolaborasi antara OSIS SMKN 10 Semarang dengan SMKN Jateng di Semarang dapat terus berlanjut,” kata Satria Aditama.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kedatangan pengurus OSIS SMKN 10 Semarang. Ia menilai pertemuan antarpengurus OSIS dari dua sekolah dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan bagi siswa. Menurutnya, organisasi siswa merupakan wadah yang strategis untuk melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab.
“Mereka adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu, kita fasilitasi ruang kolaborasi untuk saling mengisi,” ujar Ardan.
Ardan menambahkan, SMKN Jateng di Semarang terbuka untuk menjadi tempat belajar bagi pengurus OSIS dari berbagai sekolah. Menurut dia, pertukaran pengalaman antarsekolah merupakan proses yang penting untuk membangun budaya belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman organisasi dan interaksi sosial.
“SMKN Jateng di Semarang siap menjadi tempat belajar pengurus OSIS dari berbagai sekolah. Kami ingin ruang seperti ini terus terbuka agar anak-anak bisa saling belajar, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi yang positif,” katanya.
Selain diskusi dan penandatanganan mitra kolaborasi, kegiatan study banding juga diwarnai dengan pemberian cinderamata dari masing-masing sekolah berupa plakat. Pemberian tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus kenang-kenangan atas pertemuan antara kedua organisasi siswa. Sederhana namun bermakna, cinderamata tersebut menjadi penanda bahwa kegiatan tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi, tetapi juga membangun hubungan antarsiswa.
Study banding OSIS SMKN 10 Semarang di SMKN Jateng di Semarang pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan antarsekolah. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama yang mempertemukan siswa dengan pengalaman, gagasan, dan perspektif yang berbeda. Melalui sharing program, diskusi per sekbid, fun games, hingga penandatanganan mitra kolaborasi, kedua sekolah menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan siswa dapat dilakukan melalui kerja sama dan jejaring yang nyata.
Bagi para pengurus OSIS, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjalankan organisasi secara lebih kreatif, terarah, dan bertanggung jawab. Sementara bagi sekolah, kolaborasi antarpengurus OSIS menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa aktif belajar, berorganisasi, berkomunikasi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Pertemuan di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang itu pun ditutup dengan semangat untuk menjaga komunikasi dan melanjutkan kolaborasi. Dua organisasi siswa dari sekolah berbeda tersebut membawa pulang pengalaman baru, jejaring pertemanan, serta gagasan yang dapat dikembangkan di lingkungan sekolah masing-masing. Semangat saling belajar dan saling menguatkan menjadi pesan utama dari study banding yang mempertemukan 31 siswa SMKN 10 Semarang dengan keluarga besar SMKN Jateng di Semarang tersebut.

Beri Komentar