Senin, 28-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

LANTIP 8 Hadirkan Pembelajaran Konstruksi Berbasis Digital melalui SketchUp di SMKN Jateng Semarang

Diterbitkan : Senin, 28 September 2026

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan pada berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan vokasi. Pembelajaran di sekolah menengah kejuruan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pemahaman teori, tetapi perlu memberikan pengalaman praktik yang mendekati situasi nyata di dunia kerja. Dalam konteks tersebut, kegiatan LANTIP 8 menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mengembangkan pengalaman kependidikan sekaligus berkontribusi dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual bagi peserta didik.

Melalui kegiatan LANTIP 8, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan kependidikan yang telah diperoleh selama perkuliahan, sekaligus belajar memahami karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran di lingkungan pendidikan vokasi. Salah satu pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di SMKN Jateng Semarang dengan fokus pembelajaran pada bidang Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).

Bidang TKP memiliki keterkaitan yang erat dengan proses perencanaan, perancangan, dan pembangunan bangunan. Oleh karena itu, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kemampuan memahami konsep konstruksi secara teoritis, tetapi juga pada kemampuan menerjemahkan konsep tersebut ke dalam sebuah rancangan yang dapat divisualisasikan. Penggunaan teknologi digital menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara teori perencanaan bangunan dan bentuk nyata sebuah bangunan.

Salah satu teknologi yang dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah SketchUp. Perangkat lunak ini memungkinkan peserta didik memvisualisasikan rancangan bangunan dalam bentuk tiga dimensi. Dengan demikian, konsep yang sebelumnya hanya dipahami melalui gambar dua dimensi atau penjelasan verbal dapat dipelajari secara lebih konkret dan interaktif. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membuat pembelajaran konstruksi menjadi lebih dekat dengan praktik yang dijumpai dalam dunia kerja.

Pelaksanaan pembelajaran dalam kegiatan LANTIP 8 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual kepada peserta didik. Pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan aktivitas identifikasi, diskusi, perancangan, hingga pemodelan. Pola tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman secara bertahap berdasarkan pengalaman yang mereka lakukan sendiri.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan merancang pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik, tingkat penguasaan materi, kemampuan menggunakan teknologi, serta tahapan pembelajaran yang sesuai. Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik karena pembelajaran vokasi membutuhkan pendekatan yang mampu menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Materi pembelajaran diawali dengan pengenalan konsep rumah tinggal sederhana. Peserta didik diperkenalkan dengan berbagai elemen yang umum terdapat dalam sebuah rumah, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, serta ruang-ruang pendukung lainnya. Pengenalan tersebut menjadi dasar bagi peserta didik untuk memahami bahwa setiap ruang dalam sebuah bangunan memiliki fungsi tertentu dan harus direncanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan penghuninya.

Setelah memahami elemen bangunan, peserta didik diarahkan untuk mempelajari denah dan hubungan antar ruang. Denah bukan sekadar gambar yang menunjukkan posisi ruangan, tetapi merupakan bagian penting dalam proses perencanaan bangunan. Melalui denah, peserta didik belajar memahami bagaimana satu ruang berhubungan dengan ruang lainnya, bagaimana sirkulasi dirancang, serta bagaimana fungsi setiap bagian dapat disusun agar membentuk hunian yang efektif dan nyaman.

Tahap berikutnya adalah pemodelan rumah sederhana menggunakan SketchUp. Pada tahap ini, peserta didik mulai menerjemahkan gagasan yang telah dituangkan dalam denah menjadi bentuk tiga dimensi. Model yang dibuat memungkinkan mereka melihat bentuk bangunan dari berbagai sudut pandang serta memahami hubungan antara ruang, dinding, bukaan, dan elemen bangunan lainnya secara lebih nyata.

Pendampingan dilakukan secara bertahap agar proses pembelajaran dapat menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu ketika peserta didik menghadapi kesulitan dalam memahami konsep maupun mengoperasikan perangkat lunak. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui proses mencoba, memperbaiki kesalahan, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul selama proses pemodelan.

Penggunaan SketchUp juga memberikan pengalaman belajar yang lebih visual. Peserta didik dapat melihat secara langsung perubahan yang terjadi ketika suatu bagian bangunan ditambahkan, dipindahkan, atau disesuaikan. Hal tersebut membantu mereka menghubungkan rancangan dengan bentuk fisik bangunan sehingga pemahaman mengenai konstruksi tidak bersifat abstrak.

Selain keterampilan teknis, pembelajaran juga diarahkan untuk membangun budaya kerja yang sistematis, kreatif, dan bertanggung jawab. Ketelitian menjadi bagian penting karena kesalahan dalam membuat ukuran, posisi, maupun hubungan antarbagian dapat memengaruhi hasil rancangan. Peserta didik juga dituntut untuk bekerja secara terstruktur mulai dari memahami kebutuhan, menyusun gagasan, membuat denah, hingga menghasilkan model tiga dimensi.

Kreativitas turut berkembang ketika peserta didik menentukan rancangan dan hubungan ruang dalam rumah sederhana. Mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan berdasarkan fungsi ruang dan kebutuhan penghuni. Pada saat yang sama, proses tersebut mengajarkan bahwa kreativitas dalam bidang konstruksi tetap perlu mempertimbangkan aspek fungsi, keteraturan, dan ketepatan perencanaan.

Kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Aktivitas kelompok memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, mendengarkan pendapat teman, dan mencari solusi terhadap persoalan yang muncul. Sementara itu, aktivitas individu membantu peserta didik mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan masing-masing.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik terlibat langsung sejak tahap identifikasi elemen rumah sederhana. Mereka kemudian berdiskusi mengenai konsep denah dan rancangan ruang sebelum melanjutkan pada tahap pemodelan tiga dimensi menggunakan SketchUp. Rangkaian aktivitas tersebut membuat peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi turut mengalami proses perencanaan dan perancangan secara langsung.

Pembelajaran semacam ini juga memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan problem solving. Ketika menemukan kesalahan pada rancangan atau mengalami kendala saat membuat model, peserta didik perlu mengidentifikasi persoalan dan mencari cara untuk memperbaikinya. Proses tersebut merupakan bagian penting dari pembelajaran vokasi karena dunia kerja menuntut kemampuan menghadapi persoalan secara sistematis dan bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa LANTIP 8, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa menjadi pendidik bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi. Seorang pendidik juga perlu mampu merancang pengalaman belajar, memilih metode yang sesuai, memberikan pendampingan, serta melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran. Pengalaman di SMKN Jateng Semarang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika pembelajaran pada bidang keahlian vokasi.

Sementara itu, bagi peserta didik, pembelajaran memberikan kesempatan untuk memperoleh pemahaman teori sekaligus praktik yang saling berkaitan. Konsep tentang rumah, denah, hubungan ruang, dan pemodelan tidak dipelajari secara terpisah, tetapi disusun dalam sebuah proses yang berkesinambungan. Dengan cara tersebut, peserta didik dapat melihat bagaimana materi yang dipelajari di kelas memiliki penerapan nyata dalam proses perencanaan bangunan.

Keterkaitan antara materi konstruksi dan penerapan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja. Perkembangan industri konstruksi menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami dasar-dasar bangunan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses perencanaan dan visualisasi. Pengalaman menggunakan SketchUp menjadi salah satu bentuk pengenalan terhadap budaya kerja yang memadukan keterampilan teknis dengan teknologi digital.

Pada akhirnya, kegiatan LANTIP 8 di SMKN Jateng Semarang menunjukkan bahwa pembelajaran vokasi dapat dikembangkan melalui perpaduan antara teori, praktik, dan teknologi. Bidang Teknik Konstruksi dan Perumahan menjadi ruang belajar yang memungkinkan peserta didik memahami proses perencanaan rumah sederhana secara bertahap, mulai dari mengenali fungsi ruang, menyusun denah, hingga menghasilkan visualisasi tiga dimensi menggunakan SketchUp.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Bagi peserta didik, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus memperkuat keterampilan teknis, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan masalah. Dengan demikian, SketchUp tidak sekadar menjadi perangkat untuk menggambar bangunan, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang membantu membangun kompetensi dan karakter peserta didik agar semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

Penulis : Khairy Ihsan Al Fahrezi, Mahasiswa Lantip 8 UNNES

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan