SEMARANG – SMKN Jateng di Semarang menjadi tempat pertemuan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kota Semarang, Jumat, 4 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang ke depan.
Pertemuan dihadiri jajaran inti pengurus MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang yang berasal dari sejumlah SMK negeri di Kota Semarang. Mereka antara lain Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang, Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., M.Pd. dari SMK Negeri Jateng, Mustafit, S.Pd., M.Si. dari SMK Negeri 8 Semarang, Hartono, S.Pd. dari SMK Negeri 5 Semarang, Wigati Martina, M.Pd. dari SMK Negeri 7 Semarang, Bernadetta Yuniati Akbariah, S.Pd., M.Li. dari SMK Negeri 4 Semarang, serta Nova sebagai perwakilan dari SMK Negeri 6 Semarang.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarpengurus, tetapi diarahkan sebagai forum kerja untuk memperkuat fondasi organisasi MGMP. Tiga agenda utama menjadi pokok pembahasan, yakni rancangan susunan pengurus, penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta perumusan program kerja MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang untuk periode mendatang.
Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang, Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., M.Pd., mengatakan penguatan struktur kepengurusan menjadi salah satu perhatian utama dalam periode kepengurusan saat ini. Penambahan jumlah pengurus dinilai penting agar pembagian tugas dapat berjalan lebih efektif dan setiap bidang memiliki sumber daya yang memadai untuk menjalankan program.
“Fokus utama kami adalah memperkuat struktur organisasi dengan menambah jumlah pengurus sehingga MGMP dapat bekerja lebih solid, fungsional, dan mampu menjangkau kebutuhan guru Bahasa Inggris di Kota Semarang,” ujar Sabil.
Menurut dia, keberadaan MGMP tidak hanya penting sebagai wadah koordinasi antarguru, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, strategi pembelajaran, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan peserta didik. Karena itu, struktur organisasi yang jelas diperlukan agar berbagai gagasan yang muncul dalam forum MGMP dapat diterjemahkan menjadi program nyata.
Selain membahas struktur kepengurusan, pengurus juga memberikan perhatian khusus terhadap penyusunan AD/ART. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu landasan penting dalam menjalankan roda organisasi MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang. Draft AD/ART selanjutnya akan dipersiapkan untuk proses pengesahan melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah.
“AD/ART perlu segera kami susun sebagai dasar organisasi. Setelah draft selesai dan disepakati, selanjutnya akan kami koordinasikan untuk proses pengesahan ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah,” jelas Sabil.
Dalam pembahasan program kerja, Bidang Kurikulum menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian strategis. Pengurus merencanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penguatan kompetensi guru, salah satunya melalui sosialisasi materi Bahasa Inggris yang berkaitan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Program tersebut dipandang penting mengingat guru perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap perkembangan kebijakan, bentuk asesmen, materi, serta strategi pembelajaran yang dapat mendukung kesiapan peserta didik. Melalui MGMP, informasi dan pemahaman tersebut diharapkan dapat dibagikan secara lebih merata kepada guru Bahasa Inggris di berbagai sekolah di Kota Semarang.
Sosialisasi materi yang berkaitan dengan TKA juga diharapkan tidak berhenti pada pemahaman guru semata. Hasil pembahasan dan pengembangan materi nantinya dapat menjadi bahan untuk memperkaya proses pembelajaran di sekolah, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan akademik sekaligus tetap mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris.
“Bidang Kurikulum akan menjadi salah satu motor program MGMP. Kami ingin mendorong adanya sosialisasi dan penguatan materi Bahasa Inggris, termasuk yang berkaitan dengan TKA, sehingga guru semakin siap dan siswa juga mendapatkan pembelajaran yang mendukung kemampuan akademiknya,” kata Sabil.
Di sisi lain, pengurus juga menaruh perhatian terhadap pengembangan komunikasi dan publikasi organisasi. Bidang Humas yang dikoordinatori Mustafit, S.Pd., M.Si. dan Hartono, S.Pd., menyampaikan rencana pengembangan media informasi resmi MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang.
Beberapa platform digital yang direncanakan untuk dikembangkan antara lain Facebook, Instagram, dan Google Site. Kehadiran berbagai kanal tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pengurus dan anggota, sekaligus menjadi pusat informasi mengenai kegiatan MGMP.
Media sosial juga akan dimanfaatkan sebagai ruang dokumentasi berbagai aktivitas organisasi. Dengan pengelolaan yang terarah, setiap kegiatan, hasil diskusi, program pengembangan kompetensi, maupun informasi penting lainnya dapat terdokumentasi dan diakses oleh anggota MGMP.
Pengembangan media informasi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menyesuaikan organisasi dengan perkembangan komunikasi digital. Di tengah kebutuhan penyebaran informasi yang cepat, keberadaan kanal resmi diharapkan mampu meminimalkan kesenjangan informasi di antara anggota MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang.
“Bidang Humas akan menyiapkan media informasi resmi MGMP, mulai dari Facebook, Instagram, hingga Google Site. Kami ingin media tersebut nantinya bukan hanya menjadi tempat publikasi, tetapi juga sarana komunikasi, dokumentasi, dan berbagi informasi bagi seluruh anggota,” ujar Mustafit.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi dengan melibatkan seluruh anggota MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang. Pertemuan lanjutan direncanakan dilaksanakan melalui Zoom Meeting dalam waktu dekat.
Forum daring tersebut akan menjadi kesempatan bagi pengurus untuk memaparkan rancangan program kerja yang telah dibahas sekaligus mendapatkan masukan dari seluruh anggota. Selain itu, draft AD/ART juga akan dibawa ke dalam forum untuk mendapatkan pembahasan dan penyempurnaan lebih lanjut sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Keterlibatan seluruh anggota dinilai penting agar program kerja MGMP yang disusun benar-benar merepresentasikan kebutuhan guru Bahasa Inggris di Kota Semarang. Dengan demikian, keputusan organisasi tidak hanya berasal dari jajaran pengurus, tetapi juga memperoleh dukungan dan masukan dari para anggota yang berada di berbagai satuan pendidikan.
Pertemuan pengurus di SMKN Jateng di Semarang tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penegasan komitmen pengurus untuk membangun MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang sebagai organisasi profesi yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, menjadi tempat berlangsungnya pertemuan MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang juga menunjukkan peran sekolah sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan profesional guru. Pertemuan antarpengurus lintas sekolah seperti ini membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman dan praktik baik yang dapat memberikan dampak positif terhadap pembelajaran.
Ke depan, MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang diharapkan mampu berkembang sebagai wadah yang tidak hanya menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi guru. Program yang terstruktur, komunikasi yang terbuka, serta pembagian tugas yang jelas menjadi modal penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Penguatan MGMP pada akhirnya tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki ruang untuk belajar bersama, berdiskusi, melakukan refleksi, dan mengembangkan strategi pembelajaran akan memiliki peluang lebih besar untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dengan sinergi antarpengurus dan seluruh anggota, MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dan program yang relevan dengan perkembangan pendidikan. Mulai dari penguatan kompetensi guru, pengembangan materi pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pendampingan dalam menghadapi perkembangan asesmen pendidikan.
“Harapan kami, MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang menjadi wadah yang benar-benar hidup dan produktif. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi guru, dan pada akhirnya meningkatkan mutu pembelajaran serta prestasi siswa di Kota Semarang,” pungkas Sabil.
Pertemuan di SMKN Jateng tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun fondasi MGMP Bahasa Inggris Kota Semarang yang lebih kuat. Dengan struktur organisasi yang diperkuat, AD/ART yang disiapkan secara matang, program kerja yang terarah, serta dukungan media komunikasi digital, MGMP diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan profesional guru sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang.

Beri Komentar