Jumat, 04-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Penjajakan PT Mekahidro Jaya Teknik ke SMKN Jateng Semarang, Perkuat Peluang Kolaborasi Sekolah dan Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri terus dilakukan SMKN Jateng di Semarang. Salah satunya melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan PT Mekahidro Jaya Teknik Beranda Bali BSB Industrial Park yang berlangsung di SMKN Jateng di Semarang, Kamis, 3 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara sekolah dan industri. Penjajakan dilakukan untuk melihat potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, SMKN Jateng di Semarang menerima kunjungan dari pihak PT Mekahidro Jaya Teknik Beranda Bali BSB Industrial Park. Pihak sekolah diwakili oleh Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN Jateng di Semarang, Ferry Nor Toha, bersama Kepala Program Studi Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Agista Rizky Dermara.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Kedua pihak membahas peluang untuk membangun hubungan kelembagaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat diarahkan pada bentuk kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, peserta didik, maupun industri.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, keberadaan mitra industri merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Dunia industri menjadi rujukan penting bagi sekolah dalam memastikan pembelajaran, kompetensi peserta didik, serta pengembangan lulusan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan kerja yang terus berkembang.

Ketua BKK SMKN Jateng di Semarang, Ferry Nor Toha, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan PT Mekahidro Jaya Teknik. Menurutnya, kunjungan industri ke sekolah menjadi momentum positif untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret pada masa mendatang.

“Kami senang atas kunjungan dari industri ke SMKN Jateng di Semarang. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk menjajaki kerja sama dan melihat peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama ke depannya,” ujar Ferry Nor Toha.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara sekolah dengan industri merupakan bagian penting dari implementasi konsep link and match dalam pendidikan vokasi. Melalui hubungan yang semakin kuat dengan industri, sekolah dapat memperoleh masukan mengenai kebutuhan kompetensi, budaya kerja, serta perkembangan teknologi yang digunakan di lapangan.

“Bagi SMKN Jateng di Semarang, kerja sama dengan industri merupakan implementasi dari link and match. Kami berharap penjajakan ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, terutama dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Ferry.

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan dunia usaha dan dunia industri. Sekolah membutuhkan mitra untuk membangun ekosistem pembelajaran yang semakin dekat dengan realitas dunia kerja. Di sisi lain, industri juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis, karakter kerja, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.

Karena itu, penjajakan dengan PT Mekahidro Jaya Teknik diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal. Pihak sekolah menyampaikan bahwa akan ada tindak lanjut berupa surat permohonan dari PT Mekahidro Jaya Teknik sebagai bagian dari proses pembahasan kerja sama selanjutnya.

Surat tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menindaklanjuti komunikasi antara kedua pihak dan memetakan bentuk kerja sama yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Dengan adanya komunikasi yang lebih terstruktur, sekolah dan industri dapat bersama-sama menentukan ruang kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas masing-masing.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, peluang kerja sama dengan industri memiliki arti strategis dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan. Hubungan yang baik dengan mitra industri dapat membuka ruang bagi berbagai bentuk kegiatan, mulai dari penguatan wawasan dunia kerja, sinkronisasi kompetensi, pengembangan pengalaman praktis peserta didik, hingga peluang penyerapan lulusan sesuai kebutuhan industri.

Khusus bagi peserta didik bidang ketenagalistrikan, keterhubungan dengan industri juga menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan kerja profesional. Kompetensi yang dipelajari di sekolah perlu terus dikaitkan dengan perkembangan teknologi dan standar kerja yang berlaku di dunia industri.

Agista Rizky Dermara selaku Kaprodi TITL turut mendampingi proses penerimaan kunjungan tersebut. Kehadiran program keahlian dalam penjajakan kerja sama menjadi penting karena implementasi hubungan sekolah dengan industri pada akhirnya perlu diterjemahkan ke dalam kebutuhan kompetensi dan pengalaman belajar peserta didik.

Kolaborasi sekolah dengan industri juga sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang menempatkan kesiapan kerja sebagai salah satu orientasi penting. Peserta didik tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga perlu memahami etos kerja, keselamatan kerja, kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja.

Melalui penjajakan ini, SMKN Jateng di Semarang menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Ferry Nor Toha berharap komunikasi yang telah dibangun melalui kunjungan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih konkret. Menurutnya, kemitraan yang kuat membutuhkan komunikasi, kesamaan visi, serta komitmen dari kedua belah pihak.

“Kami berharap setelah penjajakan ini ada tindak lanjut yang lebih konkret. Dengan komunikasi dan komitmen bersama, mudah-mudahan kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dan PT Mekahidro Jaya Teknik dapat terwujud dan memberikan manfaat yang luas,” ungkapnya.

Kunjungan PT Mekahidro Jaya Teknik Beranda Bali BSB Industrial Park pada 3 September 2026 tersebut menjadi salah satu langkah SMKN Jateng di Semarang dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis kemitraan. Sekolah terus berupaya memastikan hubungan dengan industri tidak sekadar menjadi hubungan kelembagaan, tetapi benar-benar mampu mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan relevansi kompetensi lulusan.

Dengan adanya tindak lanjut melalui surat permohonan dari PT Mekahidro Jaya Teknik, peluang kerja sama kedua pihak diharapkan dapat memasuki tahap pembahasan yang lebih terarah. Dari proses tersebut, berbagai bentuk kolaborasi dapat dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, peserta didik, serta dunia industri.

Penjajakan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan vokasi membutuhkan sinergi multipihak. Sekolah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan perlu berjalan bersama agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan, karakter kerja yang kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, setiap kunjungan dan penjajakan dengan industri merupakan kesempatan untuk membangun jejaring sekaligus membuka pintu kolaborasi baru. Semangat link and match pun diharapkan semakin nyata melalui kerja sama yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan