Rabu, 02-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Meriahkan Maulid Nabi 1448 H, Hadroh Siswa SMKN Jateng Semarang Tampilkan Nuansa Islami di Bringin Hills Estate

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Perumahan Bringin Hills Estate (BHE), RT 004/RW XVI, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, berlangsung semarak pada Ahad malam, 30 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi dengan pengajian dan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, termasuk penampilan kelompok hadroh SMKN Jateng di Semarang.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga selesai itu mengusung tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Umat yang Beriman, Berilmu dan Berakhlakul Karimah. Tema tersebut menjadi pesan utama dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat dan meneladani keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran kelompok hadroh SMKN Jateng di Semarang menjadi salah satu bagian yang turut memeriahkan sekaligus menyukseskan kegiatan tersebut. Para siswa menampilkan lantunan musik hadroh bernuansa Islami di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan religius, tetapi juga memberikan warna tersendiri bagi suasana peringatan Maulid Nabi.

Alunan shalawat yang dibawakan para siswa menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat pesan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Melalui seni hadroh, siswa mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki di luar kegiatan pembelajaran formal di sekolah.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat juga memiliki nilai pendidikan yang penting. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas atau bengkel praktik, tetapi juga melalui pengalaman langsung ketika siswa berinteraksi dengan masyarakat, mengambil peran dalam kegiatan sosial, dan belajar membangun rasa tanggung jawab.

Penampilan hadroh tersebut sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar bekerja sama, menjaga kekompakan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan pribadi siswa yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial.

Kegiatan Maulid Nabi di BHE juga menjadi ruang perjumpaan antara lingkungan pendidikan dan masyarakat. Kehadiran siswa SMKN Jateng menunjukkan bahwa sekolah dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara satuan pendidikan dengan lingkungan sekitar sekaligus memberikan pengalaman sosial yang bermakna bagi peserta didik.

Selain aspek seni dan kreativitas, momentum Maulid Nabi juga memiliki dimensi pembinaan akhlak. Keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Bagi para siswa yang tergabung dalam kelompok hadroh, tampil di hadapan masyarakat merupakan pengalaman yang berbeda dibandingkan tampil dalam kegiatan internal sekolah. Mereka dituntut untuk mempersiapkan diri, menjaga kekompakan kelompok, mengikuti susunan acara, serta menunjukkan sikap yang baik selama kegiatan berlangsung. Pengalaman tersebut secara tidak langsung melatih kepercayaan diri dan kemampuan bekerja dalam tim.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa dapat dilakukan melalui berbagai jalur. Kompetensi siswa tidak semata-mata diukur melalui kemampuan akademik maupun keterampilan vokasional, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan seni, kreativitas, komunikasi, dan karakter. Hal ini penting bagi pendidikan kejuruan yang mempersiapkan peserta didik agar memiliki kesiapan menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Dalam konteks pembentukan generasi muda, kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan tidak hanya melalui peringatan Maulid, tetapi juga melalui upaya meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kesantunan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama merupakan karakter yang dibutuhkan siswa dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.

Tema yang diangkat dalam peringatan Maulid Nabi di Bringin Hills Estate memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan tersebut. Umat yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah merupakan gambaran generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, keyakinan, dan perilaku. Bagi peserta didik SMKN Jateng, nilai tersebut dapat diterjemahkan dalam bentuk kesungguhan belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, serta memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Keterlibatan kelompok hadroh SMKN Jateng juga menjadi bukti bahwa kegiatan seni dapat menjadi media pendidikan karakter. Ketika siswa berlatih bersama, mereka belajar mendengarkan satu sama lain, menjaga tempo, memahami peran masing-masing, dan mengutamakan kekompakan kelompok. Proses tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah penampilan tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kontribusi seluruh anggota tim.

Di sisi lain, kehadiran siswa dalam kegiatan masyarakat juga memberikan pengalaman tentang pentingnya etika dan tata krama. Mereka belajar menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas, menghargai kegiatan keagamaan, serta menunjukkan sikap yang sesuai dengan norma lingkungan. Pengalaman semacam ini menjadi pembelajaran kontekstual yang melengkapi pendidikan yang diperoleh siswa di sekolah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Perumahan Bringin Hills Estate dengan demikian tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Penampilan kelompok hadroh SMKN Jateng di Semarang menjadi bagian penting dari semangat tersebut. Para siswa tidak sekadar hadir sebagai pengisi acara, tetapi juga membawa pesan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam kegiatan keagamaan dan sosial melalui bakat serta kreativitas yang mereka miliki.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan seperti ini, sekolah memiliki kesempatan untuk terus menanamkan pendidikan karakter yang bersifat nyata dan kontekstual. Siswa belajar bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sekolah harus berjalan beriringan dengan sikap, akhlak, kepedulian, serta kemampuan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di BHE akhirnya menjadi sebuah ruang pembelajaran bersama. Masyarakat mendapatkan nuansa Islami melalui penampilan hadroh para siswa, sementara peserta didik memperoleh pengalaman berharga dalam menyalurkan bakat, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, dan menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama peringatan Maulid Nabi tahun ini: menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Dari lingkungan sekolah hingga masyarakat, keteladanan itu diharapkan tidak berhenti pada peringatan, tetapi terus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan