Semarang, 18 September 2026 — SMK Negeri Jateng Di Semarang terus berkomitmen membangun budaya literasi di lingkungan sekolah melalui Giat Jumat Literasi SMK Negeri Jateng Di Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, tersebut menjadi salah satu agenda pembiasaan positif bagi peserta didik untuk meningkatkan minat membaca sekaligus mengembangkan kemampuan memahami dan menyampaikan informasi.
Giat Jumat Literasi berlangsung di Convention Hall SMK Negeri Jateng Di Semarang mulai pukul 07.00 hingga 07.40 WIB. Kegiatan diikuti oleh siswa dan siswi dengan suasana aktif dan antusias. Pada pelaksanaan kali ini, peserta didik diarahkan untuk membaca berita terkini dari berbagai sumber yang relevan. Setelah memahami berita yang dibaca, siswa diberi kesempatan untuk menceritakan kembali informasi tersebut kepada teman-temannya.
Pelaksanaan Giat Jumat Literasi SMK Negeri Jateng Di Semarang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman literasi yang lebih utuh, mulai dari membaca, memahami informasi, mengidentifikasi hal-hal penting, hingga menyampaikan kembali informasi dengan menggunakan bahasa sendiri.
Melalui pembiasaan tersebut, siswa didorong untuk lebih dekat dengan berbagai informasi aktual yang terjadi di lingkungan sekitar maupun pada tingkat nasional dan internasional. Membaca berita juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk memperluas wawasan serta mengenali beragam persoalan dan peristiwa yang berkembang di masyarakat.
Dalam proses membaca, siswa belajar memilih sumber informasi yang relevan dan memahami isi bacaan secara menyeluruh. Mereka juga dilatih menemukan informasi utama, membedakan bagian penting dan pendukung, kemudian mengolah informasi tersebut sebelum disampaikan kembali kepada orang lain.
Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan budaya literasi di sekolah. Literasi tidak berhenti ketika siswa selesai membaca sebuah teks, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.
Salah satu kegiatan yang menarik dalam Giat Jumat Literasi adalah sesi menceritakan kembali berita yang telah dibaca. Pada tahap ini, siswa tidak sekadar mengingat isi bacaan, tetapi juga belajar menyusun kembali informasi secara runtut agar dapat dipahami oleh teman-temannya.
Kemampuan menyampaikan kembali informasi menjadi keterampilan penting bagi peserta didik, terutama dalam lingkungan pendidikan kejuruan. Siswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga perlu mampu berkomunikasi dengan jelas, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Ketika menceritakan kembali berita, siswa belajar menentukan informasi yang perlu disampaikan, menyusun kalimat secara sistematis, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kegiatan tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan berbicara sekaligus membangun keberanian tampil di hadapan orang lain.
Selain kemampuan komunikasi, aktivitas ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis. Mereka perlu memahami informasi sebelum menyampaikannya, sehingga tidak sekadar membaca atau menghafal isi berita. Proses tersebut membantu peserta didik membangun kebiasaan untuk memahami informasi secara lebih mendalam.
Guru Bahasa Jepang SMK Negeri Jateng Di Semarang, Putri, mengatakan bahwa kegiatan literasi diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh peserta didik.
“Giat Jumat Literasi diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang memberikan pengalaman positif bagi peserta didik. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membaca, tetapi juga sebagai kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,” ujar Putri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas aktivitas membaca, tetapi juga kualitas proses belajar yang berlangsung setelah siswa membaca. Peserta didik diberi ruang untuk memahami informasi dan mengomunikasikan kembali apa yang telah mereka peroleh.
Bagi siswa SMK, kemampuan literasi dan komunikasi memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran maupun kesiapan menghadapi dunia kerja. Kemampuan membaca informasi secara cermat, memahami instruksi, mengolah data atau informasi, serta menyampaikan gagasan merupakan bagian dari keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai situasi.
Karena itu, Giat Jumat Literasi SMK Negeri Jateng Di Semarang menjadi salah satu bentuk pembiasaan yang dapat mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Kegiatan yang sederhana melalui membaca berita dan menceritakan kembali informasi dapat memberikan pengalaman belajar yang melibatkan kemampuan membaca, berpikir, berbicara, dan berinteraksi secara bersamaan.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari informasi yang lebih luas di luar materi pembelajaran di kelas. Berita yang dibaca dapat menjadi pintu masuk bagi peserta didik untuk mengenali perkembangan lingkungan sosial, pendidikan, teknologi, ekonomi, budaya, maupun berbagai peristiwa lain yang terjadi di masyarakat.
Dengan demikian, budaya membaca tidak hanya diarahkan agar siswa memiliki kebiasaan membuka dan membaca bahan bacaan, tetapi juga agar mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai informasi. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sikap belajar sepanjang hayat.
Pelaksanaan Giat Jumat Literasi secara rutin juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya budaya literasi. Ketika aktivitas membaca dan berbagi informasi dilakukan secara konsisten, siswa memiliki kesempatan untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jateng Di Semarang terus mendorong peserta didik agar menjadi pembaca yang aktif, mampu memahami informasi secara kritis, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama siswa berada di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan informasi dan tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Giat Jumat Literasi SMK Negeri Jateng Di Semarang pada akhirnya menjadi ruang pembelajaran yang menggabungkan budaya membaca dengan kemampuan berkomunikasi. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan melibatkan peserta didik secara aktif, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi sekaligus membentuk siswa yang memiliki wawasan luas, kritis terhadap informasi, komunikatif, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada orang lain.

Beri Komentar