JAKARTA – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia vokasi berdaya saing internasional. Melalui perhelatan nasional Webinar SMK Berani Mendunia 2026 seri ke-11 bertajuk “Dari SMK ke Dunia: Program G2G bagi Talenta SMK Menuju Karier Global”, pemerintah memaparkan langkah strategis, regulasi resmi, serta skema penempatan tenaga kerja internasional yang aman, terpercaya, dan bermartabat bagi seluruh lulusan SMK di Indonesia. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara langsung via kanal YouTube Direktorat SMK ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Tanah Air, mulai dari kepala sekolah, pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), guru, hingga para siswa SMK.
Penyelenggaraan Webinar SMK Berani Mendunia 2026 ini menjadi wadah edukasi krusial untuk membekali talenta vokasi Indonesia agar mampu mengambil peluang kerja di pasar internasional secara legal. Pemilihan skema Government to Government (G2G) dan Government to Private (G2P) yang dikelola oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjadi fokus utama dalam webinar ini. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai respons atas meningkatnya permintaan tenaga kerja terampil di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, Jerman, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Bapak Ari B. Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesiapan lulusan SMK untuk berkarier di kancah internasional tidak dapat dibentuk secara mendadak saat lulus, melainkan harus dirancang sejak kelas 10. Beliau menekankan pentingnya penguatan program kelas kepekerjaan luar negeri, penguasaan bahasa asing, kesiapan karakter adaptif, serta pemahaman hukum ketenagakerjaan bagi seluruh murid SMK.
“Satu hal penting yang menjadi perhatian utama pemerintah bahwa bekerja di luar negeri wajib melalui jalur resmi. Kami Direktorat SMK selalu tidak henti-hentinya memastikan bahwa seluruh lulusan SMK yang akan bekerja ke luar negeri kami anjurkan, kami rekomendasikan, kami wajibkan untuk melalui jalur resmi. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita terlindungi dari tawaran penempatan ilegal, risiko penipuan, dan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO,” tegas Ari B. Kurniawan di hadapan ribuan peserta webinar.
Peluang Kerja Luar Negeri dan Pelindungan Hukum Melalui Skema G2G KP2MI
Dalam sesi pemaparan materi utama, Direktur Penempatan Pemerintah KP2MI, Ibu Diah Rezeki Ningrum, membedah secara mendalam mengenai skema penempatan pekerja migran jalur pemerintah. Jalur G2G memberikan kepastian hukum karena didasarkan pada perjanjian tertulis resmi antara Pemerintah Indonesia dan negara tujuan. Perjanjian tersebut mengatur hak, kewajiban, transparansi biaya, jaminan keselamatan, hingga besaran gaji yang diterima pekerja.
Salah satu negara tujuan favorit lulusan SMK adalah Korea Selatan di sektor manufaktur dan perikanan dengan standar gaji mencapai Rp27 juta per bulan. Meski demikian, Diah menggarisbawahi bahwa bekerja di luar negeri tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana mencari uang, melainkan harus diorientasikan sebagai pengembangan karier jangka panjang.
“Program G2G ini diselenggarakan langsung oleh pemerintah, sehingga dipastikan aman, terpercaya, dan transparan. Namun, bekerja ke luar negeri itu harus dibangun sebagai pola karier dari awal, bukan sekadar mencari uang. Anak-anak SMK harus mempersiapkan kompetensi teknis, penguasaan bahasa, dan terutama karakter serta disiplin sejak masih duduk di bangku sekolah,” ungkap Diah Rezeki Ningrum.
Beliau menambahkan bahwa KP2MI menyediakan portal Sistem Komputerisasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia (Sisco P2MI) di alamat siscop2mi.bp2mi.go.id agar para siswa dan alumni SMK dapat mengakses informasi lowongan resmi secara mandiri serta terhindar dari risiko penipuan.
Praktik Baik SMKN 1 Tulungagung dalam Membangun Ekosistem Global
Webinar ini juga menghadirkan pemaparan praktik baik dari SMK Negeri 1 Tulungagung yang telah sukses mengantarkan ratusan alumninya bekerja di luar negeri. Kepala SMKN 1 Tulungagung, Ibu Ning Fadilah, membagikan pengalaman sekolahnya dalam membangun ekosistem pendukung karier global. Berdasarkan pemetaan awal tahun ajaran, sekitar 20 persen murid kelas 10 beserta orang tua mereka secara tegas memilih peminatan berkarier di luar negeri.
Untuk memfasilitasi minat tersebut, SMKN 1 Tulungagung mengoptimalkan peran BKK, menggelar pembinaan mental ketarunaan bersama Koramil, menyelenggarakan ekstrakurikuler bahasa dan budaya asing, serta rutin menghadirkan alumni yang bekerja di Korea Selatan dan Jepang. Hingga tahun 2026, tercatat 257 alumni SMKN 1 Tulungagung berhasil terserap di pasar kerja internasional.
“Apa yang kami bangun hari ini bukan sekadar kompetensi kerja, tetapi keberanian anak-anak untuk mengambil tempat di dunia internasional. Pendampingan BKK, keterlibatan orang tua, dan pembinaan karakter sejak kelas 10 menjadi kunci utama agar lulusan SMK siap bersaing secara global,” tutur Ning Fadilah.
Sinergi Pembentukan Talenta Vokasi Menuju Karier Global
Melalui sinergi antara Direktorat SMK, KP2MI, dan satuan pendidikan, perhelatan Webinar SMK Berani Mendunia 2026 terbukti menjadi pijakan kokoh bagi talenta muda Indonesia. Persiapan matang yang mencakup penguasaan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, mentalitas kerja berakhlak, serta kedisiplinan tinggi menjadi fondasi utama bagi lulusan SMK untuk membuktikan jargon “SMK Bisa, SMK Hebat” di tingkat internasional. Dengan memanfaatkan jalur resmi pemerintah yang legal, transparan, dan terproteksi secara hukum, masa depan generasi muda lulusan SMK terbuka lebar untuk meraih sukses di berbagai belahan dunia.

Beri Komentar