SEMARANG — Sebanyak 33 mahasiswa Lantip 8 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KKA di SMKN Jateng di Semarang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang AVA SMKN Jateng di Semarang tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa sebelum memasuki masa praktik mengajar terbimbing di kelas.
Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KKA untuk mahasiswa Lantip 8 UNNES ini menghadirkan Laely Rohmatin Apriliani, Koordinator Guru Pamong Lantip 8 sekaligus Fasilitator Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA BBGTK Jawa Tengah, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai pendekatan Pembelajaran Mendalam serta pemanfaatan KKA sebagai bagian dari upaya menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kaya informasi, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembekalan bagi mahasiswa Lantip 8 sebelum mereka terjun langsung dalam praktik mengajar terbimbing. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana merancang pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk aktif berpikir, mengeksplorasi, berkolaborasi, memecahkan masalah, serta merefleksikan proses belajar yang telah dilakukan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti materi secara aktif dan terlibat dalam pembahasan yang diberikan narasumber. Penguatan kembali mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA dinilai penting agar mahasiswa memiliki bekal yang lebih mantap ketika menyusun dan melaksanakan pembelajaran di kelas.
Dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KKA, mahasiswa Lantip 8 UNNES diajak memahami bahwa pembelajaran mendalam tidak sekadar berkaitan dengan banyaknya materi yang dapat disampaikan guru. Pendekatan ini menekankan proses belajar secara utuh melalui pengalaman yang bermakna, pemahaman konsep secara mendalam, penerapan pengetahuan dalam situasi nyata, serta refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Pembelajaran dengan pendekatan tersebut mendorong peserta didik untuk tidak berhenti pada kemampuan mengingat atau menghafal informasi. Lebih jauh, peserta didik diarahkan agar mampu memahami konsep, menganalisis persoalan, menciptakan sesuatu, memecahkan masalah, bekerja sama, serta melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar yang mereka jalani.
Pemahaman tersebut menjadi salah satu materi penting bagi mahasiswa Lantip 8 karena mereka akan berhadapan langsung dengan peserta didik ketika menjalankan praktik mengajar. Mahasiswa perlu mampu menerjemahkan konsep pembelajaran ke dalam aktivitas kelas yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Laely Rohmatin Apriliani menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
“Harapannya, mahasiswa dapat mengimplementasikan prinsip pembelajaran mendalam dan memanfaatkan KKA supaya pembelajaran semakin berkesadaran, bermakna dan menggembirakan,” ujar Laely.
Prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan menjadi bagian penting dalam penerapan Pembelajaran Mendalam. Ketiganya dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami secara langsung proses belajar, bukan hanya menerima informasi dari guru.
Dalam konteks tersebut, guru memiliki peran sebagai fasilitator yang merancang lingkungan belajar. Guru perlu menciptakan situasi yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi masalah, menemukan konsep, berdiskusi dengan teman, menghasilkan karya, hingga melakukan refleksi atas pengalaman belajarnya.
Bagi mahasiswa praktikan, pemahaman ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan rancangan pembelajaran ketika mereka mulai melaksanakan praktik mengajar terbimbing. Dengan demikian, kegiatan mengajar di kelas diharapkan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana peserta didik mengalami proses belajar yang utuh.
Selain mendapatkan penguatan mengenai Pembelajaran Mendalam, mahasiswa Lantip 8 juga memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan KKA dalam pembelajaran. Materi tersebut diarahkan untuk memperkaya referensi mahasiswa dalam memilih dan memanfaatkan sumber maupun media konten digital yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi dan konten digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Mahasiswa diperkenalkan pada pilihan media yang dapat digunakan untuk mendukung penyajian materi sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses belajar.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat juga memungkinkan guru menghadirkan informasi dengan berbagai bentuk. Materi dapat dikemas secara lebih menarik melalui konten digital sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik.
Bagi mahasiswa praktikan, wawasan tersebut memberikan tambahan referensi ketika mereka menyusun perangkat dan strategi pembelajaran. KKA dapat dimanfaatkan secara terarah untuk mendukung kegiatan belajar sehingga peserta didik tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut berinteraksi dengan materi, lingkungan belajar, maupun sesama peserta didik.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep yang diperoleh dengan kondisi nyata di sekolah. Sebelum memasuki praktik mengajar terbimbing, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri, mengevaluasi pemahaman, serta memperkaya strategi yang dapat diterapkan ketika berada di hadapan peserta didik.
Keikutsertaan 33 mahasiswa Lantip 8 UNNES dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KKA di SMKN Jateng di Semarang diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap kesiapan mereka sebagai calon pendidik. Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi referensi praktis dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, mahasiswa diharapkan mampu merancang pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar secara menyeluruh. Sementara itu, pemanfaatan KKA dapat menjadi pendukung untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan kaya sumber belajar.
Kegiatan pembekalan tersebut menjadi semakin relevan karena mahasiswa Lantip 8 selanjutnya akan memasuki tahapan praktik mengajar terbimbing. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Pada akhirnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru dalam menguasai materi. Kemampuan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar peserta didik.
Melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KKA untuk mahasiswa Lantip 8 UNNES, SMKN Jateng di Semarang memberikan ruang pembekalan agar mahasiswa praktikan semakin memahami tantangan pembelajaran di kelas. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap dan mantap dalam menyajikan pembelajaran, sekaligus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, interaktif, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik.

Beri Komentar