SEMARANG – Sebanyak 24 siswa kelas XI Jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang mengikuti Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan di PT YPTI dan Koperasi Industri Batur Jaya, Rabu, 16 September 2026. Didampingi empat guru, para siswa mendapat kesempatan untuk mengenal secara langsung proses kerja dan teknologi yang diterapkan di dunia industri, mulai dari pemesinan, manufaktur presisi, hingga pengecoran logam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual bagi siswa SMK agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dapat dipahami melalui pengalaman langsung di lingkungan industri. Kunjungan ke dua lokasi industri tersebut juga diarahkan untuk memperkuat wawasan siswa mengenai budaya kerja, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proses produksi, penggunaan teknologi, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Rombongan Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang mengunjungi Koperasi Industri Batur Jaya dan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI). Di Koperasi Industri Batur Jaya, rombongan diterima oleh Budi Wahyono, A.Md., selaku Manajer Koperasi Industri Batur Jaya. Sementara di PT YPTI, siswa mendapatkan pendampingan dari Aulia dari Training Center PT YPTI, serta Iwan dan Eliyasa dari bagian Marketing YPTI.
Ketua Jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang, Yulaikah, mengatakan kunjungan industri memiliki peran penting dalam proses pembelajaran siswa SMK. Menurutnya, pengalaman melihat dan memahami proses kerja secara langsung dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai dunia industri dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di ruang kelas.
“Kegiatan kunjungan industri ini merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran bagi siswa SMK. Melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak dapat memperoleh pengalaman dan wawasan secara langsung mengenai dunia industri, mulai dari budaya kerja, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja, proses produksi, penggunaan teknologi, hingga kompetensi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Yulaikah.
Ia menjelaskan, bagi siswa Jurusan Teknik Pemesinan, kunjungan ke perusahaan industri menjadi kesempatan untuk menghubungkan teori dan praktik yang selama ini dipelajari di sekolah dengan penerapannya di lapangan.
“Khususnya bagi siswa-siswi kami dari Jurusan Teknik Pemesinan, kami berharap kunjungan ke PT YPTI ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu dan keterampilan yang selama ini mereka pelajari di sekolah,” katanya.
Salah satu tujuan penting Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang adalah memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses produksi di industri yang relevan dengan bidang keahlian mereka.
Di Koperasi Industri Batur Jaya, siswa diperkenalkan dengan aktivitas industri yang bergerak di bidang pengecoran logam dan pemesinan. Bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi yang dipelajari siswa Teknik Pemesinan, terutama mengenai proses produksi, penggunaan mesin dan peralatan, pengendalian kualitas, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati bagaimana proses pengecoran logam dan pemesinan dilakukan dalam lingkungan industri. Siswa juga dapat melihat bahwa proses produksi tidak hanya membutuhkan keterampilan mengoperasikan mesin, tetapi juga ketelitian, kedisiplinan, pemahaman prosedur kerja, pengendalian kualitas, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Yulaikah menyampaikan bahwa pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran Teknik Pemesinan di sekolah dengan kebutuhan dunia industri.
“Kunjungan industri ke Koperasi Industri Batur Jaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal secara langsung proses pengecoran logam dan pemesinan, mulai dari proses produksi, penggunaan mesin dan peralatan, pengendalian kualitas, hingga penerapan K3 dan budaya kerja industri,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman langsung tersebut penting untuk membangun kesiapan siswa sebelum nantinya memasuki dunia kerja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran Teknik Pemesinan di sekolah dengan kebutuhan dunia industri serta meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja,” imbuh Yulaikah.
Setelah mendapatkan pengalaman mengenai pengecoran logam dan pemesinan di Koperasi Industri Batur Jaya, rombongan juga memperoleh wawasan mengenai industri manufaktur dan teknik presisi di PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) yang berlokasi di Yogyakarta.
PT YPTI bergerak di bidang industri manufaktur dan teknik presisi dengan berbagai bidang kegiatan yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi produksi. Di perusahaan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai bidang industri, antara lain pembuatan komponen presisi atau precision parts, pembuatan cetakan atau mold making, serta pembuatan jig & fixture sebagai alat bantu proses produksi dan pemeriksaan.
Selain itu, PT YPTI juga memiliki bidang plastic injection molding, yakni proses pembuatan produk berbahan plastik melalui metode injeksi. Teknologi CNC machining juga menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan, khususnya untuk menghasilkan komponen dengan proses pemesinan yang presisi.
Tidak hanya berfokus pada produksi, PT YPTI juga memiliki aktivitas research and development (R&D) dan prototyping untuk pengembangan desain dan pembuatan prototipe. Bidang reverse engineering turut menjadi bagian dari layanan pengembangan produk, mulai dari proses memahami atau mengembangkan desain hingga produk siap diproduksi.
Bagi siswa Teknik Pemesinan, paparan tersebut memberikan gambaran bahwa perkembangan industri manufaktur membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengoperasian mesin, tetapi juga memahami teknologi, ketelitian proses, desain, pengembangan produk, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Kegiatan Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan di PT YPTI dan Koperasi Industri Batur Jaya menunjukkan bahwa proses pembelajaran siswa SMK dapat berlangsung di berbagai lingkungan. Dunia industri menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperlihatkan standar kerja yang akan dihadapi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kunjungan tersebut, siswa dapat melihat secara lebih nyata bagaimana kompetensi Teknik Pemesinan diterapkan dalam proses produksi. Pengetahuan tentang mesin, pengukuran, material, proses pemesinan, kualitas produk, hingga keselamatan kerja yang dipelajari di sekolah memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri.
Bagi siswa, pengalaman tersebut juga dapat menjadi motivasi untuk semakin serius mengembangkan kompetensi. Dunia industri menuntut ketelitian dan kedisiplinan, sehingga kebiasaan positif yang dibangun sejak sekolah menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi dunia kerja.
Sementara bagi sekolah, kegiatan kunjungan industri dapat menjadi sarana untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi di lapangan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi guru dan jurusan untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan dunia industri.
Keterhubungan antara sekolah dan industri merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi. Melalui kegiatan seperti Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang teknologi dan proses produksi, tetapi juga belajar memahami budaya kerja secara langsung.
Kunjungan ke Koperasi Industri Batur Jaya dan PT YPTI mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan praktik yang berlangsung di dunia industri. Siswa dapat melihat bagaimana sebuah proses produksi membutuhkan kerja sama berbagai bagian, ketelitian, standar kualitas, penggunaan teknologi, serta penerapan K3 secara konsisten.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir siswa bahwa kompetensi kejuruan bukan sekadar materi pembelajaran untuk menyelesaikan tugas atau ujian. Kompetensi tersebut merupakan bekal yang akan digunakan dalam menghadapi persoalan nyata di tempat kerja.
Karena itu, Outing Class Jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang tidak sekadar menjadi kegiatan perjalanan edukatif. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia industri sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi di masa depan.
Dengan mengikuti kegiatan secara langsung di Koperasi Industri Batur Jaya dan PT YPTI, 24 siswa kelas XI bersama empat guru pendamping memperoleh kesempatan untuk melihat, mengamati, dan memahami dunia kerja dari dekat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa untuk semakin percaya diri mengembangkan kompetensi Teknik Pemesinan, menjaga disiplin dan keselamatan kerja, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan SMK yang kompeten dan siap berkontribusi di dunia industri.

Beri Komentar