Selasa, 07-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Pelepasan Peserta dan Fasilitasi Keberangkatan Guru SMK di Jawa Tengah ke BBPPMPV BMTI

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan kegiatan Pelepasan Peserta dan Fasilitasi Keberangkatan ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Mesin (BBPPMPV BMTI). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) di Aula B Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda, Kota Semarang, sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga pendidik vokasi di Jawa Tengah.

Acara pelepasan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Sodikin, S.Sos., M., serta dihadiri para peserta pelatihan yang berasal dari berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah. Para peserta selanjutnya akan mengikuti program peningkatan kompetensi di BBPPMPV BMTI sebagai pusat pengembangan pendidikan vokasi nasional.

Dalam sambutannya, Sodikin menyampaikan bahwa pelatihan vokasi merupakan salah satu strategi penting Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu menjawab tantangan dunia kerja maupun perkembangan industri yang terus berubah. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kualitas lulusan SMK.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten menyelenggarakan berbagai program pelatihan vokasi dengan tujuan menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, kompetitif, dan berkarakter sebagai bagian dari dukungan terhadap visi “Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan vokasi dengan tujuan menciptakan SDM yang mandiri, kompetitif, dan berkarakter untuk mendukung visi ‘Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045’. Pelatihan vokasi juga diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah, penopang ketahanan pangan nasional, serta penunjang kemajuan industri,” ujar Sodikin.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas guru vokasi menjadi salah satu prioritas yang terus didorong oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Program pelatihan yang akan diikuti para peserta di BBPPMPV BMTI diharapkan mampu memperkuat penguasaan teknologi, metode pembelajaran berbasis industri, serta kompetensi teknis yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, transfer ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya berhenti pada guru sebagai peserta, tetapi juga akan dirasakan manfaatnya oleh ribuan peserta didik di berbagai SMK di Jawa Tengah.

Salah satu peserta pelatihan dari SMKN Jateng di Semarang, Annang Dwi Setyono, menyambut baik kesempatan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi momentum penting bagi guru produktif untuk terus memperbarui kompetensi sesuai perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Pelatihan vokasi sangat baik karena bertujuan membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, serta etos kerja agar peserta memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah maupun ketika mendampingi peserta didik memasuki dunia kerja,” kata Annang Dwi Setyono.

Ia berharap seluruh materi, praktik, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di SMKN Jateng di Semarang. Selain itu, hasil pelatihan juga akan dibagikan kepada rekan-rekan guru melalui kegiatan berbagi praktik baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur guru-gurunya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan kompetensi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, peningkatan kualitas guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kami sangat senang guru SMKN Jateng di Semarang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Program tersebut sejalan dengan peta jalan sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru produktif sehingga mereka mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi,” ujar Ardan.

Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru menjadi salah satu fokus utama SMKN Jateng di Semarang dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Dengan guru yang terus mengembangkan kompetensinya, sekolah optimistis mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan, karakter, serta daya saing tinggi.

Melalui kegiatan Pelepasan Peserta dan Fasilitasi Keberangkatan ke BBPPMPV BMTI ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan lembaga pelatihan diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang profesional sekaligus menghasilkan lulusan SMK yang siap menghadapi tantangan industri, mendukung pembangunan daerah, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Penulis : Nofik Nur Fitriana, Waka Ketenagaan SMKN Jateng di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan