Jumat, 03-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMA IT Assalam Bandungan Dorong Inovasi Digital, Guru dan Tendik Dilatih Susun Program Kerja dan Modul Ajar Berbasis AI Gemini

Diterbitkan : - Kategori : Berita

BANDUNGAN — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi agar mampu menghadirkan tata kelola sekolah yang lebih efektif, efisien, dan inovatif. Menjawab tantangan tersebut, SMA IT Assalam Bandungan, Kabupaten Semarang, menggelar kegiatan pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan pendidikan berbasis pesantren modern.

Mengusung tema “Pendampingan Berbasis KERBASAIGEM (Kerja Berbasis AI Gemini) dalam Berinovasi Menyusun PROKERMODA (Program Kerja dan Modul Ajar)”, kegiatan tersebut menghadirkan praktisi pendidikan, Imron Rosyadi, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Pelatihan ini bertujuan membekali guru dan tenaga kependidikan dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), khususnya Gemini, sebagai alat bantu dalam menyusun dokumen administrasi pendidikan secara lebih cepat dan akurat.

Sebagai sekolah yang dikenal memiliki basis pendidikan pesantren modern dengan kekuatan utama pada program tahfidz Al-Qur’an, SMA IT Assalam Bandungan terus berupaya menjaga keseimbangan antara penguatan nilai-nilai keislaman dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital ini dinilai penting agar para pendidik tetap dapat menjalankan tugas administratif secara optimal tanpa mengurangi fokus utama mereka dalam membina santri, khususnya para penghafal Al-Qur’an.

Kegiatan pendampingan berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan AI Gemini sebagai asisten pendamping dalam ekosistem sekolah. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami peran AI sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas kerja, khususnya dalam urusan administrasi dan perencanaan pembelajaran.

Imron Rosyadi menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam dunia pendidikan bukan sekadar tren teknologi, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjawab kompleksitas tantangan pengelolaan sekolah modern. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis data, penyusunan program kerja, hingga pembuatan modul ajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.

“Pemanfaatan AI dalam pendidikan harus dipahami sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara AI hadir untuk mempercepat proses kerja yang bersifat administratif dan teknis,” ujar Imron saat menyampaikan materi.

Salah satu materi utama dalam pendampingan tersebut adalah strategi prompting, yakni teknik memberikan instruksi atau perintah kepada AI agar menghasilkan keluaran yang sesuai kebutuhan. Para guru dibekali cara merancang prompt yang efektif sehingga AI mampu memberikan hasil yang presisi, mulai dari penyusunan program kerja tahunan hingga perancangan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka dan regulasi pendidikan terbaru.

Suasana pelatihan semakin hidup saat memasuki sesi praktik langsung. Para peserta diberi kesempatan mencoba berbagai skenario penggunaan AI Gemini dalam pekerjaan sehari-hari. Mereka mempraktikkan penyusunan dokumen administratif dengan memanfaatkan teknologi AI secara mandiri namun tetap dalam pendampingan narasumber.

Momentum menarik terjadi ketika Kepala SMA IT Assalam Bandungan, Cholid Anadzil, Lc., turun langsung memberikan teladan kepada para guru. Di hadapan peserta, ia mempraktikkan bagaimana menyusun modul ajar yang inovatif dengan bantuan AI Gemini. Demonstrasi ini menjadi contoh nyata bahwa teknologi dapat digunakan secara praktis untuk mendukung efektivitas kerja pendidik.

Menurut Cholid, transformasi digital di lingkungan sekolah harus dimulai dari keterbukaan seluruh elemen pendidikan terhadap inovasi. Ia menekankan bahwa kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas manajemen sekolah dan pembelajaran.

“Sekolah berbasis pesantren bukan berarti tertinggal dalam inovasi teknologi. Justru kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemajuan digital dapat berjalan beriringan untuk mendukung pendidikan yang lebih baik,” ungkap Cholid.

Ia menambahkan bahwa penggunaan AI dalam penyusunan perangkat ajar diharapkan mampu mengurangi beban administratif guru, sehingga energi dan waktu mereka bisa lebih banyak dicurahkan untuk pembinaan karakter, pendampingan spiritual, dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Setelah sesi praktik selesai, kegiatan ditutup dengan presentasi hasil karya para peserta. Masing-masing guru menampilkan output kerja yang telah dihasilkan selama pelatihan. Seorang guru terpilih mempresentasikan draf Program Kerja hasil olahan AI, sementara peserta lainnya memaparkan modul ajar yang berhasil disusun secara sistematis dan komprehensif.

Hasil presentasi menunjukkan bahwa AI Gemini mampu membantu guru menyusun dokumen secara lebih cepat tanpa menghilangkan sentuhan personal dan profesional seorang pendidik. Para peserta pun mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai cara memanfaatkan teknologi secara produktif.

Dalam sesi penutupan, Imron Rosyadi menyampaikan pesan yang menjadi refleksi sekaligus penegasan terhadap pentingnya peran guru di era digital.

“Teknologi tidak akan menggantikan guru hebat, tapi teknologi di tangan guru hebat akan bersifat transformasional,” tegas Imron Rosyadi.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta. Bagi SMA IT Assalam Bandungan, pendampingan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan.

Dengan adanya kegiatan ini, SMA IT Assalam Bandungan diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang tahfidz dan ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi pelopor sekolah pesantren yang cakap digital. Integrasi antara pendidikan karakter, penguatan spiritual, dan pemanfaatan teknologi modern diyakini akan melahirkan ekosistem pembelajaran yang lebih terukur, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Langkah yang dilakukan SMA IT Assalam Bandungan ini menjadi contoh bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak harus menghilangkan nilai-nilai tradisi. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kualitas pendidikan, mempercepat inovasi, serta menghadirkan tata kelola sekolah yang lebih profesional di era modern.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan