SEMARANG — Program bantuan dana uji sertifikasi kompetensi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah membuahkan hasil menggembirakan. Salah satu penerima manfaat, SMKN Jateng di Semarang, berhasil mencatat capaian membanggakan dalam pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Tahun 2025. Sebanyak 57 siswa peserta uji dinyatakan 100 persen kompeten, sekaligus seluruh peserta berhasil terserap di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi atau serkom tersebut berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan SMK agar memiliki daya saing yang tinggi di dunia industri maupun dunia usaha.
Uji sertifikasi kompetensi merupakan proses evaluasi yang bertujuan mengukur keahlian, pengetahuan, serta sikap profesional seseorang dalam bidang tertentu. Ujian ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau lembaga berwenang lainnya untuk memberikan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa peserta memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.
Dalam konteks dunia kerja saat ini, sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan yang semakin vital. Selain menjadi bukti profesionalisme yang memperkuat nilai lulusan di mata rekruter, sertifikasi juga memastikan kemampuan seseorang sesuai dengan standar nasional, seperti yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Bahkan, untuk sejumlah bidang teknis tertentu seperti ketenagalistrikan, kesehatan, dan konstruksi, sertifikasi kompetensi menjadi syarat wajib untuk dapat bekerja secara profesional.
Di SMKN Jateng di Semarang, sebanyak 57 siswa mengikuti uji sertifikasi dari empat program keahlian. Rinciannya, Teknik Elektronika Industri (TEI) sebanyak 14 asesi, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) 13 asesi, Teknik Pemesinan (TP) 15 asesi, serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebanyak 15 asesi.
Pelaksanaan uji dilakukan di dua Tempat Uji Kompetensi (TUK), yakni TUK Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang dan TUK LSP P1 SMKN 4 Semarang. Seluruh peserta menjalani asesmen sesuai skema uji kompetensi masing-masing bidang keahlian.
Adapun skema uji yang diikuti mencakup Perakit Rangkaian Elektronika untuk kompetensi Teknik Elektronika Industri, Pekerjaan Iluminasi Level 2 untuk Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Operator Mesin CNC untuk Teknik Pemesinan, serta Engine Junior Technician untuk Teknik Kendaraan Ringan.
Hasil asesmen menunjukkan capaian luar biasa. Seluruh peserta dinyatakan kompeten, sehingga tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Capaian ini menunjukkan kesiapan siswa SMKN Jateng di Semarang untuk memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi yang telah teruji dan diakui secara formal.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kelulusan sertifikasi, tetapi juga dari tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja dan pendidikan lanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu indikator utama keberhasilan program bantuan sertifikasi kompetensi yang diberikan pemerintah.
Humas SMKN Jateng di Semarang, Zanuar Nur Wahyudi, mengungkapkan bahwa hampir seluruh peserta sertifikasi telah berhasil memasuki dunia kerja dalam waktu relatif singkat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Peserta uji sertifikasi kompetensi tahun 2025 berjumlah 57 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 siswa sudah diterima bekerja di berbagai industri, sedangkan 4 siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini berarti 100 persen siswa yang mengikuti uji sertifikasi kompetensi bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah terserap di industri maupun kampus negeri,” ujarnya.
Menurut Zanuar, angka keterserapan tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen nyata yang memperkuat peluang lulusan untuk diterima di dunia kerja.
Ia menambahkan, dunia industri kini semakin selektif dalam mencari tenaga kerja. Perusahaan tidak hanya melihat ijazah formal, tetapi juga mencari bukti kompetensi yang terstandarisasi dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keberhasilan ini menandakan bahwa bantuan sertifikasi kompetensi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah benar-benar tepat sasaran. Program ini memberikan dampak nyata bagi siswa, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” katanya.
Ardan berharap keberhasilan ini dapat menjadi dasar bagi perluasan program pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, semakin banyak siswa yang memperoleh akses terhadap sertifikasi kompetensi, maka semakin besar pula peluang lulusan SMK untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Dengan hasil yang sangat baik ini, kami berharap jumlah siswa yang mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dapat bertambah pada tahun berikutnya, sehingga manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Program bantuan sertifikasi kompetensi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi. Melalui sinergi antara sekolah, lembaga sertifikasi, dan dunia industri, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap kerja, siap berwirausaha, dan siap melanjutkan pendidikan.
Capaian SMKN Jateng di Semarang menjadi contoh konkret bahwa investasi pemerintah dalam penguatan kompetensi siswa vokasi mampu menghasilkan dampak nyata. Dengan tingkat kelulusan sertifikasi 100 persen serta keterserapan lulusan yang juga mencapai 100 persen, sekolah ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi yang terhubung erat dengan kebutuhan industri mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Penulis : Laely Rohmatin Apriliani, Ketua Panitia Uji Sertifikasi Kompetensi SMKN Jateng di Semarang

Beri Komentar