SEMARANG — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Ulum Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda Nomor 134, Kota Semarang, Jumat, 28 Agustus 2026. Badan Amalan Islam (BAI) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang dirangkai dengan pentasyarufan beasiswa bagi siswa kurang mampu, yatim, dan piatu.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut mengangkat tema “Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan dalam Keluarga, Bermasyarakat dan Berbangsa”. Peringatan Maulid Nabi menghadirkan mubaligh Dr. H. Fachrur Rozi, M.Ag., yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan zaman.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah yang dibawakan oleh Syibra dan Desnisia, siswa SMKN Jateng di Semarang. Kehadiran keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan peserta didik dari satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Tengah turut memberikan nuansa kekeluargaan dalam peringatan tersebut. SMKN Jateng di Semarang juga mengirimkan tiga kelas untuk mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi.
Ketua Panitia, Ustad Suwarno, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BAI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Suwarno dalam laporannya.
Menurut Suwarno, tema yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya penting dalam kehidupan pribadi, tetapi juga perlu diterapkan dalam keluarga, lingkungan masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Kepala Badan Amalan Islam Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Roberto Agung Nugroho. Dalam sambutannya, Roberto menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
“Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diucapkan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Roberto.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam keluarga, Rasulullah mengajarkan kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, serta keteladanan. Nilai-nilai tersebut menjadi penting karena keluarga merupakan tempat pertama dalam membangun karakter seseorang.
“Dalam keluarga, Rasulullah mengajarkan kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab dan keteladanan. Keluarga adalah tempat pertama membangun karakter,” jelasnya.
Sementara dalam kehidupan bermasyarakat, Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya saling menghormati, membantu sesama, menjaga persaudaraan, serta menghindari berbagai bentuk perpecahan. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting untuk diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keberagaman.
Dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, Roberto mengajak seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk meneladani sifat Rasulullah SAW, terutama amanah, adil, jujur, serta senantiasa mengutamakan kepentingan umum.
“Mari jadikan Maulid Nabi ini untuk memperkuat komitmen kita dalam meneladani Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari pelayanan pendidikan,” pesannya.
Selain menjadi momentum peningkatan keimanan dan penguatan karakter, peringatan Maulid Nabi juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa pentasyarufan beasiswa. Beasiswa diberikan kepada murid kurang mampu, yatim, dan piatu dari SMKN Jateng di Semarang. Penyerahan beasiswa dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto.
Lima siswa SMKN Jateng di Semarang yang menerima beasiswa tersebut adalah Vebian Rafael dari kelas XI TKP, Wisnu Haryo Samudro dari kelas XI TKR, Desnisya Dwi Noer Maharani dari kelas XI TITL, Galih Wahyu Hidayat dari kelas XI TP, serta Karmelia Putri dari kelas XI TEI.
Pentasyarufan beasiswa tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena memperlihatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial dan keagamaan. Nilai kepedulian, berbagi, dan membantu sesama juga diwujudkan secara nyata melalui dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik.
Memasuki acara inti, Dr. H. Fachrur Rozi, M.Ag., menyampaikan tausiyah dengan tema yang sama, yakni “Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan dalam Keluarga, Bermasyarakat dan Berbangsa”. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah mengenai kewajiban umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah kewajiban beriman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus dibuktikan melalui sikap dan perilaku, termasuk dengan berusaha menghidupkan keteladanan dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan para siswa, Dr. Fachrur Rozi juga memberikan perhatian khusus terhadap tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia mengingatkan bahwa perubahan teknologi dan otomatisasi telah mengubah berbagai jenis pekerjaan sehingga generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia mencontohkan berbagai pekerjaan yang mulai mengalami perubahan akibat otomatisasi, seperti sistem parkir otomatis, layanan perbankan melalui mesin, pintu tol otomatis, hingga penggunaan teknologi robotik dalam pelayanan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak berhenti belajar.
“Dunia terus berubah, maka saya titip anak-anakku, cerdaslah, pintarlah, gunakan kesempatan untuk belajar dengan sebaik-baiknya,” pesan Dr. Fachrur Rozi kepada para siswa.
Ia juga mengajak generasi muda untuk meneladani sifat fatonah, yakni kecerdasan dan kemampuan menggunakan akal secara baik. Kecerdasan, menurutnya, perlu berjalan bersama kecerdasan spiritual sehingga generasi muda tidak hanya mampu menghadapi perubahan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan pegangan moral yang kuat.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan diselingi humor, tausiyah berlangsung dalam suasana akrab namun tetap sarat pesan moral. Salah satu pesan yang disampaikan berkaitan dengan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.
“Mumpung masih muda jangan terlalu sering ke diskotek supaya tuanya enggak sering ke apotek,” ujar Dr. Fachrur Rozi disambut suasana hangat dari jamaah.
Selain kecerdasan dan kesehatan, ia juga menekankan pentingnya memperkuat kecerdasan spiritual melalui kecintaan kepada Rasulullah SAW. Salah satunya dengan memperbanyak selawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyah tersebut, jamaah juga diajak memahami kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam memperhatikan keselamatan umat. Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui lantunan selawat bersama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Pada bagian akhir tausiyah, Dr. Fachrur Rozi mengibaratkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan salat berjamaah. Dalam salat berjamaah terdapat imam dan makmum yang memiliki peran masing-masing. Makmum mengikuti imam, sementara imam memiliki tanggung jawab terhadap makmumnya.
Analogi tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kepemimpinan, kepatuhan, tanggung jawab, serta menjaga hubungan antarsesama. Perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, menurutnya, merupakan sesuatu yang wajar selama tidak berkembang menjadi konflik dan perpecahan.
“Berbangsa bernegara itu ya kadang-kadang senggolan, kadang beda pendapat, kadang enggak sama kemauan kita. Wajar,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk menyikapi perbedaan dengan kedewasaan serta tetap menjaga persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan utama Maulid Nabi, yaitu menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, dan berbangsa.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan BAI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Fachrur Rozi, M.Ag. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sebagai momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan tersebut, BAI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan peringatan keagamaan, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dengan kehidupan nyata di lingkungan pendidikan. Keteladanan dalam keluarga, kepedulian dalam bermasyarakat, kejujuran dalam menjalankan amanah, serta kecerdasan dalam menghadapi perubahan zaman menjadi pesan penting yang diharapkan dapat diterapkan oleh guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.
Pentasarufan beasiswa kepada siswa yang membutuhkan juga memperkuat pesan bahwa pendidikan dan kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun generasi berkarakter. Momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk terus menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas dan pengabdian.
Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkarakter, peduli, amanah, dan mampu menghadapi tantangan perubahan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan keteladanan Rasulullah SAW.

Beri Komentar