Sabtu, 29-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Hadroh SMKN Jateng Meriahkan Maulid Nabi di Masjid Nurul Iman, Jadi Wadah Siswa Asah Bakat dan Kekompakan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai halaman Masjid Nurul Iman, Jalan Kalicari Timur Nomor 15, Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat malam, 28 Agustus 2026. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Nurul Iman menyelenggarakan pengajian dan peringatan Maulid Nabi yang dirangkai dengan penampilan grup hadroh dari SMKN Jateng di Semarang.

Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar Masjid Nurul Iman dengan lingkungan pendidikan, khususnya SMKN Jateng di Semarang. Kehadiran Tim Hadroh SMKN Jateng di Semarang turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara keagamaan tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sekaligus meneladani akhlak, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Rasulullah SAW. Melalui kegiatan pengajian dan lantunan selawat, masyarakat diajak kembali memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Nurul Iman secara khusus mengundang  kelompok grup hadroh SMKN Jateng di Semarang untuk ikut memeriahkan sekaligus menyukseskan acara. Permohonan tersebut menjadi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap potensi dan kreativitas siswa dalam bidang seni Islam.

Kehadiran Tim Hadroh SMKN Jateng di Semarang tidak semata-mata dipandang sebagai penampilan seni dalam sebuah acara keagamaan. Lebih dari itu, partisipasi tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian tampil di tengah masyarakat, serta membangun kekompakan melalui seni musik Islami.

Bagi para siswa, tampil dalam kegiatan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitas pembelajaran di sekolah. Mereka tidak hanya belajar memainkan alat musik dan melantunkan selawat, tetapi juga belajar bekerja sama, menjaga disiplin latihan, membangun kepercayaan diri, serta bertanggung jawab terhadap penampilan yang telah dipersiapkan.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada pengurus dan panitia Masjid Nurul Iman yang telah memberikan kepercayaan kepada Tim Hadroh SMKN Jateng untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan pengurus Masjid Nurul Iman kepada Tim Hadroh SMKN Jateng di Semarang. Kesempatan tampil ini sangat berarti bagi anak-anak untuk lebih mengasah kemampuan dan meningkatkan kekompakan dalam seni Islam,” ujar Ardan.

Menurut Ardan, kesempatan bagi siswa untuk tampil dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat memiliki nilai pendidikan yang penting. Sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter peserta didik.

Melalui kegiatan seperti ini, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi nonakademik sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai positif yang mereka dapatkan di lingkungan sekolah. Seni hadroh, misalnya, dapat menjadi media bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap selawat dan keteladanan Rasulullah SAW.

Ardan menilai bahwa kekompakan merupakan salah satu nilai penting yang tumbuh melalui aktivitas kelompok hadroh. Setiap pemain memiliki peran masing-masing yang harus dimainkan secara harmonis. Kesalahan satu pemain dapat memengaruhi penampilan kelompok secara keseluruhan. Karena itu, latihan, kedisiplinan, komunikasi, dan saling menghargai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

“Anak-anak tidak hanya belajar soal seni, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan kekompakan. Semua itu menjadi pengalaman yang sangat baik bagi pembentukan karakter mereka,” lanjut Ardan.

Partisipasi Tim Hadroh SMKN Jateng di Semarang dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Iman juga menunjukkan adanya hubungan yang positif antara sekolah dengan masyarakat. Sekolah menjadi bagian dari lingkungan sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk berkontribusi secara langsung dalam berbagai kegiatan positif di masyarakat. Dengan keterlibatan tersebut, siswa dapat belajar bahwa ilmu, keterampilan, dan bakat yang mereka miliki dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Bagi panitia Maulid Nabi Masjid Nurul Iman, penampilan hadroh siswa SMKN Jateng menambah semarak suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan selawat dan musik hadroh menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan umat kepada Rasulullah SAW yang dikemas melalui seni Islami dan melibatkan generasi muda.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan menjadi hal yang penting di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi, berorganisasi, dan mengambil bagian dalam kegiatan positif sehingga energi dan potensi mereka dapat diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Dalam konteks pendidikan, pengalaman tampil di ruang publik juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang bersifat kontekstual. Siswa belajar berinteraksi dengan masyarakat, memahami tata krama dalam sebuah kegiatan, mempersiapkan diri secara profesional, serta menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab.

Kegiatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Iman juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat berlangsung di berbagai ruang. Nilai-nilai seperti kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan saling menghormati dapat tumbuh melalui pengalaman nyata yang dialami siswa.

Bagi Tim Hadroh SMKN Jateng, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan. Setiap penampilan dapat menjadi ruang evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kekurangan kelompok, baik dari sisi musikalitas, kekompakan, kesiapan mental maupun kemampuan berkomunikasi dalam sebuah acara.

Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada siswa juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memberikan ruang pengembangan potensi peserta didik. Sekolah berupaya memastikan bahwa bakat siswa tidak hanya berkembang di lingkungan internal sekolah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif ketika mereka berada di tengah masyarakat.

Ardan berharap kesempatan seperti yang diberikan oleh pengurus Masjid Nurul Iman dapat terus menjadi bagian dari proses pembinaan siswa. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga mempunyai karakter, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Harapannya, anak-anak semakin percaya diri, semakin kompak, dan terus berkembang. Mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa siswa SMKN Jateng tidak hanya mampu dalam bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki potensi dalam seni dan kegiatan positif di masyarakat,” ungkapnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Nurul Iman pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan pembelajaran yang mempertemukan masyarakat dengan generasi muda dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.

Bagi siswa SMKN Jateng di Semarang, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islam. Melalui lantunan hadroh dan selawat, para siswa dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka dalam sebuah kegiatan yang memiliki nilai keagamaan dan sosial.

Sementara bagi sekolah, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih luas, yakni pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi dengan Masjid Nurul Iman menjadi salah satu contoh bagaimana sekolah dan masyarakat dapat bersama-sama memberikan ruang tumbuh bagi generasi muda.

Semangat Maulid Nabi pun menjadi semakin relevan ketika nilai keteladanan Rasulullah SAW diterjemahkan dalam tindakan nyata. Bagi para siswa, keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap disiplin dalam berlatih, bertanggung jawab terhadap tugas, menghormati sesama, menjaga kekompakan, serta menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat.

Dengan demikian, penampilan Tim Hadroh SMKN Jateng di Semarang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman bukan sekadar penampilan seni. Di balik lantunan selawat dan harmoni musik hadroh, terdapat proses pendidikan karakter, pengembangan bakat, pembentukan kepercayaan diri, serta pembelajaran sosial yang memberikan pengalaman bermakna bagi para siswa.

Momentum tersebut sekaligus memperkuat komitmen SMKN Jateng di Semarang untuk terus memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan karakter positif. Dukungan masyarakat melalui kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi menjadi energi penting bagi siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan menghadirkan manfaat di lingkungan sekitarnya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan