Rabu, 15-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Mengikuti Forum Diskusi Penguatan Implementasi Soft Skills

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Swasta

Kabupaten Semarang — Upaya meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Jawa Tengah terus diperkuat melalui Forum Diskusi Penguatan Implementasi Soft Skills yang digelar pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini bertempat di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan vokasi baik secara luring maupun daring.

Forum yang diselenggarakan oleh ChildFund International ini menghadirkan peserta dari Kota Semarang dan Kabupaten Semarang secara langsung, serta peserta dari Kabupaten Boyolali, Banyumas, dan Cilacap yang mengikuti secara daring. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Yohanes Budhi Setia Yusindarto selaku Fasilitator Nasional Soft Skills SMK, Meinrad Indra Cahya sebagai Specialist Program Livelihood ChildFund International di Indonesia, serta Roberto Agung Nugroho, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang memberikan arahan strategis kebijakan.

Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK melalui penguatan implementasi pendidikan soft skills yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pentingnya soft skills dalam mendukung kesiapan kerja lulusan SMK, sekaligus menyajikan hasil evaluasi implementasi modul soft skills di sejumlah SMK mitra.

Dalam arahannya, Roberto Agung Nugroho menegaskan bahwa kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis semata, melainkan juga pada aspek non-teknis yang melekat pada karakter lulusan. “Dunia usaha dan industri yang dinamis membutuhkan lulusan SMK yang bukan hanya memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga dibutuhkan kemampuan soft skills dari alumni SMK yang memiliki karakter yang unggul dan sesuai dengan keinginan dunia industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan soft skills menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan vokasi di Jawa Tengah, terutama dalam menjawab tantangan global dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan mitra pembangunan seperti ChildFund International menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan relevan.

Sementara itu, Yohanes Budhi Setia Yusindarto dalam paparannya menjelaskan bahwa implementasi soft skills di SMK harus dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Ia menilai bahwa soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, hingga etos kerja merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh setiap lulusan. “Soft skills tidak bisa diajarkan secara instan, tetapi harus dibangun melalui proses pembelajaran yang konsisten dan kontekstual dengan dunia kerja,” ungkapnya.

Di sisi lain, Meinrad Indra Cahya menyoroti pentingnya refleksi terhadap hasil implementasi program yang telah berjalan di SMK mitra. Ia menyebutkan bahwa berbagai praktik baik yang telah dilakukan perlu didokumentasikan sebagai bahan pembelajaran bersama dan referensi untuk pengembangan di sekolah lain. “Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman yang sangat penting agar praktik baik dapat direplikasi dan diperluas dampaknya,” katanya.

Melalui forum ini, para peserta juga didorong untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi soft skills di lingkungan pendidikan vokasi. Diskusi yang berlangsung interaktif ini menghasilkan sejumlah harapan, di antaranya meningkatnya pemahaman peserta terhadap pentingnya integrasi soft skills dalam pembelajaran, serta tersusunnya komitmen bersama untuk mendorong pengembangan dan replikasi program di wilayah Jawa Tengah.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan arahan strategis berbasis data dan pengalaman lapangan yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan di tingkat provinsi. Dokumentasi praktik baik dari SMK mitra pun menjadi salah satu luaran penting yang akan dimanfaatkan sebagai referensi dalam memperluas implementasi program serupa.

Dengan terselenggaranya forum diskusi ini, diharapkan penguatan soft skills di SMK tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terimplementasi secara nyata dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai strategis dalam mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan