Rabu, 15-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Upacara Bendera di SMKN Jateng Semarang Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Persiapan PSAJ

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Upacara bendera hari Senin, 6 April 2026, berlangsung khidmat di halaman SMKN Jawa Tengah di Semarang. Kegiatan rutin yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI tersebut menjadi momentum penguatan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan akademik siswa menjelang Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Sementara itu, siswa kelas XII tidak mengikuti upacara karena tengah menjalani rangkaian ujian akhir.

Bertindak sebagai pembina upacara, Nur Setya Nur Setya Wiratmaya, guru IPAS SMKN Jateng di Semarang, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kedisiplinan ibadah, kebersihan lingkungan, dan kesiapan belajar. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh warga sekolah, baik siswa maupun guru, untuk membiasakan diri melaksanakan salat berjamaah di masjid sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter spiritual.

“Melalui salat berjamaah, kita tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga membangun kebersamaan dan kedisiplinan yang akan berdampak pada kehidupan sehari-hari,” ujar Nur Setya di hadapan peserta upacara.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung produktivitas siswa. “Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah ini adalah rumah kita, sehingga sudah seharusnya kita rawat dan jaga bersama,” tambahnya.

Dalam amanatnya, Nur Setya juga menghimbau siswa untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi PSAJ yang akan dilaksanakan pada bulan depan. Ia menekankan bahwa persiapan yang matang akan membantu siswa meraih hasil maksimal. “Mulailah belajar secara konsisten dari sekarang. Jangan menunda, karena keberhasilan ditentukan oleh usaha yang dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Upacara bendera tersebut juga diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang menjadi bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026. Ikrar ini merupakan janji setia yang wajib diucapkan oleh siswa setiap upacara hari Senin sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Ikrar Pelajar Indonesia dibacakan setelah pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Adapun lima butir ikrar tersebut meliputi komitmen untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai orang tua serta guru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.

Pembacaan ikrar ini memiliki tujuan strategis dalam membentuk profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Selain itu, kebijakan ini juga merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Liliek Handoko, menjelaskan bahwa penerapan Ikrar Pelajar Indonesia juga bertujuan menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan bebas dari perundungan. “Dengan adanya ikrar ini, kami berharap siswa lebih menghargai satu sama lain dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penyeragaman ikrar di seluruh sekolah di Indonesia menjadi langkah penting dalam membangun identitas pelajar nasional yang berkarakter. “Ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari,” katanya.

Upacara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut ditutup dengan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus pengingat bagi siswa akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

Dengan pelaksanaan upacara yang rutin dan penuh makna, SMKN Jateng di Semarang terus berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan rasa cinta tanah air yang kuat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan