SEMARANG — SMKN Jateng di Semarang kembali dipercaya menjadi salah satu sekolah mitra dalam pelaksanaan Universitas Negeri Semarang (UNNES) LANTIP 8 Tahun 2026. Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan, koordinasi dan penguatan kemitraan UNNES LANTIP 8 Tahun 2026 dilaksanakan Jumat, 14 Agustus 2026, mulai pukul 08.30 hingga selesai di Ruang Perkuliahan Lantai 2 Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) UNNES.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan program praktik kependidikan yang melibatkan UNNES, program studi, dosen pembimbing, guru pamong, serta sekolah mitra. Melalui koordinasi yang dilakukan sejak awal, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme, tujuan, pembagian peran, hingga target pelaksanaan LANTIP 8 Tahun 2026.
Program UNNES LANTIP 8 merupakan program praktik kependidikan unggulan yang diselenggarakan LPPP UNNES dan terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa calon pendidik dengan menempatkan mereka di lingkungan sekolah mitra. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar, tetapi juga belajar memahami dinamika pengelolaan pembelajaran dan kehidupan sekolah secara lebih utuh.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, keterlibatan dalam LANTIP 8 menjadi kesempatan untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan dengan UNNES. Kemitraan tersebut tidak berhenti pada penempatan mahasiswa untuk melaksanakan praktik kependidikan, tetapi juga diarahkan pada terciptanya kolaborasi akademik yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekolah, guru, dosen, dan perguruan tinggi.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNNES yang kembali memberikan kepercayaan kepada SMKN Jateng di Semarang sebagai sekolah mitra dalam program LANTIP.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNNES karena SMKN Jateng di Semarang tetap dipercaya menjadi mitra dalam pelaksanaan LANTIP. Kepercayaan ini tentu menjadi tanggung jawab bagi kami untuk ikut memberikan pengalaman praktik kependidikan yang baik kepada mahasiswa,” ujar Ardan.
Pada pelaksanaan LANTIP 8 Tahun 2026, SMKN Jateng di Semarang akan menerima sebanyak 32 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut akan mengikuti rangkaian praktik kependidikan di sekolah sesuai dengan bidang keilmuan dan kebutuhan program yang telah dikoordinasikan antara UNNES dengan sekolah mitra.
“Untuk LANTIP 8 ini, SMKN Jateng di Semarang akan mendapat 32 mahasiswa. Kami menyambut baik kehadiran mereka dan berharap pelaksanaan praktik nanti dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi kedua institusi,” kata Ardan.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa LANTIP di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengalaman dan pengetahuan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama kuliah dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya, sementara sekolah dapat membangun ruang kolaborasi dengan calon-calon pendidik sekaligus memperluas jejaring akademik.
Koordinasi dan penguatan kemitraan juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa kegiatan praktik kependidikan tidak sekadar bersifat administratif. Setiap mahasiswa diharapkan mendapatkan pendampingan yang memadai sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, dan bertanggung jawab selama berada di sekolah.
Dalam skema LANTIP 8, mahasiswa juga diupayakan telah memperoleh penugasan dosen pembimbing skripsi. Kebijakan tersebut membuka peluang terjadinya sinergi akademik yang lebih terintegrasi. Mahasiswa dapat memanfaatkan keberadaannya di sekolah mitra untuk memperoleh data atau mengembangkan kajian yang relevan dengan tugas akhir, dengan tetap memperhatikan ketentuan akademik dan izin dari pihak sekolah.
Integrasi antara kegiatan praktik kependidikan dan kebutuhan akademik mahasiswa tersebut diharapkan mampu membuat pengalaman LANTIP menjadi lebih bermakna. Mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pendidik melalui praktik di kelas, tetapi juga dapat memahami sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang memiliki beragam persoalan, potensi, dan kebutuhan untuk dikaji secara akademis.
Dalam pelaksanaannya, kemitraan LANTIP juga melibatkan berbagai satuan pendidikan, baik dalam lingkup lokal maupun lebih luas. Jaringan sekolah mitra menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program kependidikan UNNES sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia pendidikan.
Bagi UNNES, keberadaan sekolah mitra menjadi komponen strategis dalam menyiapkan calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pendidikan. Mahasiswa calon guru membutuhkan pengalaman langsung untuk menguji dan mengembangkan kemampuan pedagogis, profesional, sosial, serta kepribadian dalam konteks sekolah yang nyata.
Sementara bagi sekolah, kehadiran mahasiswa praktikan dapat menjadi energi tambahan dalam menciptakan suasana akademik yang dinamis. Interaksi antara mahasiswa, guru pamong, dan warga sekolah memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan mengenai pembelajaran, teknologi pendidikan, metode mengajar, hingga berbagai inovasi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik.
Pelaksanaan LANTIP 8 Tahun 2026 juga memiliki tujuan strategis yang lebih luas, yakni mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Program tersebut selaras dengan komitmen pembangunan pendidikan berkelanjutan, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas.
Dengan menempatkan mahasiswa secara langsung di sekolah, proses pembentukan kompetensi calon pendidik diharapkan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran teoritis di perguruan tinggi. Pengalaman lapangan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja sama, menyusun strategi pembelajaran, serta menghadapi persoalan pendidikan secara langsung.
Bagi 32 mahasiswa yang akan menjalani LANTIP 8 di SMKN Jateng di Semarang, kesempatan tersebut menjadi tahapan penting untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan kejuruan. Mereka akan berhadapan dengan karakteristik sekolah menengah kejuruan yang memiliki orientasi kuat pada pengembangan kompetensi peserta didik sesuai bidang keahlian.
Karakteristik tersebut sekaligus menuntut mahasiswa praktikan untuk mampu beradaptasi dengan budaya sekolah, memahami kebutuhan peserta didik, dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong maupun warga sekolah. Proses adaptasi tersebut menjadi bagian dari pengalaman profesional yang diharapkan dapat membentuk kesiapan mahasiswa sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja sebagai pendidik.
Rangkaian pelaksanaan UNNES LANTIP 8 Tahun 2026 telah disusun dalam linimasa yang terukur. Tahap penerjunan sekaligus pelaksanaan praktik kependidikan dijadwalkan berlangsung pada 10 September hingga 3 November 2026. Setelah masa praktik berakhir, peserta akan mengikuti proses penarikan pada 3 November.
Selanjutnya, mahasiswa memasuki tahap pelaporan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 6 November 2026. Tahap akhir berupa penilaian akan dilaksanakan pada 9 hingga 16 November 2026. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari sistem pelaksanaan program yang memungkinkan kegiatan mahasiswa selama praktik dapat dipantau, dilaporkan, dan dievaluasi secara terukur.
Koordinasi yang dilaksanakan pada 14 Agustus menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Sekolah mitra dan UNNES perlu membangun komunikasi yang intensif agar berbagai kebutuhan teknis maupun akademik dapat dipersiapkan sejak sebelum mahasiswa diterjunkan.
Ardan menegaskan bahwa SMKN Jateng di Semarang siap mendukung pelaksanaan program tersebut dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang baik bersama UNNES.
“Kami siap mendukung pelaksanaan LANTIP 8. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya berjalan dengan baik selama mahasiswa berada di sekolah, tetapi juga semakin memperkuat kemitraan antara SMKN Jateng di Semarang dan UNNES ke depan,” tuturnya.
Menurut Ardan, kemitraan yang kuat antara sekolah dan perguruan tinggi merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah membutuhkan dukungan jejaring akademik untuk terus berkembang, sedangkan perguruan tinggi membutuhkan sekolah sebagai mitra nyata dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan zaman.
Melalui LANTIP 8, hubungan tersebut diharapkan berkembang menjadi kolaborasi yang saling menguatkan. Mahasiswa mendapatkan ruang untuk belajar dari praktik nyata, guru memperoleh kesempatan berinteraksi dengan calon pendidik dan lingkungan akademik perguruan tinggi, sedangkan UNNES dapat memperoleh masukan langsung dari sekolah mengenai kebutuhan dan tantangan pendidikan di lapangan.
Kepercayaan UNNES kepada SMKN Jateng di Semarang untuk menerima 32 mahasiswa dalam LANTIP 8 Tahun 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya peran sekolah mitra dalam mendukung proses pembentukan calon pendidik profesional. Dengan persiapan yang matang, pendampingan yang konsisten, dan komunikasi antara semua pihak, program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktik yang berkualitas.
Pada akhirnya, UNNES LANTIP 8 bukan sekadar program penempatan mahasiswa di sekolah. Program ini menjadi ruang pembelajaran bersama yang mempertemukan teori akademik dengan praktik pendidikan secara langsung. Melalui penguatan kemitraan antara UNNES dan SMKN Jateng di Semarang, diharapkan lahir calon-calon pendidik yang tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, berkomunikasi, dan menghadapi tantangan pendidikan secara profesional.
Bagi SMKN Jateng di Semarang, kepercayaan tersebut menjadi dorongan untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sementara bagi UNNES, kemitraan dengan sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan program pendidikan calon guru tetap relevan dengan kebutuhan lapangan. Sinergi keduanya diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan terwujudnya pendidikan yang semakin bermutu.

Beri Komentar