Rabu, 08-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tingkatkan Kompetensi Guru Vokasi, Dinas Pendidikan Jateng dan BBPPMPV BMTI Resmi Buka Program Pelatihan Pendidik SMK

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita

Bandung – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Program Peningkatan Kompetensi Pendidik (Guru) Sekolah Menengah Kejuruan (Vokasi) resmi dibuka pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan pembukaan berlangsung di Bale Binangkit, gedung serbaguna BBPPMPV BMTI, dan menandai dimulainya rangkaian pelatihan yang akan berlangsung hingga 25 Juli 2026.

Program ini diikuti oleh guru-guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi profesional sesuai bidang keahlian masing-masing. Melalui pelatihan tersebut, para peserta akan mendapatkan penguatan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK), Sodikin, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Menurut Sodikin, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas guru SMK sebagai ujung tombak pendidikan vokasi. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memahami perkembangan teknologi, budaya kerja industri, serta mampu menerapkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru, terutama kemampuan teknis kejuruan sesuai bidang keahlian yang terstandar dan selalu diperbarui mengikuti kebutuhan dunia kerja. Selain itu, guru juga diharapkan terbiasa dengan iklim budaya kerja industri sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual di sekolah,” ujar Sodikin.

Ia menjelaskan bahwa program peningkatan kompetensi ini memiliki empat tujuan utama. Pertama, meningkatkan kompetensi profesional guru terkait kemampuan teknis kejuruan sesuai standar industri. Kedua, membiasakan guru dengan budaya kerja yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri. Ketiga, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode dan pendekatan yang selaras dengan implementasi kurikulum serta kebutuhan dunia kerja. Keempat, memperkuat hubungan kemitraan antara sekolah dengan dunia kerja sehingga tercipta penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, Sodikin menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari kehadiran peserta selama mengikuti kegiatan, melainkan dari implementasi hasil pelatihan ketika para guru kembali ke sekolah masing-masing. Oleh karena itu, setiap peserta diwajibkan menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta memahami seluruh materi yang diberikan, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional. Hasil pelatihan harus diimplementasikan di sekolah melalui rencana tindak lanjut, kemudian diimbaskan kepada guru-guru SMK lainnya melalui forum MGMP sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tegasnya.

Selama hampir tiga pekan pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis sekaligus meningkatkan kemampuan pedagogis. Materi pelatihan disusun dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri sehingga guru memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.

Selain sesi teori, peserta juga akan memperoleh pengalaman praktik langsung menggunakan fasilitas pembelajaran yang dimiliki BBPPMPV BMTI. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai standar kompetensi industri sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai budaya kerja profesional yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Salah satu peserta dari SMKN Jateng di Semarang, Annang Dwi Setyono, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi kesempatan berharga bagi guru untuk terus memperbarui kompetensi sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan dunia industri.

“Manfaat pelatihan vokasi sangat besar karena meningkatkan penguasaan keterampilan praktis yang siap digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, peserta juga memiliki peluang memperoleh sertifikasi resmi yang diakui industri serta mendapatkan bekal yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun kewirausahaan,” ujar Annang.

Ia menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN Jateng di Semarang. Pengalaman praktik, materi yang diperoleh dari para instruktur, serta jejaring dengan peserta dari berbagai sekolah diyakini akan memperkaya inovasi pembelajaran yang nantinya diterapkan kepada peserta didik.

Menurut Annang, guru SMK memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan agar materi pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik (Guru) Sekolah Menengah Kejuruan (Vokasi) ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Jawa Tengah. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dengan BBPPMPV BMTI, para guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan SMK di Jawa Tengah diharapkan semakin kompeten, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan