SEMARANG-Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman terus diperkuat SMKN Jawa Tengah di Semarang melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Selasa, 28 April 2026, atas undangan dari sekolah, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang bersama Puskesmas Bulu Lor melakukan kunjungan langsung ke lingkungan SMKN Jateng di Semarang dalam rangka memperkuat kerja sama pemantauan kesehatan sekolah, khususnya sebagai institusi pendidikan berasrama.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap memenuhi standar kesehatan, sekaligus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi seluruh warga sekolah. Tim dari DKK Kota Semarang dan Puskesmas Bulu Lor melakukan observasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kebersihan ruang kelas, kondisi kantin, sanitasi toilet, hingga ketersediaan air bersih di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Tata Usaha SMKN Jateng di Semarang, Daning Wahyu Rohana, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kerja sama ini membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan sekolah. “Kami bersyukur dengan adanya kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dengan DKK dan Puskesmas Bulu Lor. Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi sekolah, terutama terkait kesehatan siswa dan lingkungan sekolah mengingat sekolah ini berasrama. Kami berterima kasih atas respon cepat dan tepat DKK dan Puskesmas Bulu Lor setiap kami berkonsultasi,” ujarnya.
Daning menambahkan, keberadaan pendampingan dari instansi kesehatan sangat penting dalam menjaga kondisi siswa yang tinggal di asrama agar tetap sehat dan produktif. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Ke depannya semoga kerja sama tetap terjalin sehingga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan siswa dan lingkungan sekolah berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa senangnya atas kolaborasi yang terbangun antara sekolah dengan DKK dan Puskesmas. Menurutnya, kehadiran tim kesehatan memberikan jaminan bahwa lingkungan sekolah terus terpantau dari sisi kesehatan dan keamanan. “Tujuan utama Dinas Kesehatan Kota Semarang mengobservasi lingkungan sekolah dalam bentuk inspeksi kesehatan lingkungan adalah untuk memastikan lingkungan sekolah tetap sehat, aman, dan nyaman bagi warga sekolah,” jelasnya.
Ardan menegaskan bahwa observasi yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh aspek mendasar dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Melalui kegiatan ini, sekolah dapat memastikan bahwa kondisi fisik seperti kebersihan kelas, kantin, toilet, dan fasilitas air bersih telah memenuhi standar kesehatan guna mencegah potensi penyakit. Selain itu, penerapan PHBS juga menjadi perhatian utama, dengan mendorong kebiasaan hidup bersih bagi siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan adanya temuan di lapangan, pihak sekolah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah solutif yang tepat. “Kami juga memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana sekolah aman digunakan dalam proses belajar mengajar. Ini penting agar siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa khawatir terhadap faktor lingkungan,” tambahnya.
Kunjungan DKK dan Puskesmas Bulu Lor ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar mewujudkan sekolah sehat yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga kesehatan fisik dan mental siswa. Dengan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
Melalui observasi yang dilakukan secara berkala, SMKN Jateng di Semarang berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif serta terbebas dari ancaman penyakit. Sinergi antara sekolah dan instansi kesehatan ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan yang mendukungnya. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kesehatan generasi muda di lingkungan pendidikan.

Beri Komentar