Kamis, 30-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Jemput Bola ke Industri, SMKN Jateng Perkuat Link and Match Lulusan dengan Dunia Kerja

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri terus dilakukan SMKN Jawa Tengah di Semarang. Melalui kegiatan bertajuk Skema Jemput Bola Link and Match dengan Industry, tim Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN Jateng turun langsung ke kawasan industri untuk membuka peluang kerja bagi lulusan. Kegiatan ini berlangsung pada 29 April 2026 di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Semarang, dengan menyasar sejumlah perusahaan besar sebagai mitra strategis.

Dalam kegiatan tersebut, tim BKK SMKN Jateng di Semarang yang terdiri dari Ferry Nor Toha, M. Erik Setyo Wahyudi, dan Agista Rizky Dermara melakukan kunjungan langsung ke beberapa perusahaan, di antaranya PT Apparel One Indonesia, PT Pasific Furniture, dan PT Sami. Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi berkelanjutan antara sekolah dan dunia usaha, khususnya dalam membuka akses bagi siswa untuk mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang, hingga peluang direkrut sebagai karyawan tetap.

Ketua BKK SMKN Jateng di Semarang, Ferry Nor Toha, menegaskan bahwa pendekatan jemput bola ini merupakan strategi aktif untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga terserap di dunia industri. “Kami tidak bisa hanya menunggu, tetapi harus proaktif menjalin komunikasi dengan perusahaan. Harapannya, siswa lulusan dari SMKN Jateng di Semarang benar-benar bisa berkontribusi di perusahaan, sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Ferry menjelaskan, skema yang dibangun tidak berhenti pada tahap PKL semata, tetapi berlanjut pada magang yang lebih intensif hingga membuka peluang kerja tetap. Menurutnya, pola ini menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan. Dengan keterlibatan langsung perusahaan sejak tahap awal, siswa dapat memahami budaya kerja sekaligus meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, perwakilan perusahaan, Edwin menyambut baik langkah kolaboratif yang dilakukan SMKN Jateng. Mereka menilai pendekatan ini mempermudah proses rekrutmen karena perusahaan dapat mengenal calon tenaga kerja sejak masa pendidikan. Selain itu, program ini juga membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang lebih siap dan sesuai dengan standar operasional yang dibutuhkan.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh tim BKK. Ia menilai langkah jemput bola ke industri merupakan bentuk nyata komitmen sekolah dalam mengantarkan siswa menuju dunia kerja. “Saya sangat mengapresiasi langkah BKK yang proaktif mendatangi perusahaan. Tugas kita sebagai pengelola SMK adalah menghantarkan murid agar bisa bekerja. Ini bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi tanggung jawab moral untuk memastikan masa depan mereka,” ungkapnya.

Ardan menambahkan bahwa konsep link and match harus terus diperkuat melalui berbagai inovasi, termasuk pendekatan langsung ke industri seperti yang dilakukan saat ini. Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari kelulusan siswa, tetapi dari seberapa besar lulusan tersebut terserap di dunia kerja atau bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas jaringan kerja sama antara SMKN Jateng dengan berbagai sektor industri di kawasan KIW. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat, peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus pekerjaan tetap diharapkan semakin terbuka lebar.

Melalui skema jemput bola ini, SMKN Jateng di Semarang menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis. Kolaborasi erat antara sekolah dan industri menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat posisi SMK sebagai penghasil tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan industri.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan