Semarang, Senin (27/4/2026) — SMKN Jateng di Semarang menggelar kegiatan Laporan Akhir Audit Energi Bangunan Gedung di lingkungan sekolah pada Senin pagi pukul 10.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat lantai 2 Gedung Administrasi ini menghadirkan tim auditor dari sektor energi yang terdiri atas Nanang Aribowo, Rizky Adi Nugraha, Aditya Galih Prakoso, dan Sandra Kurniawan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan pengelolaan energi di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menciptakan bangunan pendidikan yang nyaman, hemat energi, dan berkelanjutan. Audit energi yang dilakukan memfokuskan pada penguatan sistem penggunaan energi serta peningkatan kenyamanan ruang belajar bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dalam paparannya, tim audit menyampaikan bahwa profil penggunaan energi di gedung pembelajaran SMKN Jateng di Semarang menunjukkan pola dominan pada hari Kamis hingga Jumat. Selain itu, beban energi harian juga dipengaruhi secara signifikan oleh penggunaan pompa air yang beroperasi secara rutin. Temuan ini menjadi salah satu indikator penting dalam memahami distribusi dan kebutuhan energi di lingkungan sekolah.
Hasil audit menunjukkan capaian yang cukup membanggakan. Gedung pembelajaran SMKN Jateng di Semarang berhasil meraih predikat “Sangat Efisien” dalam penggunaan energi dengan nilai intensitas konsumsi energi sebesar 15,47 kWh per meter persegi per tahun. Angka ini jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan, yakni 99 kWh per meter persegi per tahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan energi di gedung pembelajaran telah berjalan dengan baik dan efisien.
Meski demikian, tim audit juga mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pihak sekolah. Salah satu temuan utama adalah tingginya konsumsi energi dari penggunaan pendingin ruangan atau AC yang mencapai 77 persen dari total konsumsi energi. Hal ini menunjukkan perlunya strategi efisiensi yang lebih optimal dalam penggunaan perangkat tersebut.
Selain itu, tim juga merekomendasikan pembagian arus kelistrikan yang lebih merata guna menghindari beban berlebih pada titik tertentu. Pembersihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara berkala juga menjadi catatan penting agar kinerja sistem tetap optimal dalam mendukung kebutuhan energi sekolah.
Dari sisi pencahayaan, audit menemukan bahwa sekitar 70 persen ruangan di gedung pembelajaran belum memenuhi standar nasional, yaitu SNI 6197:2020. Kondisi ini dinilai perlu segera diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan visual serta mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Tim audit juga menekankan pentingnya menjaga suhu ruangan pada kisaran ideal, yakni 25 derajat Celcius, untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Tidak hanya itu, rekomendasi juga diberikan terkait aspek desain bangunan, khususnya warna cat gedung. Tim menyarankan penggunaan warna putih karena memiliki nilai absorbent sebesar 0,21 yang lebih rendah dibandingkan warna biru, sehingga dapat membantu mengurangi penyerapan panas dan mendukung efisiensi energi secara keseluruhan.
Secara umum, tim audit menekankan pentingnya penerapan manajemen energi yang efektif dan efisien di lingkungan sekolah. Upaya ini dinilai tidak hanya berdampak pada penghematan biaya operasional, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan konsumsi energi.
Menanggapi hasil audit tersebut, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi kepada tim auditor atas kerja keras yang telah dilakukan. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk segera menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Audit Energi yang telah bekerja keras mengaudit penggunaan energi di lingkungan SMKN Jateng di Semarang. Rekomendasi perbaikan yang telah disampaikan akan segera kami tindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah,” ujar Ardan.
Ia juga menambahkan bahwa hasil audit ini menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah dalam memperkuat sistem pengelolaan energi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, SMKN Jateng di Semarang diharapkan dapat terus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan prinsip efisiensi energi dan pembangunan ramah lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan hasil audit, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan energi di lingkungan pendidikan. Dengan sinergi antara pihak sekolah dan tim ahli, diharapkan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara optimal demi terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.

Beri Komentar