Rabu, 29-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Uji Kompetensi Mesin Bubut, 15 Siswa SMKN Jateng di Semarang Diuji Standar Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Sebanyak 15 siswa mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi Murid Teknik Pemesinan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 21 hingga 22 April 2026 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mesin SMKN Jateng di Semarang. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan kesiapan lulusan sekolah kejuruan menghadapi tuntutan dunia industri, khususnya di bidang teknik pemesinan.

Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan dengan melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 SMKN 4 Semarang sebagai pihak penguji. Adapun skema uji yang diterapkan adalah Pengoperasian Mesin Bubut, yang merupakan salah satu kompetensi inti dalam bidang teknik pemesinan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menjalani serangkaian uji praktik dan teori yang dirancang untuk mengukur kemampuan secara komprehensif sesuai standar kerja nasional.

Pelaksanaan sertifikasi berlangsung di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan fasilitas TUK Mesin yang telah memenuhi standar asesmen. Para siswa diuji langsung oleh asesor bersertifikat untuk memastikan setiap aspek kompetensi, mulai dari pemahaman teknis hingga keterampilan operasional, dapat dinilai secara objektif dan akurat.

Guru pendamping kegiatan, Yulaikah, menyampaikan bahwa sertifikasi ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis industri. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga membuktikan kemampuannya sesuai standar yang berlaku di dunia kerja. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Riska Eko yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Ia menilai bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses asesmen berlangsung. “Mereka terlihat lebih percaya diri dan serius dalam mengikuti setiap tahapan uji. Ini menunjukkan bahwa mereka siap bersaing setelah lulus nanti,” katanya.

Sementara itu, Agus Pariaji menambahkan bahwa pendekatan uji kompetensi seperti ini memberikan gambaran nyata tentang kesiapan siswa. “Kegiatan ini membantu kami sebagai pendidik untuk melihat sejauh mana kompetensi siswa sudah sesuai dengan kebutuhan industri. Hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pembelajaran ke depan,” jelasnya.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas lulusan sekolah vokasi. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya formalitas, melainkan bentuk pengakuan nyata atas kemampuan siswa.

“Sertifikasi kompetensi menjadi bukti bahwa siswa kami telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh industri. Ini adalah langkah penting untuk memastikan mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif,” ujar Ardan dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program bantuan ini sangat membantu sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi. Dengan adanya sertifikasi ini, lulusan kami memiliki nilai tambah yang signifikan,” imbuhnya.

Dengan jumlah peserta sebanyak 15 asesi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak maksimal dalam peningkatan kompetensi siswa. Selain itu, sertifikat yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal penting bagi para lulusan dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan karier di bidang teknik pemesinan.

Melalui kegiatan ini, SMKN Jateng di Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri modern. Sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan, tetapi juga jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi para siswa.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan