Rabu, 19-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Jateng Gumregut Nyawiji, 81 Tahun Menjaga Jantung Jawa Menuju Kesejahteraan Paripurna

Diterbitkan : - Kategori : Berita

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Boyolali, 2026. Mengusung tema “Jateng Gumregut Nyawiji”, peringatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan sejarah sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB itu dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn) Dr. Ahmad Luthfi, S.H., S.S.T., M.K., selaku inspektur upacara. Gubernur tampil mengenakan pakaian adat kebesaran di hadapan peserta yang terdiri atas unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Nuansa khidmat terasa ketika lambang daerah “Prasetya Ulah Sakti Bakti Praja” memasuki area upacara. Lambang tersebut menjadi simbol kesetiaan dan pengabdian kepada masyarakat Jawa Tengah. Momentum itu sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan pembangunan daerah tidak terlepas dari sejarah panjang dan jasa para pemimpin serta masyarakat yang telah meletakkan fondasi Jawa Tengah hingga saat ini.

Dalam amanatnya, Ahmad Luthfi mengajak seluruh masyarakat untuk melihat kembali perjalanan sejarah sebelum menentukan langkah menuju masa depan. Jawa Tengah telah melewati berbagai fase pemerintahan, mulai dari masa penjajahan Belanda dengan sistem desentralisasi pada 1903, pendudukan Jepang, hingga kemudian berdiri sebagai provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950.

“Peringatan hari jadi ini adalah momen bagi kita semua untuk berefleksi, menghargai jasa para pemimpin terdahulu, dan memperkuat persaudaraan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut dia, peringatan hari jadi tidak seharusnya berhenti pada seremoni. Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi energi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Tema Gumregut Nyawiji, yang menggambarkan semangat bergerak dan menyatukan kekuatan, menjadi pesan penting agar pemerintah dan masyarakat terus membangun kolaborasi.

Capaian pembangunan Jawa Tengah turut menjadi bagian penting dalam refleksi 81 tahun perjalanan provinsi tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat angka kemiskinan pada 2026 berhasil ditekan hingga 9,2 persen. Pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas pendidikan juga disebut menunjukkan perkembangan positif melalui kolaborasi lintas sektor.

Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jawa Tengah.

“Capaian pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan menjadi 9,2 persen ini adalah buah dari kerja keras kita semua, sebuah kolaborasi yang tak terputus antara pemerintah dan rakyat untuk menciptakan kesejahteraan yang merata,” tuturnya.

Peringatan Hari Jadi ke-81 juga menjadi ruang penghargaan bagi aparatur yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas. Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden memberikan tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya kepada pegawai yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Sejumlah penerima penghargaan secara simbolis antara lain Dr. Ir. AR Hanung Triyono, M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang menerima penghargaan Satya Lancana Karya Satya 30 tahun. Sementara Fajar Felit Suanto, Camat Cepogo, menerima penghargaan untuk masa pengabdian 20 tahun.

Penghargaan juga diberikan kepada ASN Inspiratif. Salah satunya Mukhtar, S.Pd., M.Pd., guru dari SMAN 1 Kampung Laut. Ia dinilai mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan di tempatnya bertugas meskipun berada di wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Selain penghargaan, peringatan hari jadi juga ditandai dengan penguatan sinergi antarlembaga. Sejumlah naskah kerja sama strategis ditandatangani untuk mendukung berbagai program pembangunan Jawa Tengah.

Salah satu kerja sama tersebut melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota, antara lain Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Kota Pekalongan. Kerja sama itu diarahkan untuk mempercepat sertifikasi halal dalam program pemerintah daerah sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Kemitraan dengan sektor swasta juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Eduk Siswa Media Indonesia diresmikan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pendidikan berbasis digital.

Semangat pembangunan juga tercermin melalui berbagai penghargaan yang diberikan kepada daerah dan desa berprestasi. Kota Surakarta dan Kabupaten Kendal masuk dalam jajaran Top 10 IDSD 2026. Sementara Kota Pekalongan meraih predikat Terbaik 1 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat provinsi. Kabupaten Temanggung memperoleh penghargaan khusus atas inovasi pembangunan yang dinilai unggul.

Di tingkat desa, Desa Tegal Sambi, Kabupaten Jepara, dinobatkan sebagai pemenang lomba desa kategori terbaik. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa semangat pembangunan tidak hanya bergerak dari pusat pemerintahan provinsi, tetapi juga tumbuh hingga tingkat desa.

Rangkaian upacara ditutup dengan penampilan musik yang membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza oleh Antea Putri Ticis. Penampilan tersebut menambah suasana sakral sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah.

Di tengah dinamika global dan tantangan geopolitik yang terus berkembang, Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi salah satu pilar stabilitas nasional. Penguatan investasi, pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemeliharaan harmoni sosial menjadi bagian dari agenda menuju masa depan.

Tema “Jateng Gumregut Nyawiji” akhirnya bukan sekadar slogan peringatan. Ia menjadi ajakan untuk bergerak bersama, menyatukan potensi, dan memastikan pembangunan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Memasuki usia 81 tahun, Jawa Tengah menatap perjalanan berikutnya dengan ambisi pembangunan yang lebih besar. Sejarah menjadi pijakan, kolaborasi menjadi kekuatan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dari pusat pemerintahan hingga pelosok desa, sehingga Jawa Tengah semakin mampu menghadirkan kemakmuran, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan